Read, Write, Think, Thankful

Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Kita

Dua hari yang lalu saya mengikuti sebuah kajian bertema  Sex Education for Children dengan pembicara seorang guru Raudhatul Athfal (RA) yang juga aktivis PPMI (Persaudaraan Pengkisah Muslim Indonesia), ibu Ninik Hamidah, S.Ag. Beliau menyampaikan materi dengan gamblang disertai kisah-kisah nyata tentang perilaku seks menyimpang pada anak-anak, dari mulai yang sederhana sampai kepada yang membuat kami sebagai peserta beristighfar berkali-kali. Diselingi dengan suara beliau yang bisa berubah-ubah sesuai dengan tokoh yang sedang bertutur. Menarik sekali. Namanya juga jago mendongeng ^_^


Pendidikan seks itu bukan barang tabu dan seharusnya orang tua, terutama ibu, adalah penyampai pertama tentang hal itu kepada anak. Jangan sampai anak-anak yang penasaran dan tidak menemukan jawaban memuaskan dari orang tuanya malah mencari tahu dari pihak lain, misalnya dari teman yang ‘nakal’ atau pun via gadget. Pencaritahuan via gadget ini berpotensi mengarahkan anak untuk mengunjungi situs porno.


Tentang penyalahgunaan gadget yang digunakan untuk mengakses situs porno, data di lapangan telah menunjukkan kenyataan yang mencengangkan. Indonesia yang notabene adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tercatat sebagai penyumbang kedua untuk urusan trafik terbesar konten situs porno melalui smartphone ataupun tablet. Padahal pemblokiran situs-situs porno terus gencar dilakukan oleh Kementrian Kominfo sejak era Pak Tifatul Sembiring. Tapi sepertinya situs-situs yang ditutup tidak mau menyerah dan mereka mengcreate lagi yang baru dan semakin banyak tumbuh.



Bentengi Anak Kita


Ma’rifatullah adalah yang pertama kita kenalkan agar penjelasan-penjelasan selanjutnya lebih mudah diterima. Katakan pada anak bahwa Allah Yang Maha Hebat adalah pencipta kita yang menciptakan kita dengan keunikan masing-masing. Selanjutnya masuk kepada pendidikan seks yang dimulai  dengan sex interaction yaitu mengenalkan anak tentang anatomi tubuhnya, batasan-batasan aurat, dan sistim reproduksi.


Anatomi tubuh anak terkait alat genital diperkenalkan dengan sebutan yang sebenarnya (penis dan vagina), bukan dengan sebutan lain yang justru membuat bingung anak, misalnya: burung ^_^ Disebutkan contoh bahwa ada orang tua yang memakai istilah lain untuk pipis yaitu menyanyi :D Jika yang menghadapi si anak adalah orang lain yang tidak terbiasa dengan istilah dalam keluarga itu, bisa gawat! Ajarkan juga tentang fitrah laki-laki dan perempuan yang memang berbeda, bahwa laki-laki harus tegas dan perempuan itu lemah lembut.


Tentang  aurat, kita harus mengajarkan agar ia tidak terbuka di depan siapapun kecuali mahramnya. Ini akan menumbuhkan sifat menjaga diri, malu dan mencegah orang-orang amoral melakukan tindakan tidak senonoh kepadanya. Dimulai dengan selalu menutup pintu saat mandi, memakai handuk setiap keluar dari kamar mandi dan berpakaian lengkap jika keluar rumah. Ajarkan juga bagian-bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh oleh orang lain; bibir, dada, paha, alat kelamin dan pantat.


Pengenalan sistim reproduksi adalah tahapan selanjutnya saat anak sudah mulai menginjak usia delapan tahun. Perkenalkan anak tentang haid dan mimpi basah dalam bahasa yang mereka mengerti. Lanjutan dari penjelasan tentang sistim reproduksi itu adalah pengelolaan perasaan anak jika sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Jika dari awal sudah diajarkan tentang aurat dan batasan mahram, maka kondisi puber ini akan mudah dilewati dengan aman. Karena di sini ada hubungan sebab akibat yang bisa kita gambarkan contohnya. Misal: jika bersentuhan dengan non mahram maka berdosa. Maka keinginan anak untuk berbuat lebih jauh –misalnya pacaran- akan lebih mudah dikendalikan.


Semua itu tentu disampaikan dengan kesabaran dan komunikatif agar anak mau terbuka kepada orang tua. Berikan sentuhan dan pelukan agar anak merasa nyaman saat bertanya atau curhat. Dengarkanlah apa yang dicurhatkan anak tanpa memotong terlebih dahulu agar dia merasa plong. Selalulah berdoa agar anak-anak kita dilindungi dari godaan syaitan baik yang berbentuk jin atau pun manusia. Jika seluruh orang tua sadar akan pentingnya pendidikan seks bagi anak-anaknya sejak dini, maka kerusakan moral yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan dan gadget akan bisa diminimalisir bahkan dihilangkan, Insya Allah.



~~~~


"Semua kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin. Kepala negara adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang bapak pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang ibu pemimpin di rumah suaminya." (HR. Bukhari, no. 853, Muslim, 1829)



qs_annuur58Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Allah Ta'ala memerintahkan orang-orang beriman agar para pelayan mereka, seperti budak dan anak-anak yang belum baligh, agar minta izin (kala memasuki ruang khusus mereka) dalam tiga waktu; Pertama sebelum shalat Fajar, karena ketika itu orang-orang sedang tidur di tempat tidur mereka. Kedua; Ketika kalian melepas baju di siang hari, maksudnya waktu qailulah (tidur siang), karena pada saat itu biasanya orang-orang melepaskan bajunya di tengah keluarganya. Ketiga; Setelah shalat Isya, karena itu adalah waktu tidur.


Maka para pelayan dan anak-anak diperintahkan agar mereka tidak menerobos masuk rumah pada waktu-waktu tersebut, karena dikhawatirkan akan memandang sesuatu yang tidak baik pada seseorang di tengah keluarganya. Atau amalan semisal itu.


(Tafsir Ibnu Katsir, 6/82) tentang QS An Nuur: 58

~~~~

Pakisaji, 06 Maret 2015

Ummu Hamasah Afra

No comments:

Post a Comment