My Lifestyle, My Journey, My Happiness

March 18, 2019

Pesan Cinta untuk Sahabat

by , in


Tahun 2018 adalah tahun dimana saya begitu bersemangat mengikuti berbagai proyek antologi. Sadar diri bahwa saya banyak ketinggalan, saya bertekad menebus ketertinggalan itu. Alhasil, hingga saat ini sudah ada 20 buku antologi saya yang terbit, baik melalui lomba atau event nulis bareng. Insya Allah, masih ada lagi 4 buku antologi saya yang dalam proses terbit.

Beberapa buku antologi tersebut sudah pernah saya tuliskan di blog ini, beberapa yang lain belum. Termasuk diantaranya adalah 3 buku antologi puisi saya yang diterbitkan oleh Forum Aishiteru Menulis (FAM) Indonesia, Kediri. 

Buku antologi puisi saya yang terbit di FAM Indonesia untuk kali pertama berjudul Pesan Cinta untuk Sahabat. Ini adalah proyek nulis bareng, jadi bukan sebuah lomba. Tapi menurut penyelenggaranya tetap ada seleksi, sih. Buku ini menjadi buku antologi saya yang ke-5.


Dari judulnya, teman-teman pasti bisa menebak bahwa buku antologi puisi tersebut berisi pesan-pesan untuk sahabat atau teman dekat. Ya, selalu ada cerita menarik dan mengesankan di balik hubungan kita dengan mereka yang dekat dengan kehidupan kita. Maka lahirlah 2 puisi saya berikut ini...


Senja, Pagi, dan Arti Hadirmu
Oleh: Tatiek Purwanti

Mengapa banyak manusia memuja senja?
Kudapati ia bertahta pada judul-judul roman
Pada bait-bait puisi rindu dan jatuh cinta
Jadi inspirasi luapkan berderet-deret perasaan

Padahal senja bagiku adalah sendu
Karena tak kulihat lagi rinai tawamu
Padahal senja adalah permulaan kesedihan
Karena kita terpisah jarak, berjauhan

Hanya kamu yang tertakdir mengerti
Bahwa aku lebih mencinta, mendamba pagi
Mentari menyapa, kita pun bersua ceria
Menyimak lagak gerak, titah petuah mereka
Para pahlawan tanpa tanda jasa
Dan kelas kita seketika menjelma
bak satu ruangan mewangi di surga

Kadang aku malas, sering berbuat tak jelas
Tapi segera aku bergerak lagi bergegas
Kamulah yang menarikku, damai merangkulku
Kamu yang sediakan jemari tanganmu
Untuk kugenggam erat, jadi penguat
Hanya kamu yang mampu, duhai sahabat

Siluet senja kini membayang kembali
Istanaku masih sunyi sepi tiada berisi
Wajah ayah bundaku masih tersimpan di sana
Di antara deru kemacetan tengah kota
Hatiku kembali kaku membeku
Peluk senyum mereka sungguh kurindu

Ah, cepatlah hadir kembali wahai pagi
Agar sosok sahabatku segera berdiri di sisi
Padanya kulabuhkan keluh sepiku
Entah apakah hingga akhir waktu


Malang, 11 September 2017



Kita Berbeda untuk Bersama
Oleh: Tatiek Purwanti

Kaleng keriput bekas minuman
Menggelinding jadi bulan-bulanan kakimu
Tersuruk sempurna ia di sudut lapangan
Selalu begitu kau luahkan marahmu

Nada-nada cadas terluncur padamu
Memaksa aku raih kata sepakat darimu
Kau mematung, aku lekas berlalu
Selalu begitu kutumpahkan kecewaku

Dua cerita di antara ratusan kisah kita
Dua anak manusia coba satukan rasa
Kau dan aku sungguh jauh beda
Mungkin bak bumi dan satelit alaminya
Kau nyaman dengan diam tenangmu
Aku merasa ada dengan riuh celotehku

Kini kita telah menang atasnya
Merangkai simpul-simpul sahabat di antara
hati-hati damai kita
Kita memang berbeda untuk bersama
Kita belajar dari eloknya taman bunga
Beraneka puspa itu ciptakan harmoni
Justru karena mereka berwarna-warni

Malam ini, dengarkan tanyaku
Kita kah sahabat selamanya itu?


Malang, 11 September 2017



Saat itu, saya cenderung suka menulis puisi panjang-panjang seperti di atas. Kalau sekarang, saya lebih nyaman menulis puisi yang agak pendek. Sah-sah saja sebenarnya karena jenis puisi baru memang tidak terikat dengan aturan panjang-pendek lirik dan bait. 

Dilihat dari isinya, dua puisi saya tersebut adalah Puisi Deskriptif yang masuk dalam kelompok Puisi Impresionistik. Sebagai pengingat, Puisi Impresionistik adalah puisi yang mengungkapkan suatu kesan (impresi) penyair/penulis terhadap suatu hal. Ya, kesan saya terhadap kisah persahabatan.

Nah, lahirnya buku antologi puisi tersebut membuat saya saat itu ingin mengikuti lagi dua proyek antologi puisi yang lainnya. Insya Allah, akan saya bagikan puisi-puisi saya pada tulisan saya selanjutnya.

Saya menyukai puisi, baik membaca atau menuliskannya. Tapi saya merasa belum ahli dan ingin terus belajar tentang puisi. Bagaimana dengan teman-teman?


Salam,


March 08, 2019

Energy of Akad

by , in

Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.
[HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 7643, 8789), hadits hasan]

Saya kira, teman-teman yang membaca judul di atas pasti mengerti asal mulanya, ya. Yups, itu saya ambil dari hashtag #EnergyOfAkad yang terdapat di instagram Syahrini pasca pernikahannya dengan Reino Barack (27/02/2019) di Masjid Camii Tokyo, Jepang. Sebuah frasa yang gue banget. Saya pernah merasakan energinya, bahkan hingga hari ini.

