My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Saat Prive Uri-Cran Memberi Harapan: Cegah dan Atasi Anyang-anyangan

Sumber: IG @uricran.id

Kisah di bawah ini terjadi saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketika jam pulang sekolah tiba, saya bergegas keluar kelas dengan tergesa-gesa. Sepanjang hari, saya terpaksa bolak-balik ke kamar mandi sekolah. Ada sebuah keinginan untuk buang air kecil yang susah ditahan. Begitu sampai di ‘TKP’, urin yang keluar cuma sedikit. Duh!

Begitu tiba di rumah, kamar mandi lah ruang yang pertama saya masuki.
“Kenapa tergesa-gesa seperti itu?” tanya ibu saya setelah saya keluar dari kamar mandi.
“Kebelet pipis, Bu. Dari tadi begitu terus. Tapi yang keluar sedikit,” keluh saya seraya menceritakan rasa perih di area kewanitaan.
“Wah, kamu anyang-anyangan itu. Sini, jempol kakinya diikat pakai ijuk dulu,” ibu saya mengambil sapu ijuk, menarik beberapa helai, dan mempraktikkan apa yang diucapkannya tadi.

Saya yang masih imut-imut tentu saja menurut apa kata beliau. Lalu bagaimana hasilnya? Berangsur-angsur anyang-anyangan itu mereda. Tapiii… sebenarnya menurut saya bukan karena tindakan itu.

Ceritanya, setelah ayah saya pulang kerja, beliau menganjurkan saya untuk meminum air putih lebih banyak. Ya, waktu saya memang agak malas minum air putih jika tidak diingatkan. Dan di sekolah, saya sering sekali menahan keinginan buang air kecil karena enggan pergi ke toilet yang waktu itu kondisinya menyedihkan. Jika tidak kebelet bener, mending ditahan-tahan sampai pulang. Padahal hal-hal itulah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil yang saya alami saat itu. 

Anyang-anyangan, Sebuah Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Saya dulu tentu saja tidak tahu bahwa anyang-anyangan itu sebenarnya tidak boleh diabaikan. Ah, hanya sekedar kebelet pipis tapi tidak terlampiaskan. Tidak nyaman sih, karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Hoho, padahal anyang-anyangan ini sebenarnya adalah gejala awal dari Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saat saya mendengar kata ‘infeksi’ baru lah timbul kewaspadaan. Ngeri juga ternyata.

Sumber: medkes.com

Nah, ISK adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra) mengalami infeksi. Anyang-anyangan masuk ke dalam kategori ISK bagian bawah atau biasa disebut sistitis, dimana yang terinfeksi adalah bagian uretra dan kandung kemih. Sedangkan ISK bagian atas yang disebut pielonefritis itu menyerang ginjal dan ureter yang tentu saja lebih menyiksa rasanya. Selain merasakan anyang-anyangan, seseorang yang menderita pielonefritis biasanya juga mengalami demam dan nyeri pada panggulnya.

Mengutip wikipedia, anyang-anyangan yang mengakibatkan sakit saat buang air kecil ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pada laki-laki, lho. Singkatnya, 5 dari 10 perempuan pernah mengalami anyang-anyangan selama hidupnya. Saya sih, iya. Seingat saya -seperti tersebut di atas-saya pernah mengalami anyang-anyangan saat masih SD dan saat awal-awal menikah dulu. Pernah mendengar istilah ‘sistitis bulan madu’? Itu adalah anyang-anyangan yang timbul begitu seorang wanita mulai aktif secara seksual. Juga saat saya hamil besar, maunya bolak-balik ke kamar mandi melulu untuk BAK.

Sumber info: wikipedia


Penyebab Anyang-anyangan pada Wanita

1. Bakteri Escherichia coli atau E. coli
Ini adalah jenis bakteri yang sebenarnya terdapat pada usus besar manusia. Tugas dari E. coli adalah untuk membantu proses pencernaan dan memproduksi vitamin K. Tapi jika ia berpindah tempat, hal itu dapat menimbulkan infeksi.

Perpindahan bakteri E. coli bisa terjadi jika seseorang yang selesai melakukan buang air besar atau buang air kecil salah dalam melakukan cebok. Seharusnya, cebok dilakukan dengan arah yang benar yaitu dari depan ke belakang.

Selain itu, bakteri E. coli bisa ditularkan melalui tangan yang bersentuhan dengan makanan atau minuman yang terkontaminasi, juga hewan peliharaan. Maka mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir harus dibiasakan juga agar E. coli-nya tidak ‘menumpang’ pada tangan kita.

2. Menahan Buang Air Kecil dan Dehidrasi
Ini ada hubungannya dengan sebab di atas. Saat E. coli sudah menghuni saluran kemih, ia akan semakin berkoloni jika kita menahan untuk tidak buang air kecil. Penting untuk melakukan buang air kecil secara teratur setiap 3-4 jam. Agar lancar, asupan air putih juga harus cukup. Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi sehingga menyulitkan pembuangan racun tubuh dalam bentuk urin itu.

3. Kebersihan Area Kewanitaan
Jika seorang wanita mengalami keputihan, akan terdapat banyak bakteri dan jamur di area kewanitaannya. Bakteri atau jamur ini bisa masuk ke saluran kemih. Maka ia harus sering mengganti celana dalamnya, yang berarti juga harus sering membasuh area kewanitaannya dengan air yang mengalir. Hindari memakai celana dalam yang ketat dan terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Keduanya dapat memperparah kondisi keputihan yang sedang dialami.


