My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Mengenal 34 Hewan Langka di Indonesia Lewat Antologi Dongeng Ini




Judul buku: 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia
Jenis Buku: Antologi Dongeng Fabel
Penulis: Wulan Mulya Pratiwi, dkk
Terbit: Cetakan ke-1, Mei 2018
Penerbit: Scritto Book Publisher
Jumlah halaman: 160 halaman
Ukuran buku: 17,5 x 24 cm
ISBN: 978-602-51347-1-5


Sejak kecil, membaca dongeng menjadi aktivitas yang hampir tidak terpisahkan dalam keseharian saya. Tepatnya kelas 2 SD, saya mengenal majalah Bobo dan mulai jatuh cinta pada beraneka cerita di dalamnya. Tidak harus majalah yang baru, sih. Saat itu saya lebih banyak membeli majalah bekas dengan kondisi bagus. Jika diajak ke pasar, saya lebih memilih mampir ke lapak koran dan majalah bekas daripada membeli snack. Duh, surga dunia sekali jika tumpukan majalah saya bertambah.

Time flies and now…

Saat anak sulung saya, Afra, mulai bisa membaca, saya dan suami mulai melepasnya membaca sendirian. Alhamdulillah, dia antusias, baik buku atau majalah. Sebelum fase membaca, kami memang rutin membacakan dongeng dan cerita anak-anak. Juga mengajaknya ke bazar buku di kota Malang. Afra pun menjadi terbiasa dengan buku dan mulai senang mengoleksinya.

Koleksi bacaan si Afra bertambah satu saat buku antologi kesepuluh saya terbit. Saat itu, bulan Mei 2018. Alhamdulillah, ini adalah buku antologi anak-anak yang terbit untuk kedua kalinya. Jika yang pertama diterbitkan indie oleh Wonderland Publisher, yang kedua ini terbit mayor oleh Scritto Books Publisher.

Bila Para Hewan Langka Bercerita

Seperti judulnya, 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia, buku ini berisi 34 dongeng fabel. Tokoh utama dongengnya adalah hewan-hewan langka dan dilindungi yang tersebar di 34 provinsi di negeri ini. Asyik! Afra pun kegirangan.

Yang pertama dicarinya adalah dongeng hasil karya emaknya. Di dalam buku ini, saya menulis dongeng berjudul Kisah Si Kudi, Kuau Kerdil yang Pandai Menyanyi. Sebagian jalan cerita adalah dari usulan Afra. Makanya dia merasa ikut berjasa, hehe.


Kuau Kerdil? Apa itu? Mungkin ada yang belum tahu, ya. Itu adalah jenis burung Merak yang berukuran kecil. Lha dulu saya juga baru benar-benar ngeh tentang Kuau sesaat sebelum menulis dongengnya. Ah, itu jadi catatan tersendiri buat saya. Ya, menjadi penulis cerita anak itu harus berbekal wawasan yang luas. Setelah itu, dibutuhkan kreatifitas untuk mengolah jalan cerita dengan bahasa yang bisa dipahami oleh anak-anak. Menantang sekali ternyata.

Nah, buku ini punya beberapa keunggulan, yaitu:

1. Anak bisa mengenal bentuk hewan-hewan langka di Indonesia yang mungkin selama ini kurang familiar bagi mereka. Namanya juga hewan langka, mereka tidak bisa setiap saat dijumpai seperti ketika anak-anak bisa menyaksikan hewan peliharaan.

2. Anak sekaligus bisa menghafal nama 34 provinsi di Indonesia. Hayo, kita yang orang tuanya kadang juga suka lupa, kan? :D

3. Seperti dongeng fabel pada umumnya, selalu terdapat pesan moral di akhir cerita. Diharapkan, anak bisa belajar dari pesan kebaikan yang disampaikan.

4. Selain pesan moral, terdapat fakta unik tentang hewan-hewan tersebut sehingga wawasan anak pun bisa bertambah. Misalnya: di sela-sela kaki Harimau Sumatera ada selaput, sehingga ia jago berenang. Atau Komodo yang ternyata jadwal makannya cukup sebulan sekali.

5. Ke-34 dongeng itu ditulis oleh para penulis berbeda yang terlebih dahulu lulus training kepenulisan cerita anak di Wonderland Creative, sekarang beralih nama menjadi Wonderland Family (WF). Pementornya adalah Kak Wulan Mulya Pratiwi, owner WF yang namanya tertulis di sampul buku ini.