Masih terbayang suasana saat akad nikah kami digelar. Pagi itu, Masjid Nurul Islam di Mukakuning, Batam cukup ramai dipadati para undangan. Saya masih teringat juga irama detak jantung yang kian cepat saat ijab kabul terucap (27/11/2005). Tuh, tanggal nikahnya sama dengan Syahreino, hihi. 

Syahreino: Behind the Scene


Sebelum membicarakan tentang Energy of Akad versi saya, boleh dong saya mengulas tentang peristiwa pernikahan Syahrini-Reino yang menjadi perbincangan hangat beberapa hari ini. Anggap saja saya sedang menulis tentang tetangga. Iyes, blogger kan tetangganya artis. Mayoritas artis aktif di instagram, blogger juga. Yekan? 😎 *pede aja lagi...

Berawal dari status seorang seleb facebook sekaligus famous blogger yang ternyata menjadi penggemar Princess Syahrini. Inisialnya Mbak JD. Tebak sendiri ya, hehe...

Biasanya saya memang menyimak status-status si Mbak ini karena tulisannya keren, berbasis data, tapi ada bumbu kocaknya juga. Segar. Beliau ini memang lifestyle blogger; menulis apa saja mulai dari dunia perpolitikan sampai hiburan. Ceritanya, beliau salut dengan totalitas Syahrini di dunia entertainment, termasuk cara kalem Sang Incess menanggapi para haters; Emotional Quotient-nya oke.

Wah, selama ini saya hanya sekadar tahu bahwa Syahrini adalah artis yang penampilannya glamour dan centil. Sebagian orang bilang dia suka pamer. Gara-gara Mbak JD, saya jadi kepo tentang seorang Syahrini. Mengapa sampai Reino Barack memilihnya, ya?

Serasi 👍🏻

Setiap rasa kepo harus disalurkan dengan mencari tahu sendiri agar mendapat info valid. Pastinya hanya sebatas membaca berbagai artikel di media online, menonton channel berita resmi di youtube, dan stalking instagram Syahrini. Tidak mungkin ketemu orangnya langsung dong, ya. Maka selama dua hari dua malam saya mencari tahu tentang sosok Syahrini yang sebenarnya. *Terniat banget 😛

Hasilnya, ternyata Syahrini ini memang memiliki apa yang seharusnya dimiliki seorang entertainer. Suaranya cukup bagus -walaupun tidak secetar Tiga Diva- dan mampu memeriahkan suasana. Setahu saya, tidak banyak penyanyi yang bisa melucu seperti dia. Ditambah pula dengan memiliki tim manajemen yang kompak. Gimmick semacam alhamdulillah ya, cetar membahana, atau maju mundur cantik adalah strategi jitu untuk branding dirinya.

Tentang penampilannya yang glamour, ya iya laah... Dia jadi brand ambassador dan high level influencer. Apa yang tampil di akun instagramnya adalah dalam rangka pekerjaan dan hobi travellingnya. Saya saja saat meng-endorse produk di instagram berusaha untuk tampil lebih rapi dari biasanya. Pun para penghuni instagram yang bukan public figure, pasti mengunggah foto-foto dengan penampilan terbaiknya. Betul?

Di luar dunia hiburan, dia adalah sosok yang ramah, dibesarkan di lingkungan yang cukup agamis, dan dikenal dermawan. Belakangan, dia mulai mengikuti Kajian Musawarah, sebuah kajian untuk para artis. Saya kira ini juga menjadi nilai plusnya. Kekurangannya pasti ada. Manusiawi lah. Tapi saya kira daya tariknya lebih kuat.

Sedangkan gosip yang menyebut dia adalah istri simpanan ternyata hanya beredar di kalangan netizen dan paranormal. 😐 Tidak terbukti nyata muncul dalam berita resmi. Tentu bukan tugas saya mengorek-ngorek apa yang tidak tampak di permukaan, bukan?

Setelah menyimak youtube yang berisi kunjungan Syahrini ke sebuah pesantren tahfizh yang membuat saya menangis, saya menggerakkan jempol untuk menjadi follower instagramnya. Sorry for unknowing deeper about you before, Dear. 

Insya Allah, Syahrini adalah orang baik yang bisa melakukan banyak kebaikan via popularitas dan hartanya. Apa yang ditulis Mbak JD ternyata benar. 👍

Mungkin hal-hal di atas yang membuat seorang Reino Barack memilih Syahrini untuk menjadi istrinya dalam waktu singkat. Pastinya hanya dia dan Allah yang tahu alasan tepatnya. 


Bagi sebagian orang ini mengejutkan. Big boss di Global Mediacom dan MNC New Media ini dulu bahkan tidak menjanjikan pernikahan sejak awal berpacaran dengan Luna Maya. Saat itu, dia berkata bahwa pernikahan itu adalah konsep hidup yang rumit dan ia mungkin baru siap di usia 38 tahun.

Ternyata Reino menemukan belahan jiwanya  di usia 34 tahun. Jodohnya ternyata tidak jauh-jauh, dari kalangan artis sebagaimana mantan kekasihnya dulu. Tapi karena tidak jauh itulah terjadi kehebohan yang bisingnya mungkin bisa menyaingi ributnya para pendukung capres. #ehh 😅

Membaca Pernikahan Tak Biasa


Jujur, saya belum pernah sekepo ini terhadap pernikahan artis sebelumnya. Lanjut, ah... Toh saya juga sedang membaca. Bukan buku memang. Tapi membaca sebuah peristiwa tentang sebuah konsep pernikahan artis yang tak biasa. Ini bak novel bergenre romance yang tokoh-tokohnya hidup. 

