My Lifestyle, My Journey, My Happiness

March 26, 2015

Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah: 8-10

by , in
RUBRIK TAFSIR ODOJERS

Edisi Jum'at, 26 Desember 2014

IMG_20150323_081843

Tafsir Surat Al Baqarah: 8-10

➰Sifat orang munafik (1)➰

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ [8] يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ [9] فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ [10]

📝Arti ayat📝

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.[8] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.[9] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.[10]

📝Tafsir Ayat📝

Kita memasuki pembahasan mengenai sifat-sifat orang munafik. Sifat orang munafik jauh berbeda dengan sifat orang beriman yang berbudi luhur dan tidak bisa juga disamakan dengan sifat orang kafir yang memusuhi Islam secara jelas.

Namun dapat kita ketahui, sifat orang munafik lebih buruk dari sifat-sifat yang ada. Sungguh orang seperti ini tidak kita temukan sedikit pun di hatinya keberanian untuk menerima kebenaran.

Mereka mengatakan iman kepada Allah dan hari akhir, namun sejatinya mereka tidak dalam keimanan sedikitpun.

Orang munafik selalu berbeda antara perkataan dengan apa yang diperbuat.

Karena itu,  Allah Swt memperingatkan kita terhadap orang-orang munafik, agar tidak tertipu oleh sikap dan perbuatan mereka.

✨Ayat 8 ✨

Allah SWT berfirman,

( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين )

"Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,' pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman."

Maksudnya, mereka menyatakan keimanan sebatas pada lisan saja, namun di balik perkataan mereka tak ada satupun iman di hati mereka.

Allah juga berfirman,

( إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله) [Munafiqun: 1 ]

"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata 'kami mengakui bahwasanya kamu benar-benar Rasul Allah'."

Sesungguhnya mereka berkata demikian jika datang dihadapanmu saja, tapi tidak demikian jika di belakangmu.

Maka terhadap orang-orang seperti ini, Allah langsung yang menyebut mereka sebagai seorang pendusta bahkan bukan bagian orang-orang beriman.

(والله يشهد إن المنافقين لكاذبون ) [Munafiqun: 1 ]

"Allah mengetahui bahwasanya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta"

(وما هم بمؤمنين )

"Sesungguhnya mereka bukan orang-orang beriman"

✨Ayat 9✨

Allah berfirman : ( يخادعون الله والذين آمنوا ) "Mereka menipu Allah dan orang-orang beriman" yaitu dengan menampakkan keimanan kepada Allah dan menyembunyikan kekufuran. Mereka membohongi Allah SWT sebagaimana mereka membohongi orang beriman.

Atas perbuatan mereka tersebut, Allah Swt membalikkan keyakinan mereka: ( وما يخدعون إلا أنفسهم وما يشعرون ) "dan tidaklah mereka menipu melainkan menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak sadar"

karena bencana tipu daya itu akan kembali menimpa diri mereka sendiri. Di dunia, rahasia mereka akan Allah SWT bukakan kepada Nabi-Nya, sedangkan di akhirat mereka akan menerima hukuman setimpal.

Berkata Sa'id dari Qotadah, sifat orang munafik itu ada pada banyak hal : memiliki akhlak tercela, tidak sesuai perkataan dengan perbuatan, pagi begini dan sore begitu, selalu berubah-rubah layak nya kapal yang diterpa angin yang setiap kali ia tertiup, pun ikut bergoyang.

✨Ayat 10✨

Allah SWT berfirman, ( في قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا ) "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya"

Penyakit apakah yang dimaksud?

As-Suddi menceritakan dari Ibnu Mas'ud dari Annas, ia mengatakan: '(penyakit) yaitu berupa keraguan lalu Allah tambah dengan keraguan lagi."

Sedangkan menurut Ikrimah penyakit tersebut berupa riya.

Berkata Abdurrahman bin Zaid bin Aslam : (di dalam hati mereka ada penyakit) ini penyakit agama dan bukan  penyakit yang terdapat pada jasad atau tubuh, penyakit ini menimpa orang munafiq dengan keraguan dihati mereka ketika masuk ke dalam Islam.

Maka ketika mereka ragu dengan Islam maka Allah tambah keraguan mereka.

