Read, Write, Think, Thankful

Ngeblog Terus Pantang Mundur, Ini 10 Alasan Saya


Tanggal 27 Oktober nanti para blogger akan memperingati hari mereka; Hari Blogger Nasional. Tahun ini adalah yang ke-11. Yeay! Walaupun tidak dijadikan hari libur nasional, ikut bangga dong karena eksistensi blogger semakin diakui. Bagi saya sendiri, bulan ini menjadi momen untuk mengevaluasi pencapaian saya dalam ngeblog setahun belakangan ini.

Sebenarnya saya mulai mengenal blog sejak tahun 2010. Tapi ya begitu-begitu saja, sih. Just for fun, tanpa target, dan belum menjadi anggota komunitas blogger mana pun. Ditambah kesibukan bekerja, lengkap sudah alasan ketidakseriusan saya. Hehe…

Lalu kenapa saya menyebut setahun belakangan? Karena saya baru benar-benar bertekad untuk lebih serius ngeblog pada bulan November 2017. Bulan itu saya mulai beralih ke Top Level Domain (TLD), sekaligus beralih ke platform blogger. Sebelumnya saya masih memakai blog gratisan di wordpress.

Sebuah tekad telah saya tuliskan pada salah satu postingan di bulan Oktober 2017. Waktu itu saya mengikuti sebuah challenge di komunitas Blogger Muslimah Indonesia yaitu One Day One Post. Walaupun ngos-ngosan, saya ternyata bisa memosting tulisan di blog setiap hari. Tulisannya tidak terlalu panjang, sih. Finally, saya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik. Alhamdulillah. Dari situ lah saya mulai berpikir untuk lebih serius lagi. Harus segera TLD nih, pikir saya waktu itu.
Kenangan indah, hasil tantangan bulan Oktober 2017

Setelah beralih ke TLD, lancar jaya kah? Di awal tahun, yaitu bulan Januari dan Februari sih masih oke. Tapi pada bulan-bulan setelahnya, saya harus mengakui bahwa saya punya kesulitan dalam membagi waktu dan konsentrasi. Alhasil, saya baru menulis 30 postingan saja sampai bulan Oktober ini.

Pertama, tentang membagi waktu. Duh, ini klise banget kali, ya. Tapi kenyataannya, ‘kebangkitan’ saya terjadi saat sebenarnya saya kurang longgar dalam memegang gawai. Ada anak kedua saya yang saat itu belum berusia dua tahun. Berponsel atau membuka laptop di depannya tentu saja berusaha saya minimalisir. Ditambah lagi, saya sedang berjauhan dengan suami. Yes, we are LDR warrior.

Kedua, tentang membagi konsentrasi. Selain ngeblog, saya juga punya tekad untuk menambah koleksi buku antologi dengan berbagai tema. Saat itu, saya tertarik mengikuti beberapa proyek antologi. Beberapa mensyaratkan pesertanya untuk mengikuti  training sebagai awalannya. Rata-rata adalah antologi cerpen dan kisah inspiratif. Biasanya, saya butuh berhari-hari untuk menyusun ide, menulis, dan mengedit ulang.

Di sela-selanya, saya meneruskan PR membaca yang tertunda. Ini karena saya punya penyakit: lebih suka mengoleksi buku daripada mengoleksi baju. Hanya menumpuk buku tentu saja tidak bagus. Sedikit-demi sedikit saya pun menyelesaikan buku-buku itu. Nah, dalam kondisi capek, membaca itu lebih mudah bagi saya daripada menulis di blog. Begitulah.

Well, saya sudah memetakan tentang penyebab sedikitnya postingan di blog. Tapi apakah karena sedikit, lantas saya mundur saja? Hoho… insya Allah tidak. Saya akan tetap ngeblog dengan gembira, sesuai dengan kondisi saya. Tidak ngoyo, tapi juga berusaha ‘naik kelas’ walaupun mungkin tidak melalui ‘kelas akselerasi’.


Canva

Ya, saya akan ngeblog terus pantang mundur karena 10 alasan berikut ini:

1. Media Sosial Paling Sesuai

Di zaman kiwari ini, status kita sebagai makhluk sosial tetap harus dipelihara. Kita dimudahkan dengan berbagai pilihan media sosial yang bisa dikelola secara online. Ada jejaring sosial seperti Facebook, forum komunitas online seperti Kaskus, sharing konten seperti Youtube, microblogging seperti Twitter, dan jurnal online seperti Blog.

Blog adalah media sosial paling pas untuk saya. Di blog, saya bisa menuliskan berbagai hal secara panjang lebar. Saya bisa berbagi tentang pengalaman pribadi, pemikiran, dan informasi apa pun dengan sudut pandang saya sendiri. Selain itu, saya juga bisa berinteraksi dengan pengunjung blog dan pengelola  blog lain yang saya kunjungi.

Passion menulis terlaksana, bersosialisasi pun bisa. Sip!

2. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis

Personal blog yang saya kelola tentu saja berbeda fungsi dengan media mainstream online yang ada. Media-media itu pastinya menyampaikan berita dan fakta dengan pakem resmi jurnalis. Tapi di blog saya, pembahasannya bisa sedikit berbeda. Biasanya saya terdorong untuk mencari hikmah atau hal menarik di balik berita dan fakta tersebut. Saya jadi berusaha untuk berpikir lebih jauh dan tidak sepotong-sepotong.

3. Melatih Kesabaran dan Ketelatenan

Lho, kan sudah ada facebook? Ngapain ribet-ribet nulis di blog?

Mungkin ada yang berpikir begitu. Nah, justru di situ tantangannya. Personal blog seperti yang saya gunakan sekarang biasanya ditulis secara rinci berikut gambar-gambarnya. Butuh kesabaran untuk menulis draft, mengedit tulisan bold dan italic-nya, dan mengatur segala pernak-perniknya. Asyik, euy! Ada kelegaan tersendiri setelah berhasil menyelesaikannya.


pixabay

4. Membuat Saya Lebih Menghargai Waktu

Memilih untuk tetap ngeblog dalam ‘keterbatasan’ membuat saya berusaha memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Biasanya, saya akan menabung draft tulisan jika suami sedang berada di rumah. Jika badan masih fit dan si kecil sedang tidur, saya juga berusaha menulis walaupun sedikit.

5. Tempat Saya Membincangkan Buku-buku

Walaupun sebagian waktu ngeblog saya telah teralihkan karena saya ‘ngebut’ menulis buku-buku antologi, saya tidak menyesal. Buku dan blog tetap bisa saling berhubungan. Biasanya, saya mempromosikan buku-buku antologi itu di blog. Buku-buku yang sudah selesai saya baca juga menjadi modal saya untuk menulis di blog; resensi buku. Now it’s harvest time!

6. Tulisan Terarsip dengan Rapi

Tulisan-tulisan saya di blog ibarat deretan foto di album kenangan. Sangat berharga bagi saya dan sewaktu-waktu ingin saya buka kembali. Blog memudahkan saya dalam mencari tulisan-tulisan itu karena hasil postingan akan tersimpan sesuai bulan dan tahun yang dilalui.

7. Mengoptimalkan Fungsi Jejaring Sosial yang Lain

Selesai membuat postingan, pasti setiap blogger akan memberitahukan hasil tulisannya kepada orang lain. Saya sendiri biasanya membagikannya di facebook, twitter, dan instagram. Dengan sendirinya, ketiganya pun ikut ter-update. Info dan manfaat tulisan kepada khalayak ramai tentunya akan tersebar lebih merata.


pixabay

8. Mendorong untuk Berkomunitas

Seperti halnya perkumpulan profesi atau pehobi yang lain, para blogger juga punya wadah atau komunitas. Dulu saya tidak tahu arti pentingnya komunitas blogger. Sekarang, saya merasa nyaman berada di dalamnya. Saya punya mimpi untuk menambah jumlah komunitas blogger yang saya ikuti. Saya juga punya keinginan untuk kopdar dengan teman-teman blogger dalam suatu event. Selama ini kami masih berinteraksi via online.

9. Membuka Peluang Menambah Penghasilan

Hal ini saya letakkan sebagai alasan paling akhir karena saya masih perlu bekerja keras untuk mendapatkannya. Pengetahuan saya tentang SEO masih minim, juga skor Domain Authority/Page Authority blog saya. Karenanya, saya belum pernah mendapatkan job dari sini. Yang paling memungkinkan bagi saya saat ini adalah mengikuti lomba blog. Nothing to lose, karena mengikuti lomba-lomba itu adalah tantangan lanjutan yang menyenangkan.

10. Membuat Saya Bahagia

Poin kesepuluh ini lah sesungguhnya intinya. Ya, karena saya merasa bahagia setelah selesai menulis di blog. Saya pernah sangat berterima kasih pada suami yang bersedia menemani Si Adek bermain, sehingga saya bisa menyelesaikan draft tulisan saya yang tertunda-tunda. Duh, bahagianya! Seorang ibu yang bahagia pasti akan berdampak positif bagi perkembangan anak-anaknya, bukan? Itulah yang saya rasakan, alhamdulillah.


pixabay

Fiuhh, lega rasanya setelah menuliskan apa yang tersimpan di dalam dada. Memetakan berbagai alasan di atas semoga menjadi pengingat saya untuk rajin belajar secara konsisten. Ya, sesungguhnya segala yang menyangkut blog adalah tentang belajar. Jalan masih panjang, insya Allah. Saya akan berusaha terus menikmatinya.

Selamat menuju Hari Blogger Nasional. Saya sih berharap agar ada event akbar nasional pada hari itu. Yuk, buat dunia semakin berwarna. Mari bersuara dengan cara kita. Mari menjadi pejuang literasi untuk kejayaan negeri.