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari proses menuju hari-H pernikahan, pas hari-H, dan setelahnya. Insya Allah, ini saya tulis dengan husnuzan, berdasarkan apa yang saya baca dan saya lihat dari sumber resmi (wawancara di youtube dan portal berita resmi). Emoh ah menyimak akun gosip lambe turah dkk. Idih 😒

1. Jangan Terlalu Mencintai

Kehebohannya dimulai dari postingan instastory Luna Maya: Makan teman lagi hits. Rupanya Luna sedang galau. Di sebuah tayangan infotainment dia pernah berpendapat tentang etika pertemanan. Menurutnya siapapun temannya tidak boleh mendekati mantan pacarnya. Lho...

Singkat kata, tertuduhlah Syahrini sebagai teman yang menikung teman sendiri. Padahal Luna dan Reino sudah lama putus sebelum Reino mendekati Syahrini. Walaupun akhirnya instastory itu dihapus, fans Luna garis keras sudah terlanjur melancarkan serangan. (Mungkin) ditambah juga dengan para haters abadi Syahrini yang seperti mendapat celah.

Bertubi-tubi komentar mengerikan saya dapati di instagram Syahrini. Mulai dari body shaming sampai sumpah serapah yang tidak pantas bertebaran di sana. Padahal di saat yang sama, sepertinya Luna sudah mulai menyadari bahwa dia sudah terlalu mencintai Reino yang kadar cintanya tidak sedalam dirinya. Instastory-nya berbicara lagi. Ya, terlalu cinta adalah sebuah kesalahan yang berbuah luka sebab belum ada akad nikah yang mengikat keduanya.

Unggahan instastory Luna

Pun dia juga memposting rasa terima kasih dan permohonan maaf atas kesalahannya pada Reino Barack di feed instagramnya. Ini sudah dihapus juga. Menurut saya, sepertinya Luna mulai belajar ikhlas dan berusaha melepaskan.

2. Jangan Berlebihan Membenci

Cerita terus berlanjut pada panggung SCTV Awards 2018 (30/11/2018). Sang MC, Andhika Pratama mengajukan pertanyaan di jeda waktu menyanyi. Sebuah pertanyaan bernada menggoda apakah benar Syahrini punya hubungan spesial dengan Reino Barack. Syahrini keberatan menjawabnya.

Andhika terus mengejar, "Teteh takut dibilang teman makan teman, ya?"

Syahrini rupanya merasa terganggu dengan kekepoan Andhika, lantas menjawab, "Ngaku-ngaku teman kali."

Menurut saya, Syahrini menjawab seperti itu untuk mengelak tuduhan yang beredar di luar sana. Dia hanya berusaha defensif, bukan sengaja membuat pernyataan. Khilaf memang.

Wuih, semakin sadis saja cacian para haters. Syahrini dituduh tidak mengakui Luna sebagai temannya. Padahal jejak digital menunjukkan bahwa Syahrini dan Luna pernah beberapa kali bersama dalam sebuah agenda. Syahrini dianggap tidak peduli perasaan teman hanya demi bisa cepat menikah.

Para awak media pun heboh mencari Reino Barack yang biasanya susah sekali ditemui. Akhirnya Reino buka suara bahwa kedekatannya dengan Syahrini adalah sebuah kewajaran karena sama-sama single. Istilah 'teman makan teman' itu konyol menurut Reino. Dia sudah putus dengan Luna, pun menurutnya Syahrini dan Luna hanya sekadar teman biasa, bukan teman akrab.

pixabay

Seharusnya clear, kan? Ternyata tidak, Saudara-saudara. Hiks... Bencinya para haters pada Syahrini mah lanjut teruuus. Saya mengetik sambil gemas sendiri ini. Apa sih enaknya membenci bertubi-tubi? Padahal sebenernya para haters ini kenal Syahrini pun tidak. Hanya tahu info melalui media dan akun gosip instagram yang sering memanas-manasi itu. 

Karena para haters ini adalah saudara setanah air, saya prihatin, dong. Gini amat yak netijen yang jadi harapan bangsa dan negara. Guys, silakan tidak menyukai seseorang. Tapi kalau saya sih berusaha tidak suka dari segi perbuatannya, bukan orangnya. Sebab, setiap orang berhak dan bisa berubah lebih baik, insya Allah.

Saya sendiri walaupun sekarang jadi anggota BEFI alias Barisan Emak Follower Incess, tetap salut dengan Luna. Sebelum ribut-ribut ini, saya bahkan memposting sosok Luna di akun instagram saya untuk mengulas filmnya "Insya Allah Sah 2". Aktingnya bagus dan bikin baper di situ. 

Saya juga menjagokan dia sebagai pemenang di Indonesia Movie Actors (IMA) Awards 2019 yang digelar tanggal 14 Maret 2019 nanti. FYI, Luna Maya menjadi salah satu nominator Pemeran Utama Wanita Terbaik berkat aktingnya yang bikin ngeri di film Suzzanna Bernapas dalam Kubur.

Saya salut dengan perjuangan Luna untuk bangkit lagi pasca keterpurukan karena 'kasusnya' yang dulu. Tapi saya menyayangkan perbuatannya mengunggah instastory seperti di atas. Sebuah tuduhan yang menjadi viral dan berujung pertanyaan Andhika seperti di atas. 

Nah, rasa salut tetap bisa berdampingan dengan ketidaksetujuan perbuatan. Tidak harus benci setengah mati, gitu loh...

3. Bahayanya Penyakit Hati

Setelah Syahrini dan Reino diberitakan resmi menikah, saya kira hawanya akan kembali adem. Lha wong sudah nikah, gitu lho. Mau diapain? Berarti mereka memang jodoh dan itu pasti atas takdir Allah Swt. Ternyata, masih rameee...


