It's My World Full of Words

Agrowisata Petik Jeruk Dau, Surganya Jeruk di Malang


Membeli jeruk di pasar atau supermarket pasti sudah sering kita lakukan. Bagaimana dengan memetik jeruk langsung dari pohonnya? Bagi mereka yang memiliki pohon jeruk di rumahnya atau bahkan kebun jeruk, tentu itu mudah saja dilakukan. Nah bagi yang tidak memiliki keduanya tapi ingin merasakan memanen jeruk dengan riang gembira, datang saja ke Agrowisata Petik Jeruk di desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Saya sekeluarga sudah pernah merasakan berada di tengah-tengah surga jeruk itu. Sungguh mengasyikkan!

Pada suatu pagi yang cukup cerah, kami sekeluarga menuju ke desa wisata petik jeruk tersebut. Letaknya sekitar 23 kilometer dari rumah menuju ke arah utara, dengan jarak tempuh kira-kira 48 menit. Tapi karena saat itu jalanan padat merayap, kami baru sampai di lokasi yang terletak di jalan Watu Gede RT 01/RW 01 desa Selorejo itu sekitar satu jam kemudian. Jalan desa yang tidak terlalu lebar menyebabkan bus tidak bisa masuk ke sana. Maka calon pengunjung disarankan untuk menaiki mobil atau motor untuk masuk ke lokasi Agrowisata itu.


Untuk bisa memetik jeruk dan memakannya sepuasnya di tempat, kami harus membayar tiket masuk seharga Rp 20.000 per orang. Jika ingin membawa pulang jeruk-jeruknya, cukup membayar Rp 5.000 per kilo. Sebuah harga yang murah meriah untuk ditukarkan dengan kegembiraan saat menyatu dengan alam. Ya, karena konsep Agrowisata Petik Jeruk Dau ini alami berupa kebun-kebun jeruk terbentang yang dimiliki warga desa. Menurut salah satu informan, luas keseluruhan kebun jeruk adalah 240 hektar.



Begitu masuk desa Selorejo ini, kami langsung disuguhi pemandangan menakjubkan; hamparan hijau pohon jeruk yang berpadu dengan butir-butir jeruk berwarna kuning. Sungguh menyegarkan mata dan pikiran. Nah, ada 4 jenis jeruk yang ditanam di desa tersebut yaitu jeruk Baby Java, jeruk Baby Valencia, jeruk Baby Pacitan, dan jeruk Keprok Batu 55. Jeruk Baby biasanya dijadikan jeruk peras karena menghasilkan banyak air dan rasanya manis. Disebut dengan jeruk Baby karena air perasannya yang relatif bersih dari serat buah ini bisa diberikan untuk bayi tanpa khawatir si kecil merasakan rasa masam. Sedangkan jeruk Keprok Batu 55 adalah jenis jeruk kupas yang jika sudah matang akan berwarna kuning dan rasanya manis. Jeruk yang bibit asalnya dari kota Batu ini merupakan produk buah lokal unggulan yang lumayan dikenal di Indonesia.

Jeruk Baby Java (IG @petikjerukmalang)

Jeruk Keprok Batu 55 (IG @wisatapetikjerukselorejo)

Alangkah senangnya bisa berjalan di tengah-tengah rimbunnya pohon jeruk. Udara dataran tinggi yang cukup sejuk menjadi lebih sejuk lagi karena oksigen yang dihasilkan pohon-pohon itu seperti memanjakan paru-paru kami. Sambil memetik jeruk, saya sekeluarga sesekali berfoto di sana. Tentu saja banyak spot yang instagrammable yang sayang untuk dilewatkan. Saya pun berdecak kagum dengan ketelatenan para penduduk desa dalam merawat kebun mereka sehingga buah jeruknya bisa sebagus itu. Lalu dari ‘hobi’ mereka tersebut, uang seakan datang sendiri menghampiri dengan banyaknya pengunjung yang datang silih berganti. Salut.

Mau bawa pulang jeruk yang dipetik? Boleh. Ditimbang dulu (IG @wisatapetikjerukselorejo)

Setelah puas mencicipi jeruk-jeruk manis nan menyegarkan itu, kami membawa keranjang berisi jeruk yang kami petik ke arah depan kebun. Di sana ada pemilik kebun yang ramah dan siap melayani kami. Oh iya, selain ‘menunggu bola’, para pemilik kebun jeruk itu juga ‘menjemput bola’ dengan menjual jeruk-jeruk mereka ke luar daerah dengan harga yang cukup bersaing. Biasanya penjualan mereka meningkat pesat saat panen raya di bulan Juli. Wah, belum panen raya saja jeruk-jeruknya sudah melimpah ruah begitu. Apalagi kalau panen, ya.
Afra asyik memetik jeruk. Kapan-kapan ke sana lagi ya, Nak ^^

Saya sekeluarga pulang ke rumah dengan perasaan lega. Capeknya kaki karena berjalan-jalan tadi baru terasa. Saat berada di sana, berkeliling kebun rasanya senang saja. Sesuatu yang indah memang bisa mengalihkan penatnya raga. Insya Allah, suatu hari saya ingin kembali lagi ke sana. Menikmati indahnya desa dan damainya surga.


Salam pecinta keindahan,

4 comments:

  1. Pernah sekali kesini. Memang surganya jeruk. Anak-anak puas metik jeruk sambil manjat pohonnya. Puas pula makannya.

    ReplyDelete
  2. Uwooowwww...
    Mengapa baru baca sekarang huhuhu..
    Kami Minggu kemaren baru saja dari Malang dan Batu, trus di sana bengong mati gaya mau ke mana.
    Anak saya pengen petik jeruk, tapi gak tau tempatnya.

    Next bakal cobain deh.

    Btw salam kenal ya mba, 😊

    ReplyDelete
  3. Aw aw jeruuukkknyaaa seger bener kayaknya. Aku blm pernah kesini ni klok pas main ke malang. Catet ah lokasinya. Makasih sharenya ya mbk

    ReplyDelete
  4. Pernah ke wisata petik jeruk sendiri begini saat di Berastagi, Sumut. Tapi sayangnya, kebun milik masing-masing perseorangan..Jadilah sendiri-sendiri pengelolaan, otomatis enggak terlalu luas..tapi lumayan.

    Saya simpan juga ini, siapa tau pas ke arah sana bisa mampir nanti. TFS Mbak:)

    ReplyDelete