(فأما الذين آمنوا فزادتهم إيمانا وهم يستبشرون وأما الذين في قلوبهم مرض فزادتهم رجسا إلى رجسهم ) [At-Taubah: 124 ، 125 ]

"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira ● Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah tambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir."

(وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ)

"Bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta"

Wallaahu'alaam bishshawwab

Sumber:

📖Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (Ibn Katsir)

📖Tafsir Fii Zhilal Al Qur'an (Sayyid Quthb)

Diterjemahkan Oleh:

Muhammad Hamzah

RTO/03/26/12/2014/tsaqafahislamiyahodoj
March 26, 2015

Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah 6-7

by , in
RUBRIK TAFSIR ODOJERS

Edisi Jumat, 19 Desember 2014

Screenshot_2015-03-12-23-03-18.png_edited_100

🌻Tafsir Surat Al Baqarah 6-7

[Tiga Model]

Lima ayat pertama dalam mukadimah surah Al Baqarah merupakan gambaran sifat orang yang bertakwa, dua ayat berikutnya berbicara mengenai sifat-sifat orang kafir, dan tiga belas ayat selanjutnya berbicara mengenai sifat-sifat orang munafik.

Pada edisi yang lalu, telah kita bahas mengenai super model manusia utama [Golongan Manusia Yang Memperoleh Kemenangan]. Pada edisi kali ini akan kita bahas mengenai model manusia yang kedua.

Qauluhu ta'ala:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan beriman), sama saja bagi mereka: Engkau (Muhammad) beri peringatan kepadanya atau engkau tidak beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(Dengan sebab keingkaran mereka), Allah telah mengunci hati mereka serta pendengaran mereka, dan juga penglihatan mereka; dan bagi mereka pula disediakan azab siksa yang amat besar.

Setelah Allah menceritakan tentang golongan yang muttaqin, Allah datangkan pula tentang golongan yang kafir. Agar kita dapat membedakan antara kedua sifat ini dengan jelas.

Dan ini juga membuktikan tentang mukjizat al Quran yang membedakan antara ahli saadah (bahagia) dan ahli syaqawwah (derita), membedakan antara kemenangan dan kekalahan.

Dua ayat di atas jelas menceritakan ciri-ciri orang kafir, yakni:

-Tidak mengindahkan peringatan

-Tidak beriman kepada Allah walaupun setelah diberi peringatan

Peringatan apa?

✎ Tentang keberadaan dan keesaan Allah Swt.

✎ Dan perkara-perkara ghaib: surga dan neraka.

Mereka ini sangat berbeda dengan sifat yang ada pada golongan muttaqin yang beruntung.

Golongan ini juga:

-Allah menutup hati mereka, pendengaran dan penglihatan mereka.

-Dan bagi mereka disediakan azab yang amat besar.

Mendapat azab yang pedih, inilah pengakhiran golongan ini.

Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan ini dan berusaha mengajak keluarga dan sahabat agar istiqamah dalam beriman kepada Allah azza wa jalla.

Wallahu'alam bishshawwab

Sumber:

1. Tafsir fi zilal Quran : Said Quthb

2. Sofwatut tafasir : Muhammad Ali AsSobuni

Penerjemah:

Ezzah Syahira (dept. Training psdm odoj)

RTO/ 01/19/12/2014/dept.trainingpsdmodoj
March 26, 2015

Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah: 1-5

by , in
RUBRIK TAFSIR ODOJERS

Edisi Jumat, 12 Desember 2014

Screenshot_2015-02-24-06-37-58.png_edited_101

🌷Tafsir Qur'an Surat Al Baqarah: 1-5

[Menjadi Mukmin yang Memperoleh Kemenangan]

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الم)

(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ) (الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)

(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)

(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

(Al Baqarah: 1-5)

✨Subhanallah..

Surat terpanjang dalam al Quran ini diawali dengan satu ayat yang cukup indah dan memberi kesan mendalam kepada jiwa. Supaya jiwa ini yakin dan terus berusaha menjadi sebaik-baik hamba Allah SWT.

(ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)

Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

[Surat Al Baqarah: 2]

Allah berfirman lagi:

(الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)

Yaitu mereka yang beriman pada yang ghaib, melaksanakan solat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

[Surat Al Baqarah: 3]

(وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ)

Dan mereka yang beriman dengan al Quran yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya hari akhirat.