Kebersihan area kewanitaan pasca melakukan hubungan intim juga harus diperhatikan baik-baik. Biasakan untuk membasuh area tersebut dengan air mengalir agar bakteri atau jamurnya menjauh dari situ. Jangan langsung tidur, ya!

4. Kehamilan
Saat seorang wanita sedang hamil tua, kandungannya yang membesar itu akan menekan kandung kemih. Maka ia akan sering terdorong untuk buang air kecil walaupun sudah berkali-kali dan urin yang keluar pun sedikit-sedikit saja. Duh, jadi teringat kenangan indah itu: perut besar dan langganan ke kamar mandi.


5. Menopause
Wanita yang telah mencapai menopause atau berhenti haid akan mengalami kadar estrogen yang menurun. Maka resiko terkena anyang-anyangannya lebih besar karena hilangnya flora vagina yang melindungi area kewanitaannya. Nah, ibu saya pernah juga mengalami ini saat sudah memasuki menopause-nya.

Buah Cranberry: Si Pencegah dan Pembasmi Anyang-anyangan

Mencegah dan mengatasi susah buang air kecil secara alami dan minim efek samping? Mau, dong! Nah, buah cranberry bisa menjadi solusinya. Dari namanya, Cranberry ini tentu saja termasuk keluarga berry-berry-an alias masih bersaudara dengan blueberry, raspberry, dan yang lainnya. Buah yang berwarna merah tua ini memiliki nama latin Vaccinium Oxycoccos. Ia adalah buah yang kaya akan proanthocyanidin yang berfungsi mencegah bakteri E. coli menempel pada saluran kemih.

Sumber: uricran.id

Sayang sungguh sayang, buah ini sangat sulit ditemukan di Indonesia. Ya, karena cranberry ini berasal dari Amerika bagian utara dan Kanada. Jadi gimana, dong? Gampang, kok karena sekarang sudah ada ekstraknya. Namanya: Prive Uri-Cran, sebuah produk suplemen makanan yang mengandung ekstrak Cranberry, vitamin C dan probiotik. Suplemen kesehatan yang diproduksi oleh PT. Combiphar ini adalah jawaban jitu atas pertanyaan: Bagaimana cara mencegah anyang-anyangan? Produk ini adalah pionir alias yang pertama kali ada di Indonesia, lho!

Prive Uri-Cran Plus dalam bentuk sachet (kiri) dan Prive Uri-Cran dalam bentuk kapsul (kanan) / IG @uricran.id


Prive Uri-Cran tersedia dalam bentuk kapsul (Prive Uri-Cran) dan juga dalam bentuk serbuk (Prive Uri-Cran Plus). Tinggal pilih saja mana yang Anda suka, ya.

1 boks Prive Uri-Cran berisi 3 blister yang masing-masing blister berisi 10 kapsul. Aturan minumnya adalah 1-2 kapsul per hari. Komposisinya adalah Vaccinium Macrocarpon (ekstrak Cranberry) 250 mg dan mengandung 18 mg PAC (Proanthocyanidin) Symptoms.



Sedangkan Prive Uri-Cran Plus dalam 1 boks-nya berisi 15 sachet, dengan aturan minum 1-2 sachet per hari. Komposisinya adalah 375 mg Ekstrak Cranberry, 60 mg Vitamin C, 0.1 mg Lactobacillus acidopillus, dan 0.1 mg Bifidobacterium bifidum.


Prive Uri-Cran Plus yang sudah dilarutkan di dalam air (dok. pribadi)

Saya sendiri sudah mencoba Prive Uri-Cran Plus yang dilarutkan dalam segelas air dingin. Rasanya segar, manis bercampur sedikit masam khas buah berry. Seperti yang tersebut di atas, meminumnya setiap hari pun aman bahkan untuk wanita hamil sekali pun. Sedangkan untuk anak-anak, dosisnya adalah setengah dari dosis orang dewasa.





Dengan rutin mengkonsumsi Prive Uri-Cran, kita akan terhindar dari resiko anyang-anyangan dan juga terbebas darinya jika sudah terlanjur ‘kena’. Selain itu, ekstrak cranberry yang terdapat di dalamnya juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan, dan sebagai anti oksidan. Wah, lumayan komplit juga ya manfaatnya.


Lalu, di mana sih saya mendapatkan Prive Uri-Cran? Saya yang berdomisili di Malang dapat dengan mudah membeli Prive Uri-Cran di dua apotik berikut ini:

Sumber: uricran.co.id

Anda pun bisa mendapatkan info tentang apotik-apotik yang menyediakan produk ini di website Prive Uri-Cran dan akun instagram Prive Uri-Cran yang sangat informatif.


Salam sehat dan selamat tinggal anyang-anyangan!







Tulisan ini diikutsertakan dalam Uri-Cran SEO & Blog Competition




1 comment:

  1. Mbak, aku ampun deh enggak mau nahan-nahan pipis lagi...Dah sering anyang-anyangan dan rasanya itu ...huh, menyiksaku. Syukurnya sekarang sudah ada Prive Uricran yang membantu kita mencegah pun mengatasinya..Enggak perlu ikat jempol kaki lagi kita yaaa:)

    ReplyDelete