My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Abdurrahman bin Auf: Sahabat Rasulullah nan Dermawan



Abdurrahman bin Auf adalah salah satu diantara 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Beliau masuk Islam sebelum Rasulullah berdakwah di rumah Arqam bin Abil Arqam. Tepatnya, Abdurrahman menjadi muslim dua hari setelah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Abdurrahman bin Auf adalah lelaki kaya yang digambarkan memiliki perawakan tinggi, air muka berseri, dan kulit yang halus. Tapi itu semua berubah drastis karena kecintaannya pada Islam. Abdurrahman ikut bertempur pada Perang Uhud, tubuhnya mengalami 20 luka yang terus membekas.

Selain itu, kaki beliau menjadi pincang dan beberapa giginya rontok. Itu menyebabkan ucapannya tidak sempurna seperti sebelumnya; cadel. Orang yang tidak mengenal beliau saat itu, akan menyangka bahwa Abdurrahman adalah seorang pelayan.

Sebelunya, saat terjadi peristiwa Hijrah Madinah, Abdurrahman bin Auf rela meninggalkan harta kekayaannya di Makkah. Beliau lantas dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan seorang lelaki Anshar. Namanya adalah Sa'ad bin Rabi' Al Anshari yang merupakan orang kaya bersifat pemurah dari Madinah.

Sa'ad menawari Abdurrahman bin Auf agar memilih salah satu dari kebunnya yang luas. Namun Abdurrahman menolak tawaran itu. Beliau hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. "Dullani 'alas suq," kata beliau.

Abdurrahman bin Auf mulai berjualan keju dan minyak samin. Bisnis itu dilakukannya dengan penuh kesabaran. Lama kelamaan, beliau memperoleh keuntungan yang besar. Beliau kembali menjadi orang kaya, sama seperti saat di Makkah dulu.

Tidak seperti kebanyakan saudagar kaya di masa itu, Abdurrahman bin Auf bukanlah orang yang diperbudak harta. Islam menjadikannya sosok yang dermawan kepada sesama. Beliau dengan sukarela menyumbangkan hartanya untuk berdakwah di jalan Allah Swt.


Sejarah telah mencatat kedermawanan Abdurrahman bin Auf. Saat itu beliau berusia 75 tahun, sudah mendekati akhir usia. Beliau mewariskan hartanya untuk kaum muslimin yang masih hidup setelah ikut Perang Badar. Masing-masing dari mereka berhak menerima 400 Dinar.

Saya coba menghitung secara kasar. Dinar ini nilainya sama sejak zaman Rasulullah sampai sekarang. 1 Dinar bisa untuk membeli kambing dengan kualitas terbaik. Misalnya harga kambing itu Rp 3.000.000, maka setiap kaum muslimin mendapatkan jatah Rp 1.200.000.000. Masya Allah.

Akhirnya, ada 100 orang kaum muslimin yang selamat dari Perang Badar. Maka Abdurrahman bin Auf telah mewariskan 40.000 Dinar untuk saudara-saudara seimannya atau setara dengan Rp 120.000.000.000. Betapa murah hatinya engkau, wahai Abdurrahman.

Selain itu, Abdurrahman bin Auf berwasiat agar sejumlah uangnya yang lain diberikan kepada ummahatul mukminin atau para janda Rasulullah. Sebuah kebaikan yang berbuah kebaikan: beliau didoakan oleh Aisyah R.A. "Semoga Allah memberi minum Abdurrahman bin Auf dengan air yang berasal dari mata air salsabil di surga," doa Aisyah.

Dengan berbagai kisah di atas, sangat pantas jika Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu sahabat yang dijamin masuk surga. Mari belajar menjadi pribadi pemurah seperti beliau. Apalagi sekarang Bulan Ramadan. Tunggu apalagi? Yuk, berbagi!


Salam,
Tatiek Purwanti


Sumber:
Disarikan dari tulisan Ust. Syafrudin Umar, Lc


No comments:

Post a Comment