My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Buka Puasa Berkesan bersama Keluarga


Jika ada pertanyaan tentang mana yang lebih dipilih: buka puasa bersama keluarga atau teman? Maka saya akan menjawab: bersama keluarga. Realistis saja bahwa anggota keluarga saya lah yang paling dekat posisinya secara lahir maupun batin. Alhamdulillah, sejak saya kecil hingga kini saat berkeluarga sendiri, saya selalu dikaruniai kondisi keluarga yang harmonis.

Tentunya kedudukan teman juga penting. Tapi jika dibuat peringkat, teman-teman saya berada di peringkat kedua setelah keluarga. Contohnya saat Ramadan ini ada tiga kali undangan buka puasa bersama teman-teman, saya mohon maaf tidak bisa hadir. Jadwalnya berbenturan dengan agenda keluarga saya, sih.

Jadi saya tidak punya cerita tentang berbuka puasa bareng teman-teman pada Ramadan kali ini. Kalau berbuka puasa bersama anggota keluarga sih setiap hari. Eh, berbuka puasa dengan Si Abi hanya pada hari Sabtu-Ahad, ding. Beliau memang bekerja di Surabaya dari Senin sampai Jumat.


Walaupun tiap hari bertemu, saya tidak pernah bosan tuh berbuka puasa bersama anak-anak saya dan ibunda. Ada beberapa ide agar buka puasa bersama di keluarga kecil kami lebih semarak, yaitu:

1. Melibatkan anak mempersiapkan meja makan dan hidangan untuk berbuka puasa

Terutama untuk hidangan takjil. Yang khas dari keluarga kami adalah agar-agar serut, cincau, dan puding. Si kakak selalu senang jika dimintai tolong untuk memasukkan itu ke dalam gelas atau mangkuk. 

2. Berbincang ringan selepas berbuka puasa sambil membahas seputar Ramadan.

Kebersamaan anggota keluarga di meja makan saat buka puasa sungguh berbeda. Khas, gitu. Biasanya kami memberi kesempatan pada anak untuk mengajukan masakan favorit yang akan disantap besok saat buka puasa.


3. Pergi ke Bazar Ramadan

Sesekali saya tidak memasak. Saya dan suami lantas mengajak anak-anak untuk pergi ke bazar Ramadan di kampung sebelah. Anak-anak senang dibolehkan memilih makanan dan minuman. Harus dalam wadah yang tertutup. Secukupnya saja dan bukan yang mahal-mahal. Kami pun pulang ke rumah dengan hati senang. 

4. Buka Puasa di Masjid

Mengajak anak ke masjid untuk merasakan suasana buka puasa di masjid itu sungguh menyenangkan. Ada atmosfer berbeda yang ingin kami tunjukkan tentang kegembiraan umat Islam saat azan magrib berkumandang. Kesempatan juga untuk mengajak anak berinfak di salah satu tempat yang tepat.

5. Buka Puasa di Mall

Kebiasaan keluarga kami saat Ramadan adalah berbuka puasa di luar rumah, minimal sekali. Kami memilih mall yang dekat dengan masjid atau mall yang paling dekat dengan rumah. Di sana lebih mudah menemukan food court dengan berbagai menu yang ditawarkan. 


Itulah beberapa bentuk keseruan berbuka puasa bersama di dalam keluarga saya. Kadang kami juga menyaksikan ceramah singkat di televisi sesaat sebelum waktu berbuka tiba. Namun selama Ramadan ini, kami sesekali saja menonton program di televisi. Lebih afdhal. 

Bagaimana dengan acara buka puasa teman-teman? Lebih suka bersama keluarga atau teman-teman? 


Salam, 
Tatiek Purwanti

Sumber gambar: dok. pribadi

#bpnchallenge2019 
#bpnramadhanchallenge 
#BPNetwork 
#bpnblogpostchallenge 
#bpn30dayblogpost 
#bpn30dayblogpostchallenge
#Day23

No comments:

Post a Comment