Read, Write, Think, Thankful

5 Insan, 5 Keunikan

PhotoGrid_1508531229310

Setiap manusia diciptakan Allah Ta’ala dengan segala keunikannya. Hal tersebut dapat berupa apa yang tampak oleh mata sebagai kelebihan atau pun kekurangan. Maka ada orang yang berwatak keras dan orang disekitarnya merasa was-was. Atau juga ada yang dari ‘sononya’ lemah lembut tapi justru membuat orang kalut. Mungkin salah satunya ada pada diri kita. Kita merasa baik-baik saja tapi pandangan orang bisa saja berbeda.

Sejatinya segala keunikan pada manusia adalah modal berharga. Berwatak keras tidak selalu salah, pun lembut tidak selalu mewakili si baik hati. Sebagai seorang muslim, kedua karakter itu harus dihadirkan pada saat yang tepat dan dalam porsi kebaikan. Hanya untuk meraih keridhaan Allah Ta’ala semata. Bukankah Umar bin Khaththab dan Abu Bakar itu unik dengan karakternya masing-masing?  

Keunikan juga tidak selalu tentang karakter atau pembawaan.Di bawah ini ada sekelumit kisah tentang 5 orang yang hebat dengan kisah keunikan yang berbeda. Nama mereka dicatat dengan tinta emas sejarah dan patut dijadikan contoh agar hidup kita terarah.

1. Julaibib

Ia adalah salah seorang sahabat yang awalnya terkesan biasa-biasa saja di mata para sahabat lainnya. Julaibib adalah orang yang tidak diketahui nasabnya secara jelas, memiliki kekurangan fisik dan kekurangan harta. Maka ia ditolak oleh orang tua seorang gadis sebagai calon menantunya, walaupun si gadis sebenarnya cenderung kepadanya.

Tapi di mata Rasulullah, ia adalah sahabat yang dicintainya. Julaibib selalu mengikuti pertempuran bersama sang Nabi hingga syahid menjemputnya. Rasulullah sendiri yang membawa tubuhnya dan menguburkannya. Kedudukannya di sisi Allah Ta'ala dinyatakan mulia. Masya Allah.

2. Bilal bin Rabah

Sahabat yang juga muazin Rasulullah ini pasti sudah kita hapal namanya di luar kepala. Ia termasuk Assabiqunal Awwalun dari kalangan budak. Keutamaannya yang lain, ia termasuk satu dari sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga. Masya Allah.

Kulitnya yang hitam pernah dicela oleh Abu Dzar Al Ghifari dan itu membuat Rasulullah menegurnya. “Hai Abu Dzar, sesungguhnya pada dirimu terdapat sifat jahiliyah. Putra kulit putih tidaklah lebih baik dari putra orang yang berkulit hitam, kecuali karena taqwa.” (HR. Muslim)

3. Ukasyah bin Mihsan

Ia adalah sahabat yang mempunyai keunikan karena keahliannya memanah dan menggerakkan tubuh dengan lincah. Ukasyah menjalankan anjuran Rasulullah untuk berlatih keras dan akhirnya menemukan keunikannya itu. Maka dengan keahliannya, anak panah yang diluncurkannya dalam peperangan hampir selalu tepat sasaran. Ia akhirnya mendapat rekomendasi dari Rasulullah sebagai bagian dari ahli surga yang tanpa dihisab dan diazab. Masya Allah.

4. Saad bin Abi Waqqash

Ia mewakili sosok sahabat yang memiliki keunikan berupa kelapangan hati. Rasulullah menyebut keunikannya itu sebagai modalnya menjadi salah satu ahli surga. Keunikan yang membuat Abdullah bin Amr bertanya kepada Saad tentang cara berlapang hati itu seperti apa. Jawabnya, “Aku tidak mempunyai rasa dengki pada seorang muslim pun dan aku tidak pernah berniat jahat atau berkata-kata buruk pada siapapun.” Sederhana, bukan? Walaupun kadang sulit juga diwujudkan. 😥

5. Salahuddin Al Ayyubi

Kita mengenalnya sebagai pemimpin gemilang yang memenangi perang salib. Walaupun sebenarnya Salahuddin Al Ayyubi bukanlah sosok orang yang pintar dan bukan administratur yang baik. Keunikannya adalah karena semangat juangnya yang tinggi. Semangatnya untuk membuat taktik yang hebat. Semangatnya untuk membela Allah Ta’ala semata dan ingin selalu dekat dengan-Nya dengan ibadah tak terputusnya.

Mari kita gali keunikan kita sendiri-sendiri. Lalu pelihara dan kembangkanlah ia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan di jalan-Nya. Padu padankan juga keunikan kita dengan yang lainnya dan salinglah bekerja sama. Maka rasakan kehidupan yang lebih berkah dan lebih berwarna.


Salam unik nan menawan,

Tatiek Purwanti

⚪⚫⚪⚫⚪⚫⚪⚫

#ODOPOKT19

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia

Referensi: Majalah Tarbawi

No comments:

Post a Comment