My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Agar Inner Beauty Memancar Dari Dalam Diri


Inner beauty adalah kecantikan jiwa yang didasari oleh kebaikan-kebaikan universal, seperti: kasih sayang, kecerdasan, kesantunan, ketekunan, ketulusan jiwa yang terpancar keluar dan dirasakan kebaikannya oleh orang lain.

"Cantikan Luna Maya lah ke mana-mana. Cantik natural, tinggi semampai, bule banget. Gak kayak Syahrini, ceb*l gitu. Mukanya oplas, bla... bla... bla..."

"Iya deh cantikan yang sono. Tapi yang dipilih Reino kan Syahrini. Dia cantik dari dalam tuh, selalu nyebarin positive vibes. Luna mah cantik tapi judes. Bla... bla... bla..."

Hehe, mohon maaf kalau saya menampilkan perdebatan antar fans seperti di atas. Komentar senada itu saya dapati saat saya mampir di akun instagram sebuah marketplace. Teteh S yang dikontrak sebagai brand ambassador-nya marketplace itu, rupanya membuat fans-nya Mbak LM panas. Terjadilah perdebatan tentang definisi cantik.


Di dunia nyata pun, pastinya kita pernah sekali-dua kali berbeda pendapat dengan orang lain tentang sosok perempuan mana yang paling cantik. Cantikan Bu RW atau Bu Lurah, sih? :D

Makna Kecantikan

Hmm... kecantikan. Sebenarnya perdebatan tentang makna kecantikan sudah berlangsung sejak lama. Pada abad ke-3 SM, orang-orang Yunani berpendapat bahwa kecantikan itu ada pada mata yang melihatnya. Itu diperkuat oleh pernyataan William Shakespeare: Beauty is bought by judgement of the eye. (Love's Labours Lost, 1588)

Alhasil, keindahan yang ditangkap oleh mata itu berbuah subyektifitas. Mengutip detik (dot) com, beberapa negara di dunia punya standar kecantikan masing-masing. 

Di Brazil, perempuan cantik adalah yang berambut pirang, bentuk mata yang ideal, kulit gelap, serta bertubuh curvy namun atletis. Sementara di Korea Selatan, perempuan cantik versi mereka adalah yang bermata bundar besar dan berkulit putih. Operasi plastik menjadi trend karena para perempuan di sana ingin terlihat cantik alami. Kalau sudah oplas, tidak pakai bedak pun tak masalah karena muka sudah kinclong. Begitulah kira-kira ;)


Kita yang di Indonesia? Luna Maya yang keturunan bule itu cantik. Syahrini yang asli Sunda juga cantik. Yang tidak cantik itu yang suka mengolok-olok keduanya. Setuju?

Saya cantik, teman-teman blogger perempuan juga pasti cantik. Tanyain deh pada suami masing-masing. Yekan? Karena pada dasarnya, semua perempuan itu secara fisik ditakdirkan untuk cantik. 

Lalu bagaimana dengan 'kecantikan khusus' seperti yang saya sebutkan di awal tulisan ini?

Inner Beauty, antara Natural dan Etika

Definisi inner beauty sudah saya sebutkan di atas. Sebuah kecantikan dari dalam yang tidak bisa kita klaim untuk diri sendiri karena yang merasakan adalah orang di sekeliling kita.

Kita biasanya sulit untuk melihat inner beauty secara konkret, tapi kita bisa merasakannya. Saya pernah berjumpa dengan seseorang yang perangainya menyenangkan. Begitu natural. Padahal pendidikannya tidak tinggi, tidak pula banyak harta.

Itu bisa terjadi karena karakter dasarnya adalah bersifat baik, merupakan keturunan orang baik, dan dikelilingi lingkungan yang baik pula. Nah, dia rupanya seorang pembelajar 'alami'. Dia lalu mengenali nilai-nilai kebaikan di sekitar dan menyerapnya untuk diri sendiri.

Hal ini bisa disebut sebagai inner beauty yang hakiki karena dipelajarinya sendiri dari pengalaman hidup dan lingkungan sekitarnya. Kecantikan batinnya itu bisa terus ter-upgrade dengan terus belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.



Saat dia mengalami up and down life, kata-katanya tetap tertata. Senjatanya adalah syukur saat up dan sabar saat down. Keren...

Ada juga inner beauty yang timbul bukan karena kesadaran pribadi tetapi karena belajar etika dan tuntutan bisnis. Menurut Rustika Thamrin, Psi, biasanya orang kantoran, orang yang bekerja di bidang jasa, dan public figure akan mempelajari etika agar terlihat anggun dan menarik.

Menurut beliau, mereka yang ahli di bidang etika belum tentu memiliki inner beauty. Sesungguhnya, inner beauty dimiliki oleh mereka yang matang secara spiritual. Bukan hanya soal ritual, tapi juga sikap mawas diri bahwa kita adalah bagian kecil dari alam semesta, kita punya pencipta, dan perlu menciptakan harmoni dengan bagian alam lainnya.



Hmm... mereka yang suka menghujat hanya karena berbeda pilihan saat pemilu harus membaca ini, nih. Create the harmony, please!

Kesadaran Diri, Inner Beauty Lebih Memancar Lagi

Banyak sekali kita temui orang yang secara fisik tidak sempurna, ternyata mereka bisa berprestasi, diterima oleh lingkungan, dan bahkan kemudian menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang 'sempurna'.

Inner beauty yang membuat orang terinspirasi itu biasanya timbul karena kesadaran diri yang tinggi. Mereka sadar memiliki 'kekurangan' lalu menggunakan segala sumber daya yang terbatas menuju potensi diri yang optimal.

Sikap mental penuh ketekunan seperti di atas, yang didasari oleh kesadaran diri itu sering membuat orang yang tidak sempurna secara fisik justru lebih maju daripada mereka yang sempurna. Kesadaran diri inilah yang menjadi faktor utama agar inner beauty lebih memancar keluar dari dalam diri.


Duh, jadi saya teringat salah seorang peserta Hafizh Indonesia 2019 yang tayang perdana di RCTI tanggal 29 April kemarin. Namanya Naja dari Mataram, baru berumur 9 tahun. Dia menderita Celebral Palsy atau kelumpuhan otak tetapi mampu menghafal 30 juz Alquran. Masya Allah.

Kita yang sempurna secara fisik seharusnya memiliki kesadaran diri yang lebih kuat lagi. Berlanjut dengan mengoptimalkan sikap mental positif, sehingga bisa juga berkontribusi untuk peningkatan kualitas lingkungan sekitar.

Para sahabat Nabi Muhammad, Mother Theresa, dan Mahatma Gandhi adalah contoh manusia unggulan dengan inner beauty mereka yang memesona. Alangkah indahnya dunia jika dipenuhi orang-orang yang sejenis dengan mereka. 

Yuk, kita juga bisa! Insya Allah.



Salam,
Referensi: Ummi Spesial Juli-Agustus 2010

Sumber foto: pexels

No comments:

Post a Comment