[Surat Al Baqarah: 4]

✨La hawla wa laa quwwata illa billah...

Nah, jelas di sini Allah telah memberikan panduan untuk menjadi insan yang bertaqwa.

Al Muttaqiin

Inilah ciri seorang Muslim yang memperoleh kemenangan.

Kenapa dengan menjadi golongan yang bertaqwa dikatakan sebagai golongan mukmin yang memperoleh kemenangan?

Maksud asal at taqwa diambil dari kata dasar: ittiqa' berarti: pencegahan untuk melindungi. Seseorang itu mencegah apa saja kemudaratan untuk melindungi dirinya dari bahaya. Dalam tafsir mushaf Al Masar, taqwa diartikan sebagai: mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Seandainya kita melaksanakan segala perintah di atas dengan penuh keimanan, kitalah golongan yang senantiasa di bawah petunjuk Allah dan golongan ini adalah mereka yang Al Muflihun.

(أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[Surat Al Baqarah: 5]

الفﻻح:

Kemenangan atau kejayaan menurut Abu Ubaidah: كل من أصاب شيئاً من الخير فهو مفلح: siapa yang memiliki sesuatu yang baik maka dialah yang beruntung.

Memiliki sesuatu yang baik:

Inilah Al Muttaqiin.

Yang beruntung:

Inilah al Muflihun

✨Kenapa harus berusaha menjadi mukmin yang bertaqwa? Tidak cukupkah kita menjadi mukmin saja?

Dan ketahuilah bahwa tiada balasan terbaik menjadi mukmin yang bertaqwa melainkan mendapat DERAJAT TERTINGGI di JANNATUN NA'IIM.

Wallaahu'alaam bisshawwab

Sumber: Kitab Sofwatut Tafasir-Muhammad Ali AsSobuni.

Ditulis oleh: Ezzah Syahira (dept. Training PSDM ODOJ)

RTO/01/12/12/2014/dept.training
March 23, 2015

Nugget Ayam dan Wortel ala Saya

by , in
Kadang sebuah resep masakan dipraktikkan secara tak sengaja. Itulah yang terjadi hari ini di dapur saya. Karena ada daging ayam sisa di kulkas yang belum tau ingin diolah menjadi apa,  akhirnya saya putuskan untuk disulap menjadi nugget,  salah satu camilan sekaligus lauk favorit anak saya. Pas banget ada wortel dan tahu juga. Tancaaaappp ^_^



Nugget Ayam dan Wortel

Bahan:

100 gram wortel, parut halus

100 gram daging ayam giling

100 gram tahu,  haluskan

100 gram tepung terigu

2 butir telur ayam

2,5 sendok teh garam

1 sendok teh merica bubuk

1 sendok teh gula pasir

1 sendok teh kaldu bubuk Alsultan (bubuk kaldu non MSG)

4 siung bawang putih, haluskan

2 batang daun bawang, iris halus

Bahan pencelup dan pelapis:

50 gram tepung terigu

100 ml air

100 gram tepung panir

Cara membuat:

1. Campur wortel, daging ayam, tahu, terigu dan daun bawang, sisihkan

IMG_20150322_104440_edited_100

2. Kocok telur ayam bersama garam, merica bubuk, gula,  kaldu bubuk Alsultan, dan bawang putih hingga  tercampur rata.

IMG_20150322_110057_edited_100

3. Masukkan ke dalam campuran wortel dan daging ayam,  aduk hingga tercampur rata.

IMG_20150322_110843_edited_100

4. Siapkan loyang persegi yang sudah diolesi minyak goreng. Masukkan adonan nugget, kemudian kukus selama 30 menit.

IMG_20150322_111839_edited_100

5. Setelah matang, dinginkan, angkat dari loyang dan  potong sesuai selera.

IMG_20150322_115814_edited_100

6. Campurkan bahan pencelup berupa air, terigu dan sedikit garam.

IMG_20150322_123125

Masukkan potongan nugget ke dalam bahan pencelup kemudian lumuri dengan tepung panir.