Saya tentu saja menunggu foto akad nikah mereka di instagram, dong. Yang diunggah pasangan itu kali pertama ternyata tulisan basmalah, hamdalah, salawat nabi, dan doa suami untuk istrinya. Saya sungguh terharu, tapi tidak dengan sebagian netijen. Masih saja bersumpah serapah, bahkan ada yang mendoakan agar pasangan tersebut cepat bercerai.

Duh, saya istighfar berkali-kali. Ini namanya kebencian sudah meningkat menjadi iri dan dengki. Ya, keduanya adalah penyakit hati yang berbahaya untuk kesehatan iman. Orang yang iri itu tidak suka jika orang lain mendapatkan kebahagiaan. Sedangkan orang yang dengki lebih parah lagi. Selain tidak suka orang lain bahagia, dia juga berharap agar kebahagiaan itu hilang dari orang yang dibencinya. Naudzubillah...

Saya percaya bahwa setiap ketikan jari kita ada pertanggungjawabannya kelak. Entahlah dengan mereka yang bahkan tidak bisa menahan diri barang sebentar saja. Bahkan gambar yang berisi kalimat Allah dan salawat kepada Rasul pun sepertinya tidak membuat mereka 'sungkan'. 😢

Tidakkah mereka tahu bahwa orang yang menikah itu adalah 1 diantaranya 3 golongan yang berhak mendapat pertolongan Allah Swt?


Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah: (1) mujahid fi sabilillah (orang yang berjihad di jalan Allah), (2) budak yang menebus dirinya supaya merdeka, dan (3) orang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.
[Hadits hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad (II/251, 437)]

Masih berharap sih para netijen ini hanya iri dengki di dunia maya. Karena saya tidak yakin mereka akan berani memaki-maki Syahrini-Reino jika bertemu betulan. Hayolooh...

Sebenernya rumus 'orang biasa' seperti kita terhadap para artis itu sederhana: jika suka silakan cari info tentang mereka, jadi follower instagramnya, bahkan mungkin membeli tiket konser atau film yang dibintangi mereka. Jika tidak suka, ya tidak perlu mampir-mampir instagramnya hanya untuk menghujat terus-menerus dan menanam bibit dengki di hati. 

Deddy Corbuzier pernah berkata pada program TV Hitam Putih, "If you don't like me and still watch everything I do, you are a fan." 😉

4. Setelah Move On, Lanjut Move Up

Di dalam aturan Islam, untuk menjemput jodoh adalah melalui ta'aruf dan tidak mengenal istilah pacaran. Jika masih bersikeras pacaran, tentu ada konsekuensinya. Secara syariat, ada dosa yang dibuat. Secara psikologis, harus siap sakit hati karena putus cinta.

pixabay

Agar tidak sakit hati berkepanjangan, seseorang yang baru putus cinta harus segera move on; melupakan mantan dan segala kenangan tentangnya dengan tetap yakin akan ada penggantinya. Sayangnya, Luna Maya termasuk yang susah move on dari Reino.

Setelah mereka putus di pertengahan 2018, Luna pernah membujuk Reino berkali-kali untuk menemani liburan ke Bangkok pada momen ulang tahunnya. Awalnya Reino tidak mau, tapi akhirnya bersedia. Statusnya sudah teman biasa tentunya.

Reino sudah zero feeling, tapi Luna rupanya masih mencintai Reino. Itu diungkapkannya saat diwawancari Boy William pada channel youtube Nebeng Boy. "I do still love him," katanya. Nah loh...

Tiap orang memang berbeda-beda proses move on-nya. Perempuan cenderung memakai perasaan, sementara laki-laki biasanya lebih mengandalkan logika. Tidak heran jika Reino dalam hal ini sudah lebih dahulu move on, bahkan dia sudah melakukan move up.

Ada yang belum tahu istilah move up? Inilah perbedaannya dengan move on.

Move on adalah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Sedangkan move up adalah berpindah dari satu hati ke Sang Pemilik Hati. Ketika kita memilih untuk move on, itu artinya kita masih tetap bergantung lagi pada hati manusia, yang boleh jadi akan membuat kita kecewa lagi. Namun ketika kita move up, kita mengisi hati dengan nama-Nya. Jika akhirnya bertemu dengan pengganti, hati kita tetap berharap pada-Nya.

Move up dalam urusan percintaan dibuktikan dengan tidak lagi pacaran dan menyegerakan menikah untuk mencari rida Allah Swt, saat menemukan seseorang yang tepat. Nah, Reino sudah melakukannya walaupun dicap aneh oleh mereka yang belum paham; menikah kok secepat itu?

Bagaimana dengan Luna? Saat kabar pernikahan Syahrini-Reino santer diberitakan, bahkan masih ada foto-foto Reino di akun instagramnya. Tapi dia pun sepertinya berusaha move on. Saat diwawancarai Raditya Dika, Luna berkata bahwa dia ikhlas menikmati luka hatinya. Dia juga memilih untuk menjadi high quality jomlo dan akan lebih fokus pada pekerjaannya.

Alhamdulillah, ternyata Luna pun akhirnya move up. Di hari-H pernikahan Syahrini-Reino, dia memutuskan untuk menunaikan ibadah umrah. Sebuah pilihan yang tepat. Karena banyak orang yang sedang dilanda kesedihan, pelariannya malah ke hal-hal negatif.

Saatnya untuk mengisi sudut-sudut hati dengan nama-Nya. Menjadikan Allah Swt sebagai cinta pertama. Sambil terus meyakini bahwa takdir Allah Swt adalah yang terbaik. Akan ada jodoh untuk Luna, Insya Allah.