6. Buku ini full color dengan ilustrasi hewan-hewan yang menarik. Anak-anak tentunya cepat bosan jika isi bukunya hanya tulisan, bukan?

7. Harganya cukup terjangkau, berkisar Rp 55.000 - Rp 59.000.
Dulu, beberapa orang teman memesan langsung buku ini ke saya, dengan harga yang lebih murah tentunya. Sekarang, stoknya sudah habis.

Mejeng bareng si buku di Gramedia Solo

Karena terbit mayor, buku ini tersedia di beberapa toko buku Gramedia. Saya menjumpai buku ini di Gramedia Solo, saat mudik lebaran kemarin. Sekarang, saya kurang tahu stoknya masih ada atau tidak.

Yang jelas, buku ini masih tersedia di berbagai toko online seperti Lazada dan Tokopedia.


Yuk, Kenalan dengan Mereka!

Tidak seperti di bukunya, saya menyebutkan nama hewan langka berdasarkan urutan provinsi yang ada di Indonesia, ya.


1. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
➡ Burung Cempala Kuning atau Ceumpala Kouneng.
Judul dongengnya adalah “Si Ceumpie, Cempala Kuning yang Sabar” oleh Yovani Rahmita Simatupang.

2. Provinsi Sumatera Utara
➡ Burung Beo Nias.
Judul dongengnya adalah “Si Beni yang Pintar Meniru Berbagai Suara” oleh Efa Refnita.

3. Provinsi Sumatera Barat
➡ Kuau Raja.
Judul dongengnya adalah “Si Kukuh, Kuau Raja yang Berani Menyampaikan Kebenaran” oleh Ida Najati.

4. Provinsi Riau (Daratan)
➡ Burung Serindit.
Judul dongengnya adalah “Si Rimbit, Burung Serimbit yang Sayang Adik” oleh Anggita Aninditya Prameswari.

5. Provinsi Kepulauan Riau
➡ Ikan Kakap.
Judul dongengnya adalah “Persahabatan Ikan Kakap dan Biyan Si Nelayan” oleh Saptawati Rita Kusmartini.

6. Provinsi Jambi
➡ Harimau Sumatera.
Judul dongengnya adalah “Si Heri, Harimau Sumatera yang Baik Hati” oleh Wulan Mulya Pratiwi.

7. Provinsi Sumatera Selatan
➡ Ikan Belida.
Judul dongengnya adalah “Nasib Malang Lida, Si Belida Kecil” oleh Rara Radyanti.

8. Provinsi Bangka Belitung
➡ Mentilin.
Judul dongengnya adalah “Si Melin, Mentilin yang Pemalu” oleh Dian Akbas.

Seperti ini bentuk Mentilin

9. Provinsi Bengkulu
➡ Beruang Madu.
Judul dongengnya adalah “Si Kecil Boru yang Mengakui Kesalahannya” oleh Siti Hartinah.

10. Provinsi Lampung
➡ Gajah Sumatera.
Judul dongengnya adalah “Gala, Si Gajah Pekerja Keras” oleh Neng Rahmi.

11. Provinsi DKI Jakarta
➡ Elang Bondol.
Judul dongengnya adalah “Pemimpin yang Bijaksana” oleh Dini W. Tamam.

12. Provinsi Jawa Barat
➡ Macan Tutul Jawa.
Judul dongengnya adalah “Tito, Macan Tutul Jawa yang Pemalu” oleh Devi Natranita.

13. Provinsi Banten
➡ Badak Jawa.
Judul dongengnya adalah “Bacil dan Kulit Pisang” oleh Enny Mamito.

14. Provinsi Jawa Tengah
➡ Burung Kepodang Emas.
Judul dongengnya adalah “Puti, Kepodang Emas yang Berhati Emas” oleh Sanah Nasution.

15. Provinsi DI Yogyakarta
➡ Burung Perkutut Jawa.
Judul dongengnya adalah “Tutu, Perkutut Jawa Berjiwa Penolong” oleh Anisa Nofita.

16. Provinsi Jawa Timur
➡ Ayam Bekisar.
Judul dongengnya adalah “Kisar, Ayam Jago Bersuara Merdu” oleh Utami Indra Putri.

17. Provinsi Bali
➡ Burung Jalak Bali.
Judul dongengnya adalah “Jali, Jalak Bali yang Berbudi Mulia” oleh Maya Romayanti.