7. Goreng dengan api sedang sampai matang.

8. Nugget ayam dan wortel siap disantap ^_^

IMG_20150322_125548

Tatiek Ummu Hamasah Afra ^_^
March 16, 2015

Good Parenting dan Masa Depan Bangsa

by , in
Keluarga yang hangat,  gambaran dari good parenting. Perwujudan keluarag sakinah mawaddah wa rahmah
Keluarga yang hangat, gambaran dari good parenting. Perwujudan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah

Seorang anak yang sejak kecilnya tidak diperhatikan oleh orang tuanya, apalagi mengalami trauma entah karena ketakutan, kesedihan,  atau kemarahan,  otak akan mengeluarkan zat cortisol yang akan mengaktifkan fungsi batang otak atau otak reptil (menyerang, bertahan,  atau lari). Keadaan ini akan memperlambat perkembangan bagian otak lainnya, serta dapat mempengaruhi sistim imun, sehingga tubuh mudah terserang penyakit, serta dapat memperlambat proses belajar. Sebaliknya,  apabila seorang anak merasa dicintai, aman,  dan gembira,  otak akan mengeluarkan zat neurotransmitter yang akan mempercepat perkembangan otak,  meningkatkan sistim imun sehingga tubuh lebih sehat, serta proses belajar lebih efektif.

Bayangkan kalau seorang anak dibesarkan oleh orang tua yang tidak hangat dan lingkungan yang penuh tekanan dalam waktu yang lama, sehingga otak reptilnya yang akan lebih dominan berfungsi. Sebuah riset otak yang dilakukan oleh Dr. Bruce D. Perry menunjukkan bahwa mereka yang memiliki fungsi batang otak dan otak tengah dominan, cenderung gemar melakukan kekerasan. Sebaliknya,  fungsi bagian otak limbik (emosi/cinta) dan korteks (berpikir) mereka lemah. Sedangkan manusia yang bijak adalah mereka yang dapat menggunakan akalnya dengan baik serta memiliki empati atau rasa cinta yang tinggi, yang ditunjukkan oleh fungsi otak korteks dan limbik yang dominan. Semuanya ini dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil mereka.

Hasil penemuan Dr. Perry menunjukkan bahwa manusia yang agresif, impulsive,  atau violent, mempunyai lapisan korteks yang lebih tipis dibandingkan manusia yang jiwanya sehat, termasuk juga bagian otak reptilnya yang lebih tebal. Jadi, apa yang difirmankan oleh Allah Swt dalam Alquran adalah benar bahwa perilaku manusia bisa seperti hewan, bahkan bisa lebih buruk lagi (QS. Al Furqan: 44). Jangan-jangan merebaknya budaya kekerasan, saling mencurigai,  dan serakah (korupsi) di negeri tercinta ini,  mungkin disebabkan oleh manusia-manusianya yang memiliki otak reptil dominan. Karena yang membuat keputusan untuk melakukan kekerasan adalah para individu manusia, yaitu yang bersumber dari otak manusia. Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh Prof.  Marian Zeitlin tentang keluarga dan perkembangan anak adalah benar. Beliau mengatakan: "Alangkah mudahnya membuat sebuah bangsa bisa maju,  yaitu dengan sebuah kebijakan untuk menghimbau agar semua ibu hendaknya menyusui bayinya, mendekap dan memeluk mereka, memberikanciuman dan kata-kata manis, selalu menatap mata mereka dengan mesra, bernyanyi untuk mereka, bermain dengan mereka, serta jangan bosan mengucapkan I love you."

Membangun sebuah bangsa yang beradab harus dimulai dari bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para individu untuk dapat berkembang secara optimal,  yaitu dengan good parenting.

Good parenting adalah serangkaian tindakan-tindakan kecil yang dapat membuat seorang anak merasa diterima, disayang, didorong, diasah,  dan diasuh untuk menjadi manusia yang berkembang secara optimal, baik fisik, jiwa, kognitif, emosi, maupun spiritualnya.