Setelah move up, tidak perlu mendengarkan lagu Cintaku Kandas ya, Mbak Lun. Nanti takutnya malah terbayang-bayang lagi dan merasa tersakiti. Itu juga bukan lagu sindiran, kok. Netijen mah aya-aya wae.

Lha wong lagu itu sudah diciptakan oleh Ade Govinda sejak dua tahun yang lalu. Lagunya sebenarny bertema friend zone, tapi berujung kasih tak sampai. Proses rekamannya sudah dimulai sejak Januari 2018, lalu launching pada bulan Oktober 2018.

Kok bisa pas dengan situasi terkini? Hmm... Lagu Kemarin-nya Seventeen Band juga pas dengan tragedi Tsunami Selat Sunda, kok. Qadarullah jika bisa pas seperti itu.

Para netijen yang budiman pun harus move up, dong. Yuuk!

Energi dari Sebuah Akad


Peristiwa pernikahan Syahrini-Reino memang tak biasa terjadi di kalangan artis. Dari sejak lamaran hingga hari-H pernikahan, keduanya memilih bungkam. Itu sesuai dengan pernyataan Syahrini yang berjanji akan mengenalkan suaminya kepada publik setelah mereka resmi menikah. 

Banyak pihak mengganggap acara pernikahannya  tertutup dan dirahasiakan. Ah, curiga melulu, sih. Tepatnya, itu tertutup untuk media. Sah-sah saja jika mereka menginginkan suasana akad nikah yang sakral. Lagipula, tetap ada gala dinner pada malam harinya yang mengundang banyak orang.

Aw aw aw, kalah deh drakor

Syahrini-Reino akhirnya go public beberapa hari yang lalu. Mereka mengunggah video di instagram saat acara pertunangan. Masya Allah, saya yang sudah emak-emak saja merinding. Ikut terharu dan rasanya adeem gitu melihat pasangan yang sudah halal berdampingan. Saat saya menulis ini, video tersebut sudah mendapatkan 15 juta viewers. Wow.

Yang paling saya tunggu tentunya momen akad nikahnya. Sebuah momen yang biasanya membuat saya mencucurkan air mata. Bagaimana tidak? Ada tanda-tanda kebesaran Allah Swt pada peristiwa itu. 


Sebagai orang yang dulu berusaha keras untuk tidak berpacaran, akad nikah menjadi bukti nyata bagi saya bahwa Allah SWT pasti tidak membiarkan saya sendirian. Saya dipertemukan dengan jodoh dengan cara-Nya. Di saat yang tepat dan dalam waktu singkat. Hilang sudah kesedihan karena pernah disindir: gimana mau dapat jodoh kalau tidak pacaran?

Mungkin itu pula yang dirasakan Syahrini saat akad nikah mereka berlangsung. Setelah melalui jalan berliku (jodohnya dijagain orang dulu) akhirnya dia dipertemukan dengan pangeran impiannya. Prosesnya tidak lama dan mungkin tidak disangka-sangka. Jika Allah Swt sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin.

Baarakallahu laka wa baaraka alaika wa jama'a bainakuma fii khairin. 

Happy Wedding, Dear Princess. Finally, you found your Prince Charming. 💑

Separuh agama kalian sudah sempurna. Selamat berjuang bersama untuk yang separuhnya lagi dengan menjadi suami istri yang saling melengkapi untuk meraih takwa.





#EnergyOfAkad
#SyahreinoSatuAtap
#BukanInfotainment
#NiruHestekMbakDian 😁





March 06, 2019

Manfaat-manfaat yang Akan Kamu Dapatkan Saat Memakai Colocation Server

by , in

Ketika membicarakan bisnis dunia Teknologi Informasi atau IT, seperti tidak ada batasnya karena selalu muncul hal-hal baru yang tanpa kita sadari. Sama dengan halnya dunia web dan pemograman. Suatu sistem bisa dikendalikan dengan aman kalau kita memakai penyedia layanan yang berkualitas pula.

Tidak sedikit perusahaan atau startup yang memakai colocation server sebagai penengah sistem web dengan data center-nya. Server-server akan tersimpan di dalam data center lalu secara otomatis bandwidth akan terhubung yang fungsinya sebagai komunikasi data. 

Buat kamu yang menjalani usaha dalam bidang IT atau bisnis apapun yang membutuhkan banyak data, lebih disarankan menggunakan layanan colocation server daripada membuatnya sendiri. Agar lebih jelasnya, bisa kamu baca di bawah ini. 

1. Membantu Mengurangi Budget Ekstra

Membangun data center dan colocation sendiri sebenarnya tidak apa-apa kalau memang kamu bisa memahaminya dan mengaturnya sendiri. Tapi, hal yang harus kamu perhatikan adalah soal budget yang nanti akan dikeluarkan untuk membangunnya sendiri. 



Membantu kedua sistem jaringan tersebut tidaklah gampang dan harus mengeluarkan modal lebih karena membutuhkan banyak perangkat agar bisa berjalan dengan maksimal. Kalau pun mau membuatnya sendiri, kamu harus membutuhkan perangkat-perangkat seperti pendingin ruangan dan sistem, alat pencegah dan keamanan kebakaran, serta genset.

Tanpa adanya ketiga peralatan listrik itu, data center kamu pasti akan terus mengalami kendala apalagi listrik yang kadang-kadang padam secara tiba-tiba. Daripada kamu mengeluarkan budget ekstra, sebaiknya pakai layanan colocation server untuk menghemat biaya.

Kamu bisa menitipkan server kamu ke data center mereka dan mereka yang akan mengatur segalanya. Dengan begitu, sistem kamu bisa tetap berjalan selama 24 jam dan kamu akan lebih tenang.

2. Efisien

Kamu yang membangun data center sendiri kadang-kadang akan kesusahan mengatur waktu dan susah mengerjakan yang lain, apalagi kamu tidak punya banyak staff untuk melakukannya. Maka itu, lebih baik manfaatkan layanan colocation server agar mereka saja yang mengatur data center kamu.