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat
➡ Rusa Timor.
Judul dongengnya adalah “Rosi, Rusa Timor yang Ingkar Janji” oleh Muyassaroh.

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur
➡ Komodo.
Judul dongengnya adalah “Edo, Komodo yang Selalu Bersyukur” oleh Ika Herayana Noviani.

20. Provinsi Kalimantan Barat
➡ Rangkong Gading.
Judul dongengnya adalah “Raka, Rangkong Gading Si Penyayang dan Baik Hati” oleh Mira Humaira.

21. Provinsi Kalimantan Tengah
➡ Kuau Kerdil.
Judul dongengnya adalah “Kisah Si Kudi, Kuau Kerdil yang Pandai Menyanyi” oleh Tatiek Purwanti alias saya sendiri 😁

22. Provinsi Kalimantan Selatan
➡ Bekantan.
Judul dongengnya adalah “Poky Tidak Rakus Lagi” oleh Nurdianah Dixit.

23. Provinsi Kalimantan Timur
➡ Pesut Mahakam.
Judul dongengnya adalah “Pema, Pesut Mahakam yang Rajin Berkumur” oleh Tita Widya.

24. Provinsi Kalimantan Utara
➡ Owa Kelempiau.
Judul dongengnya adalah “Neru yang Tidak Gampang Sakit” oleh Citra Anindya Braun.

25. Provinsi Sulawesi Utara
➡ Tangkasi/Tarsius.
Judul dongengnya adalah “Tarsi, Si Mungil yang Tak Suka Adu Domba” oleh Damar Aisyah.

26. Provinsi Sulawesi Barat
➡ Burung Mandar Dengkur.
Judul dongengnya adalah “Ara, Burung Dengkur Suku Mandar” oleh Elka Ichsan.

27. Provinsi Sulawesi Tengah
➡ Burung Maleo Sengkawor.
Judul dongengnya adalah “Maleo Tidak Pemarah Lagi” oleh Novia Sabda.

28. Provinsi Sulawesi Tenggara
➡ Rusa Anoa.
Judul dongengnya adalah “Oni, Anoa Sang Penyelamat Hutan” oleh Nita Oktifa.

29. Provinsi Sulawesi Selatan
➡ Burung Julang Sulawesi.
Judul dongengnya adalah “Si Taong yang Malas Bersih-bersih” oleh Roikhatuz Zahro.

30. Provinsi Gorontalo
➡ Ikan Bulalao.
Judul dongengnya adalah “Boma, Ikan Bulalao Si Pemberani” oleh Naning Yulia.

31. Provinsi Maluku
➡ Burung Nuri Raja Ambon.
Judul dongengnya adalah “Nona dan Sarang Berulin Cengkeh” oleh Alia Prabandari.

32. Provinsi Maluku Utara
➡ Burung Bidadari Halmahera.
Judul dongengnya adalah “Bira, Bidadari Halmahera yang Suka Menolong” oleh Kartika Susilowati.

33. Provinsi Papua Barat
➡ Burung Cendrawasih Merah.
Judul dongengnya adalah “Cendra, Si Cendrawasih Merah yang Tak Sombong Lagi” oleh Dian Restu Agustina.

34. Provinsi Papua
➡ Burung Cendrawasih 12 Kawat.
Judul dongengnya adalah “Paradise, Si Penyayang Teman” oleh Diah Yulianti.



Alhamdulillah, lengkap sudah. Saya menulis ulang nama-nama hewan di atas didampingi oleh Afra juga. Sambil membaca ulang, sambil bercanda juga. Mumpung si kecil masih bobo. :)

Jalan cerita masing-masing dongeng pastinya tidak bisa saya bocorkan yaa, hehe. Saya sarankan untuk memilikinya karena isinya sangat bermanfaat, insya Allah. Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan pencerahan, orang tua juga. Seperti saya yang akhirnya memperoleh pengetahuan baru tentang fauna Indonesia setelah membacanya.

Yuk, sayangi fauna langka kita! ^^

Salam Pecinta Dongeng,









Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post bersama Estrilook Community.
#ODOP_Day7


1 comment:

  1. Samaan banget, anak sy juga kalau ada buku sy terbit yang dicari cerita ibunya yang mana ya? :D Senang bisa satu buku denganmu, Mbak :)

    ReplyDelete