Oleh: Dr. Ratna Megawangi

~Cuplikan Kata Pengantar dalam buku "Hikmah Mempesona dari Anakku"~

Ditulis ulang oleh Tatiek Ummu Hamasah Afra

Senin, 16 Maret 2015
March 06, 2015

Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Kita

by , in

Dua hari yang lalu saya mengikuti sebuah kajian bertema  Sex Education for Children dengan pembicara seorang guru Raudhatul Athfal (RA) yang juga aktivis PPMI (Persaudaraan Pengkisah Muslim Indonesia), ibu Ninik Hamidah, S.Ag. Beliau menyampaikan materi dengan gamblang disertai kisah-kisah nyata tentang perilaku seks menyimpang pada anak-anak, dari mulai yang sederhana sampai kepada yang membuat kami sebagai peserta beristighfar berkali-kali. Diselingi dengan suara beliau yang bisa berubah-ubah sesuai dengan tokoh yang sedang bertutur. Menarik sekali. Namanya juga jago mendongeng ^_^


Pendidikan seks itu bukan barang tabu dan seharusnya orang tua, terutama ibu, adalah penyampai pertama tentang hal itu kepada anak. Jangan sampai anak-anak yang penasaran dan tidak menemukan jawaban memuaskan dari orang tuanya malah mencari tahu dari pihak lain, misalnya dari teman yang ‘nakal’ atau pun via gadget. Pencaritahuan via gadget ini berpotensi mengarahkan anak untuk mengunjungi situs porno.


Tentang penyalahgunaan gadget yang digunakan untuk mengakses situs porno, data di lapangan telah menunjukkan kenyataan yang mencengangkan. Indonesia yang notabene adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tercatat sebagai penyumbang kedua untuk urusan trafik terbesar konten situs porno melalui smartphone ataupun tablet. Padahal pemblokiran situs-situs porno terus gencar dilakukan oleh Kementrian Kominfo sejak era Pak Tifatul Sembiring. Tapi sepertinya situs-situs yang ditutup tidak mau menyerah dan mereka mengcreate lagi yang baru dan semakin banyak tumbuh.



Bentengi Anak Kita


Ma’rifatullah adalah yang pertama kita kenalkan agar penjelasan-penjelasan selanjutnya lebih mudah diterima. Katakan pada anak bahwa Allah Yang Maha Hebat adalah pencipta kita yang menciptakan kita dengan keunikan masing-masing. Selanjutnya masuk kepada pendidikan seks yang dimulai  dengan sex interaction yaitu mengenalkan anak tentang anatomi tubuhnya, batasan-batasan aurat, dan sistim reproduksi.


Anatomi tubuh anak terkait alat genital diperkenalkan dengan sebutan yang sebenarnya (penis dan vagina), bukan dengan sebutan lain yang justru membuat bingung anak, misalnya: burung ^_^ Disebutkan contoh bahwa ada orang tua yang memakai istilah lain untuk pipis yaitu menyanyi :D Jika yang menghadapi si anak adalah orang lain yang tidak terbiasa dengan istilah dalam keluarga itu, bisa gawat! Ajarkan juga tentang fitrah laki-laki dan perempuan yang memang berbeda, bahwa laki-laki harus tegas dan perempuan itu lemah lembut.


Tentang  aurat, kita harus mengajarkan agar ia tidak terbuka di depan siapapun kecuali mahramnya. Ini akan menumbuhkan sifat menjaga diri, malu dan mencegah orang-orang amoral melakukan tindakan tidak senonoh kepadanya. Dimulai dengan selalu menutup pintu saat mandi, memakai handuk setiap keluar dari kamar mandi dan berpakaian lengkap jika keluar rumah. Ajarkan juga bagian-bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh oleh orang lain; bibir, dada, paha, alat kelamin dan pantat.


Pengenalan sistim reproduksi adalah tahapan selanjutnya saat anak sudah mulai menginjak usia delapan tahun. Perkenalkan anak tentang haid dan mimpi basah dalam bahasa yang mereka mengerti. Lanjutan dari penjelasan tentang sistim reproduksi itu adalah pengelolaan perasaan anak jika sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Jika dari awal sudah diajarkan tentang aurat dan batasan mahram, maka kondisi puber ini akan mudah dilewati dengan aman. Karena di sini ada hubungan sebab akibat yang bisa kita gambarkan contohnya. Misal: jika bersentuhan dengan non mahram maka berdosa. Maka keinginan anak untuk berbuat lebih jauh –misalnya pacaran- akan lebih mudah dikendalikan.


