My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Liburan Hemat Sekeluarga dengan Kantong Terjaga? Ini Dia Caranya!


Liburan terbaik bagiku bukan tentang seberapa mewah, melainkankan tentang kebersamaan keluarga yang senantiasa terkenang indah. -- My Quotes

Bagi banyak orang di zaman kiwari ini, liburan sudah menjelma menjadi sebuah kebutuhan. Ini bisa dilihat dari semakin menjamurnya destinasi wisata sebagai tujuan liburan, lalu cepat tersebarnya info tentangnya. Tak lama kemudian, bertebaranlah foto-foto menarik di instagram berikut caption tentang kisah liburan tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan dunia blogging. Para travel blogger -ataupun bukan travel blogger tapi agak suka pergi seperti saya- juga ramai-ramai mengulas kisah liburan mereka. Kalau di masa saya kecil dulu, liburan merupakan kebutuhan tersier, kini polanya sepertinya berubah. Mungkin jadi sekunder atau bahkan primer.

Kalau saya sih iyes. Setiap kali ada kesempatan untuk berlibur, akan saya manfaatkan sebaik-baiknya bersama keluarga. Liburan bareng teman sangat jarang saya lakukan. Lha semua sudah pada terbang kemana-mana. Pun juga mereka memilih berlibur dengan keluarganya juga, dong.

Mengambil kesempatan untuk liburan bareng anggota keluarga itu lebih mudah dilakukan karena tentu saja kami berada di tempat start yang sama. Bikin rencana mendadak pun kadang juga bisa. Pun biaya yang dikeluarkan untuk liburan bisa kita tekan tanpa sungkan-sungkan, hehe.

Bukan berarti saya menolak liburan bareng teman lho, ya. Sesekali tentu saja saya mau dengan syarat yang sudah disepakati bersama.😉

Back to the laptop... 

Ini sebenarnya latepost. Pernah sedikit saya ulas di instagram dan sekarang saya tulis ulang dalam versi yang lebih panjang. Jadi cerita kali ini adalah liburan seru bareng keluarga ke tempat yang jauh tapi dengan biaya minim. Memangnya bisa? Bisa, dong.

Itu terjadi saat liburan lebaran kemarin. Saya dan suami berunding agar saat libur lebaran, kami sekaligus bisa berlibur ke tempat lain dengan biaya minim. Caranya seperti ini:

1. Memanfaatkan libur lebaran

Menurut banyak orang, perjalanan saat libur lebaran itu mahal. Sebenarnya sih tidak sepenuhnya begitu. Saya sekeluarga yang berasal dari Malang bisa kok pergi ke Yogyakarta dalam waktu sekitar 2 jam saja.

Bisa, dong. 'Kan saat mudik ke Solo kemarin, saya sekeluarga sekalian mampir ke Yogyakarta. Kami ingin menerapkan 3H: Hemat biaya, hemat waktu, hemat tenaga. 😁

Untuk menuju Yogyakarta, kami menaiki mobil sendiri. Hemat bahan bakar karena mobil kami adalah golongan kendaraan lama yang hanya "minum" secukupnya tapi tetap bisa melaju dengan lancar jaya.


Yogyakarta macet saat libur lebaran? Ah, tidak juga. Kami berangkat pagi-pagi sekali selepas subuh. Bahkan saat itu si kecil masih tertidur, hehe. Angkut saja. Rencananya sih si kecil mandi di tempat tujuan saja. Nah, ini namanya hemat waktu yang juga hemat tenaga karena terhindar dari kemacetan.

Hal yang sama bisa teman-teman lakukan saat libur lebaran, libur sekolah, atau libur apa saja. Jika memungkinkan, mampir saja ke kota sebelah. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampau, dong.

2. Memilih hotel bertarif murah

Tujuan utama kami pergi ke Yogyakarta adalah berwisata religi ke Masjid Jogokariyan yang berada di wilayah Kecamatan Mantrijeron. Tidak sulit menemukan lokasinya karena suami saya sudah pernah dua kali pergi masjid yang disebut-sebut memiliki manajemen terbaik di Indonesia itu.

Kami memutuskan untuk menginap di Hotel Jogokaryan, sebuah hotel kecil yang letaknya hanya sepelemparan batu dari Masjid Jogokariyan. Ya, tentu saja agar kami bisa salat berjamaah di sana. 


Fiuhh, saat itu hotelnya hampir full booking. Hotelnya sederhana tapi tetap nyaman menurut saya. Kami kebagian kamar yang tanpa AC dengan tarif Rp 200.000 saja semalam. It's okay. 'Kan tujuannya memang liburan hemat 😉 Alhamdulillah, saat itu cuaca Yogyakarta cukup bersahabat alias lumayan sejuk.


3. Berjalan kaki dan memilih destinasi wisata murah meriah

Setelah check-in, kami sarapan dan mengunjungi Masjid Jogokariyan untuk melakukan salat Dhuha sekaligus ngadem sebentar. Setelah itu, kami menuju Jalan Malioboro dengan becak motor. Seru!

Mobilnya ditinggal di parkiran hotel saja karena menurut suami, arus ke Malioboro macet pada jam segitu. Sesampainya di sana, tentu saja kami memilih berjalan kaki mengelilingi Malioboro dan sekitarnya. Tidak lagi naik becak. Ini namanya jurus hemat dan sehat. Alhamdulillah, anak-anak menikmatinya. Bahkan si kecil enggan digendong.

Puas mencuci mata di Malioboro, Pasar Beringharjo dan sekitarnya, kami mampir ke Museum Benteng Vredeburg. Harga tiket masuknya hanya Rp 3.000 untuk dewasa & Rp 2.000 untuk anak-anak. Sungguh murah meriah untuk ukuran destinasi wisata yang luas dan cukup bersih. Bersejarah pula.


Anak-anak semakin senang karena bisa berlarian di sana. Saat masuk ruangan diorama pun, hawanya sejuk karena AC-nya berfungsi dengan baik.

4. Membawa Bekal Sendiri

Wisata kuliner sungguh bertebaran di Malioboro. Kita tidak akan kelaparan jika berada di sana. Justru bisa kekenyangan jika tidak hati-hati. Kenyang dengan kantong yang jebol, hihi...

Nah, pada suasana lebaran seperti itu, saya tentu saja memanfaatkan snack yang melimpah di rumah. Dibawa saja. Tidak perlu banyak jajan lagi, yang penting cukup mengkonsumsi air minum agar tidak dehidrasi.

Iya, sih. Pada saat sore hari, kami juga mampir ke food court-nya Taman Pintar Yogyakarta untuk makan bareng, kok. Tidak anti beli. Hanya saja, kami membeli di saat yang tepat.


Nah, kira-kira caranya seperti itu. Cara yang membuat saya sebagai menteri keuangan keluarga tetap bisa tersenyum karena terhindar dari jebolnya kantong yang tak perlu. 

Bukan berarti kita tidak boleh merogoh kocek lebih dalam, sih. Ada saatnya kita harus mengeluarkan lebih banyak biaya saat liburan. Wajar saja. Jer basuki mawa beya, kata orang Jawa. Untuk bisa mendapatkan kebahagiaan itu memerlukan pengorbanan. Diantaranya adalah dengan mengeluarkan biaya.

Namun jika ada yang bisa dihemat, mengapa tidak? InsyaAllah, saya mau bersiap-siap lagi untuk liburan hemat sekeluarga Desember nanti. Hehe... 



Salam hemat, 
Tatiek





#ODOPDay26

No comments:

Post a Comment