Kamu sudah tidak usah pusing-pusing lagi dalam hal maintenance-nya karena mereka yang mengaturnya. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dalam pekerjaan lainnya dan pasti akan lebih menghemat waktu.

3. Memberikan Jaminan Keamanan

Sebelum membuat data center sendiri, tentu kamu harus mempertimbangkan secara matang kebutuhan-kebutuhan yang diperlukannya. Salah satu yang harus kamu punya dalam membuat data center adalah keamanannya. Keamanan adalah hal wajib yang perlu kamu perhatikan. 


Tidak ada jaminan keamanan tentu membuat data center milikmu bisa dibobol orang lain. Tugas dari colocation server adalah membantu meningkatkan keamanan agar tidak gampang diserang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Percayakan saya semua keamanannya pada mereka. Ketika terjadi bencana alam pun pasti mereka juga akan menstabilkan data center kamu, sehingga sistem yang kamu punya bisa tetap berfungsi. 

4. Memberikan Sistem Upgrade Secara cuma-cuma

Ketika memanfaatkan layanan colocation server, kamu tidak usah lagi memikirkan sistem upgrade-nya lagi. Mereka akan memberikannya secara cuma-cuma karena sudah termasuk harga pertama yang kamu bayarkan. Dengan begitu, kamu tidak usah lagi memikirkan cara upgrade sistemnya, apalagi buat kamu yang belum tahu caranya. 


Dengan mendapatkan keempat manfaat itu, tidak usah khawatir lagi memakai jasa colocation server. Layanan yang bisa kamu pakai adalah dari Nex Data Center dengan websitenya nexdatacenter.com. Kamu tidak usah lagi ragu dengan pelayanannya mereka karena mereka sudah menjadi layanan terpercaya masyarakat Indonesia selama lebih dari 10 tahun.

Dengan pengalaman yang sudah mereka punya, tentu kamu tidak akan kecewa. Beberapa perusahaan terkenal juga sudah menggunakannya karena memang memberikan hasil yang memuaskan. Mereka bisa menjadi solusi bisnis kamu yang mau berkembang di tengah-tengah majunya dunia tekhnologi.







Sumber gambar: pexels
March 06, 2019

Kiat Membeli Furniture Kantor agar Tidak Menyesal

by , in

Furniture kantor menjadi item perusahaan yang harus dipertimbangkan secara baik-baik. Penggunaannya bukan hanya dipakai oleh individual saja, tapi dipakai bersama-sama oleh semua karyawan kantor. Karena itu, kenyamanannya perlu kamu perhatikan dengan baik karena bisa mempengaruhi semangat kerja penggunanya.

Buat kamu yang diberi tanggung jawab membeli furniture kantor, sebaiknya cari tahu dulu apa-apa saja yang harus dipersiapkan sebelum membelinya. Buatlah daftar lengkapnya, agar tidak salah membeli. Berikut beberapa kiat yang perlu kamu terapkan saat membeli perabotan kantor.

Mengetahui Ukuran Ruangan

Sebelum pergi membeli perabotan kantor, sebaiknya kamu tahu dulu berapa ukuran ruangan yang mau ditambahkan furniture kantor. Pastikan setiap dimensinya kamu ukur dengan tepat, agar tidak salah membeli ukuran perabotannya.


Pengukuran ini bisa menjadi acuan untuk menentukan berapa besar meja, lemari, serta rak yang akan dibeli. Jangan sampai kamu memilihnya dengan ukuran yang lebih besar dari ruangan. Ukuran yang tidak pas seperti itu hanya akan membuat ruangan menjadi lebih sempit dan pastinya pemakainya tidak nyaman bekerja.

Pilih saja ukuran yang pas atau sedikit lebih kecil dari ukuran ruangan. Dengan begitu, masih ada jarak atau ruang untuk staff bisa berjalan mau pun bergerak.

Kualitas Furniture

Memikirkan kualitas memang sangat penting karena bisa mempengaruhi berapa lama barang itu akan bertahan selama pemakaiannya. Dari setiap perabotannya, kamu harus bisa menentukan kualitasnya, mulai dari meja, kursi, lemari, dan sebagainya.



Untuk kursi, kamu harus mempertimbangkan bagaimana kenyamanan yang akan didapat penggunanya. Pilih dudukan yang bahannya empuk, sehingga meski duduk berlama-lama membuatnya tidak lelah. Pastikan juga senderan punggungnya harus nyaman, agar postur duduknya bisa tetap baik dan sehat.

Sedangkan kualitas meja bisa kamu tentukan dari bahan material yang dipakainya. Variasi material yang digunakan bermacam-macam sesuai dengan kebutuhannya. Tapi, pilih saja bahan yang sudah dipastikan awet atau tahan lama, seperti kayu. Meski ada bahan yang lebih murah seperti laminasi papan, kamu harus tahu bagaimana perawatannya agar bisa tetap dipakai untuk jangka waktu yang lama.

Penempatan Furniture

Kenyamanan karyawan bukan hanya dari kelengkapan fasilitas yang diterimanya saja, tapi juga bagaimana peletakan furniture kantor itu sendiri. Hal ini mungkin cukup sepele, tapi tahukah kamu kalau salah penempatan bisa mempengaruhi cara kerja karyawan kamu?


Ya, salah penempatannya saja, karyawan kamu menjadi tidak nyaman. Apalagi diberikan ruang yang sangat sedikit untuk bergerak, sehingga mereka tidak bisa bergerak ke mana-mana. Misalnya saja meja kerja karyawan, lebih baik jangan diletakan terlalu berdekatan atau kalau perlu diberikan partisi. Dengan begitu, mereka masih tetap diberi ruang untuk bergerak dan gampang untuk berkomunikasi.