Semua itu tentu disampaikan dengan kesabaran dan komunikatif agar anak mau terbuka kepada orang tua. Berikan sentuhan dan pelukan agar anak merasa nyaman saat bertanya atau curhat. Dengarkanlah apa yang dicurhatkan anak tanpa memotong terlebih dahulu agar dia merasa plong. Selalulah berdoa agar anak-anak kita dilindungi dari godaan syaitan baik yang berbentuk jin atau pun manusia. Jika seluruh orang tua sadar akan pentingnya pendidikan seks bagi anak-anaknya sejak dini, maka kerusakan moral yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan dan gadget akan bisa diminimalisir bahkan dihilangkan, Insya Allah.



~~~~


"Semua kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin. Kepala negara adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang bapak pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang ibu pemimpin di rumah suaminya." (HR. Bukhari, no. 853, Muslim, 1829)



qs_annuur58Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Allah Ta'ala memerintahkan orang-orang beriman agar para pelayan mereka, seperti budak dan anak-anak yang belum baligh, agar minta izin (kala memasuki ruang khusus mereka) dalam tiga waktu; Pertama sebelum shalat Fajar, karena ketika itu orang-orang sedang tidur di tempat tidur mereka. Kedua; Ketika kalian melepas baju di siang hari, maksudnya waktu qailulah (tidur siang), karena pada saat itu biasanya orang-orang melepaskan bajunya di tengah keluarganya. Ketiga; Setelah shalat Isya, karena itu adalah waktu tidur.


Maka para pelayan dan anak-anak diperintahkan agar mereka tidak menerobos masuk rumah pada waktu-waktu tersebut, karena dikhawatirkan akan memandang sesuatu yang tidak baik pada seseorang di tengah keluarganya. Atau amalan semisal itu.


(Tafsir Ibnu Katsir, 6/82) tentang QS An Nuur: 58

~~~~

Pakisaji, 06 Maret 2015

Ummu Hamasah Afra
March 06, 2015

Teaching Our Children By The Difficulty

by , in
Joining kitchen activities
Joining kitchen activities

One young man went to apply for a managerial position in a big company. He passed the initial interview, and now would meet the director for the final interview. The director discovered from his CV that the youth’s academic achievements were excellent.

He asked, “Did you obtain any scholarships in school?”

The youth answered, “No.”

“Who paid for your school fees?”

“Parents”, he replied.

“Where did they work?”

“They worked as clothes cleaner.”

The director requested the youth to show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth and perfect.

“Have you ever helped your parents wash the clothes?”

“Never, my parents always wanted me to study and read more books. Besides, my parents can wash clothes faster than me.”

The director said, “I have a request. When you go home today, go and clean your parents hands, and then see me tomorrow morning.”

The youth felt dejected.  When he went back home, he asked his parents to let him clean their hands. His parents felt strange, happy but with mixed feelings, they showed their hands to their son.

The youth cleaned their hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his parents hands were so wrinkled, and there were so many bruises in their hands. Some bruises were so painful that they winced when he touched it.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fees.The bruises in the hands were the price that the parents had to pay for his education, his school activities and his future.

After cleaning his parents hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for  them. That night, parents and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director’s office.The Director noticed the tears in the youth’s eyes, when he asked: “Can you tell me what  have you done and learned yesterday in your house..?”

The youth answered,

“I cleaned my parents hand, and also finished cleaning all the remaining clothes. I now know what appreciation is. Without my parents, I would not be who I am today. By helping my parents, only now do I realize how difficult and tough it is to get something done on your own. And I have come to appreciate the importance and value of helping one’s family.”

The director said,

“This is what I am looking for in a manager. I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life.You are hired.”

~~~~

Moral of the story:

☁ A child, who has been protected and habitually given whatever he wanted, would develop an “entitlement mentality” and would always put himself first. He would be ignorant of his parent’s efforts.

☁ If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are we destroying our children instead?

☁ You can let your child live in a big house, eat a good meal, learn piano, watch on a big screen TV. But when you are cutting grass, please let them experience it. After a meal, let them wash their plates and bowls together with their brothers and sisters.

☁ It is not  because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way.

☁You want them to understand, no matter how rich their parents are, one day their hair will grow grey, same as the parent of that young person.

☁The most important thing is your child learns how to appreciate the effort and experience the difficulty and learns the ability to work with others to get things done.

Source: Group WA