Nah, boleh dong berbagi apa alasan teman-teman ngeblog?
Thanks for visiting and sharing.^^

Salam semangat,







Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba C2 Creator Contest 2 dengan tema "Kenapa Harus Ngeblog?"



Juga diikutsertakan dalam program One Day One Post bersama Estrilook Community

21 comments:

  1. Betul mba, saya juga selalu bahagia kalau selesai menulis. apalagi postingan ada yang komen, double seneng deh jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, begitulah, Mbak. Rasa senang yg tdk terbeli dg uang. Makasih udah mampir

      Delete
  2. Hai mba, kita samaan nih, heheh sy juga ngeblog di WP dari 2010 baru seriusin akhir 2017 , kenapa ? Senang saja ketika tulisan tsb bisa bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos kalo gitu, Mbak :) Yuk, lebih seriusin lagi!

      Delete
  3. subhanallah,semoga saya bisa mencontoh semangatnya. Meski pemula,tapi saya sudah bisa merasakan asyik dan nikmatnya menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, saling menyemangati, Um. Kalo udah merasakan nikmatnya menulis, nanti bakalan keterusan. Capek itu pasti, sesekali berhenti juga gapp. Saya pun begitu. Yang jelas, tetap melanjutkan perjalanan :)

      Delete
  4. Keren banget, tampilan blognya juga kece 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, belum keren sebenernya, Mbak. Masih belajar keren ini :)

      Delete
  5. wah, aku malah ga tau klo 27 oktober itu adalah hari blogger nasional. pantesan aku sering denger istilah blogtober tiap bulan oktober. semangat mbak! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, sekarang jadi tau ya, Mbak :) insya Allah saya sedang memupuk semangat, nih. Biar numbuh jadi tanaman, hehe

      Delete
  6. Setidaknya dengan ngeblog, kita terhindar dari hasrat untuk membuat status julid di FB yess kak hehhee, salam blogger

    ReplyDelete
  7. Toss kita, ultah TLD bulan Novemer juga tapi 2016 :)
    Kalau saya udah enggak ikut antologi lagi hihihi..fokus ngeblog dan sosmed. Mungkin buku solo nanti #mungkinterus
    Kalau saya ngeblog karena menulis membuat saya bahagia, waktu saya bisa dimanfaatkan dengan kegiatan positif dan produktif.
    Maklum ditinggal kerja dan sekolah seharian itu bisa bikin emak baper di pojokan liat pameran seliweran di sosmed.
    Jadi ngeblog saja, ada yang baca saja..saya sudah bahagis:)

    ReplyDelete
  8. Membuat saya bahagia ini bener banget. Dengan ngeblog bener2 melatih emosional kita. Setuju banget sama tulisannya. Makasih ya mba sharingnya 😊

    ReplyDelete
  9. Rasanya 10-10nya bener deh...tp klo lagi semangat bisa 2.postingan sehari. Klo usah gitu rasanya plong, beban didada lepas & senang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  10. Nomor 10 betul bangeeet. Happy dengan blog...

    ReplyDelete
  11. Ah bener banget mbak, dengan ngeblog selain meng arsip tulisan. Juga bikin bahagia. Aaaah gak bs diungkapin dengan kata2. Apalagi ketika ada yang berterima kasih karena tulisan kita ada manfaatnya hiks terharu. Ada atau tidak ada yang baca, saya akan tetep nge blog. Karena inilah bahagianya seorang Ibu :)

    ReplyDelete
  12. Alasan ngeblog karena suka menulis, suka pengen berbagi cerita, mau nunjukkin punya foto-foto keren (uoups), dan senang hati gitu kalau tulisanku dibaca apalagi dikomentari. Hahaha, serius dikit ah. Ngeblog itu membebaskan segala apa di kepala yang nggak sempat atau nggak berani diucapkan lewat kalimat verbal. Saat tulisan selesai dan statusnya published, bahagiaaa sekali rasanya hati ini.

    ReplyDelete
  13. Semangat hidup makin hidup mbak, sekarang bisa mencari komunitas baik melalui media sosial ya mbak, apalagi dengan kemampuan menulis yang terus ditingkatkan, jadi berasa punya catatan pribadi yang makin rapi😁

    ReplyDelete
  14. Wah keren mbak, mau belajar konsisten juga ah biar bisa produktif.

    ReplyDelete
  15. Saya juga ngeblog awalnya untuk curhat, sekarang bisa untuk banyak hal, termasuk eksistensi dan materi. Biki makin semangat pastinya. Sukses ya mba!

    ReplyDelete
  16. Waaw ikut semangat baca artikel mb Tatiek. Sebagai blogger pemula dan masih pupuk bawang, saya punya keinginan jadi blogger yang konsisten menulis. Bantu saya ya mb buat semngat menulis...

    ReplyDelete