Pilihan Warna

Sebagian orang awam yang ditugaskan untuk membeli furniture kantor, pasti tidak akan memperhatikan pemilihan warna, karena mereka lebih fokus pada pemilihan material, kualitas, dan harganya saja. Padahal kalau mereka juga memperhatikan juga, tentu karyawan menjadi lebih semangat dan nyaman.


Kenapa bisa berpengaruh? Pemilihan warna yang cerah membuat suasana ruangan kantor semakin lebih hidup dan bersemangat, sehingga kondisi karyawan pun juga akan semakin semangat untuk bekerja. Warna cerah juga memberikan kesan yang tenang dan menyegarkan, sehingga ruangan menjadi lebih tidak membosankan. Efisiensi kerja pun semakin meningkat.

Dari keempat kiat di atas, jangan sampai kamu melewatkannya. Selain itu, gunakan produk furniture kantor yang berkualitas dari Arkadia Furniture. Kamu bisa langsung mengaksesnya melalui arkadiafurniture.co.id  Dijamin perabotan kantor yang mereka tawarkan tidak mengecewakan kamu.











Sumber gambar: pixabay

February 25, 2019

Soulmate, Untaian Cerita tentang Belahan Jiwa

by , in


Judul buku: Soulmate
Jenis Buku: Antologi Cerpen Bertema Pernikahan
Penulis: Tim Nubar (Nulis Bareng) Pernikahan
Terbit: September 2018
Penerbit: AE Publishing
Jumlah halaman: vi + 281 halaman (A5)
ISBN: 978-602-5915-25-3


Pernikahan adalah salah satu peristiwa besar dalam kehidupan seseorang, selain kelahiran dan kematian. Setiap manusia normal pasti ingin memasuki pintu gerbangnya. Fitrah manusia berbicara bahwa setiap diri pasti rindu untuk menemukan pasangannya; belahan jiwanya.

Berjuta rasa saat seseorang berusaha menemukan sang belahan jiwa impian. Kadang mudah, kadang berliku jalannya. Saat akhirnya berjumpa, hidup pun terasa penuh warna. Ajaran Islam menyebutkan bahwa muslim yang telah menikah berarti telah menggenapkan separuh agamanya. Oh, indahnya...


Namun, cerita belum berakhir. Awal pernikahan laksana permulaan sebuah bahtera yang berlayar mengarungi samudera. Ombak dan badai pasti menyertai. Gulungan dan terjangan mereka biasanya direspons secara tidak sama dan akhirnya membuahkan cerita tentang rumah tangga yang berbeda-beda pula. 

Maka memperbincangkan pernikahan itu tak akan ada habisnya. Itulah yang membuat saya tertarik untuk bergabung dengan Tim Penulis Nubar (Nulis Bareng) Pernikahan AE Publishing. Sebelumnya, saya sudah pernah mengikuti Nubar di penerbit yang sama dengan tema berbeda pada antologi Serpihan Rindu dan You are My Hero

Kali ini, PJ sekaligus editornya adalah Mbak Anjar Lembayung, penulis novel Arimbi itu lho. Ini adalah sebuah kesempatan yang baik bagi saya untuk berbagi kisah tentang pernikahan dalam bentuk cerita pendek. Berbekal sedang menjalani, pernah membaca kisah serupa, dan mendapat curhatan teman; let's go!

Soulmate, demikian judul buku antologi ini. Sampulnya so sweet; ala drakor gitu, ya. 🙂 Ini menjadi buku antologi saya yang ke-13. Di dalamnya ada 32 cerita pendek hasil goresan pena para penulis yang berasal dari beragam profesi dan berasal dari berbagai penjuru negeri ini.


Simak dulu yuk, blurb-nya berikut ini:

Jodoh atau belahan jiwa merupakan kehendak Tuhan kepada siapa akan mempertemukannya. Namun, benarkah pasangan kita dalam ikatan pernikahan adalah belahan jiwa kita? Lalu bagaimana jika guncangan pernikahan memaksa kita berpisah dengan pasangan? Akankah dia masih bisa kita sebut sebagai belahan jiwa?

Banyak sekali cara Tuhan mempertemukan kita dengan belahan jiwa kita. Namun, tak jarang pula Tuhan merenggutnya dengan mudah. Entah itu melalui hadirnya orang ketiga, ketidakpercayaan dan curiga, atau bahkan maut. Yang pasti, ikatan pernikahan itu suci dan kita wajib berusaha mengukir setia dan bertahan bila badai menerjang bahtera yang kita kendalikan.
❤️❤️❤️


Saat-saat Bertemu Belahan Jiwa

Hadirnya jodoh sebagai perwujudan belahan jiwa melalui berbagai cara. Ada yang menyambut datangnya dengan pengorbanan luar biasa sampai harus kehilangan takhta. Seperti pada cerpen The Royal Wedding karya Ning Rizky yang mengambil latar pernikahan agung keluarga kerajaan Inggris. Di situ tokoh Evelyne berkisah tentang kakek buyutnya yang lebih memilih seorang janda sebagai calon istrinya daripada harus menjadi raja. 


Terkadang kekuatan cinta memang lebih hebat daripada kekuasaan monarki. (halaman 2)

Rochanah dalam cerpennya yang berjudul Mahasiswaku, Pemilik Tulang Rusukku berpesan bahwa jodoh bisa saja datang dari sekitar kita. Ada perbedaan usia? Tidak menjadi sebuah masalah yang berarti. Dari judulnya pasti teman-teman bisa sedikit menebak jalan ceritanya, ya.

Manusia yang merencanakan, Allah yang menentukan. Ibu sama aku mungkin kurang lebih terpaut empat tahun. Aku pikir kalau memang jodoh, insyaallah dipermudah.(halaman 28)

Mungkinkah sepasang manusia menikah tanpa didahului rasa cinta? Jrux Kuning dalam cerpennya yang berjudul Sebuah Rahasia yang Kelak Akan Kaubaca menjawab: mungkin.

Ketika aku memutuskan untuk menikah dengan seorang lelaki bernama Langit, semua terjadi bukan karena cinta. Kami berdua bertemu dari sebuah luka dan rasa tak percaya pada sesuatu yang bernama cinta. Kami hidup dengan hati yang tak lagi utuh. (halaman 44)

Tokoh aku dan Langit akhirnya belajar bahwa pernikahan adalah tentang tanggungjawab kepada Tuhan, kepada keluarga besar, dan kepada lingkungan. Cinta? Sangat bisa diusahakan tumbuhnya seiring kebersamaan mereka.

Bertahan, Berpisah, dan Terpisah

Sebagaimana disebutkan pada paragraf kedua blurb di atas, beberapa cerpen di dalam buku ini bercerita pula tentang upaya bertahan saat badai menerjang bahtera pernikahan. Cerpen saya yang berjudul After Pottery Wedding termasuk diantaranya. 


Adalah tokoh Prita yang memilih bertahan di tengah problem finansial yang bermula dari kesalahan suaminya, Mario. Ujian hidup yang kemudian membuahkan doa dari anak mereka, Elsa.

“Ya Allah, sebentar lagi aku bersekolah SD. Semoga Mamaku di rumah lagi seperti dulu, tidak usah kerja lagi. Biar bisa antar jemput aku sekolah. Semoga Papaku cepat sembuh. Biar Papa saja yang kerja. Aamiin.” (halaman 187)

Lain halnya dengan tokoh Rei dalam cerpen milik Himekazeera, Love isn't Your Passion, yang harus berpisah dengan istrinya, Alby. Kecintaan Rei pada pekerjaan telah membutakan, bahkan mengalahkan cinta dan kehangatan yang seharusnya menjadi napas keluarga kecil mereka.

"Rei, apa kamu pikir karena kita berada pada bidang yang sama, memiliki mimpi yang sama, misi yang sama... cukup untuk membentuk keluarga utuh? Kamu seharusnya belajar, Rei. Saat itu aku begitu mencintaimu, berusaha memahamimu. Tapi bagaimana dengan kamu? Bahkan saat anak kita meninggal, kamu tidak di sana." (halaman 21)

Tetapi, masih ada kesempatan untuk bersatu lagi bagi dua orang yang memutuskan berpisah. Seperti kisah Reuni Padmarini dan mantan suaminya, Bagas. Sebenarnya Bagas sudah hampir menikah lagi, tapi hatinya ternyata memilih untuk kembali. Semua demi puteri mereka dan berawal dari reuni keduanya. Cerpen berjudul Reuni ini adalah tulisan sang editor buku ini, Anjar Lembayung.


Malam itu, mungkin Tuhan mendengar doaku. Keinginanku mempertahankan bahtera yang sempat karam seolah-olah menemukan titik terang begitu derap suara langkah cepat itu terdengar, membuka pintu ruang tamu dengan tergesa. (halaman 278)

Kalau disuruh memilih, cerpen favorit saya adalah Siyah Gul Terakhir karya Feresha Ray, proofreader buku ini. Selain memakai POV 2, cerpen ini juga berlatar kebudayaan Turki dengan alur cerita yang memukau. Nah, siyah gul adalah mawar hitam alami yang hanya bisa tumbuh di kawasan Halfeti, Turki.


Di sinilah kau berada kini. Di depan gundukan tanah yang menjadi pekuburanku, pembaringan terakhirku. Aku masih bisa melihatmu, menjagamu tanpa pernah kautahu, meski tak pernah bisa kusentuh kau dengan kedua tanganku. Setangkai siyah gul kauletakkan di pusaraku, berbalut kata-kata cinta yang terucap... (halaman 269)

Hiks, sedih. Pernikahan antara Yagmur (aku) dan Huri (kau) harus berakhir karena takdir kematian memisahkan mereka. Begitulah. Seringkali belahan jiwa tidak lama berada di sisi, tak sampai menua bersama.


Cerpen-cerpen lain yang tidak saya sebutkan secara spesifik pun tidak kalah menarik. Masing-masing menghadirkan kisah tentang romansa dengan belahan jiwa, kenangan indah dengan mereka yang nyaris menjadi pasangan hidup, luka yang tercipta karena ada hati yang mendua, maupun kehidupan rumah tangga sehari-hari yang kadang terlihat biasa namun sebenarnya penuh pesan berharga. Jangan sesekali meremehkan kejadian sederhana yang kita alami dengan si dia, ya.


Ada cerpen yang alurnya menarik dari awal sampai akhir dan memakai diksi yang bagus, ada pula yang sederhana saja. Ini memang bukan kumpulan cerpen hasil lomba tapi bisa dipastikan isi bukunya minim typo dan semuanya ditulis sesuai dengan tema yang disepakati. 

Buku untuk Kita Semua

Buku antologi ini cocok dibaca oleh mereka yang tengah menanti datangnya belahan jiwa, yang baru saja bertemu dengannya, dan yang sudah bertahun-tahun mengarungi bahtera rumah tangga seperti saya.


Selepas membacanya, saya menemukan banyak pelajaran tentang kehidupan pernikahan. Sama dengan yang kerap kali saya tuliskan bahwa pernikahan adalah garis start sebuah babak kehidupan baru, bukan garis finish. Kita harus terus belajar di dalamnya agar menjadi pasangan terbaik yang bisa menentramkan pasangan kita. Sampai kapan? Sampai takdir Allah yang memisahkan.



Salam,