My Lifestyle, My Journey, My Happiness

February 19, 2020

Kutipan-kutipan Berkesan dari K-Drama "Crash Landing on You"

by , in
IG: @withhyunbin


Drama Korea Crash Landing on You baru saja menyelesaikan episode ke-16 alias episode terakhirnya pada hari Ahad kemarin (16/02/20). Jagad twitter Indonesia sempat ramai dengan trending topic #CrashLandingOnYouFinale, pertanda bahwa drama-nya tvN ini termasuk idaman kaum pecinta drakor yang ada di sini. Kalau di jagad Facebook, katanya sih banyak yang nyinyir. Biasalah itu...

Saya termasuk yang mengikuti Crash Landing On You saat masih on-going sampai finished. Padahal biasanya saya termasuk tim woles untuk urusan dunia perdrakoran. Saya lebih suka menonton drakor yang sudah selesai tayang, yang episode-nya sudah lengkap. Itu pun biasanya butuh waktu agak lama bagi saya untuk menamatkannya. Iya lah. Menyelesaikan 16 episode drakor itu kira-kira sama dengan menonton 8 judul film atau ibarat membaca 16 bab novel, gitu...

Impian Hyun Bin dan Kreativitas Penulis Naskah

Adalah adu akting antara Hyun Bin dan Son Ye Jin yang membuat saya mantap menonton Crash Landing On You yang tayang di Netflix setiap Sabtu dan Ahad ini. Saya pernah menonton film action yang melibatkan keduanya, The Negotiation (2018) dan sedikit mengikuti berita mereka. Setelah proyek film berakhir, Hyun Bin amat berharap agar dia bisa bermain drama bareng Son Ye Jin, aktris cantik berjuluk The Melo Queen itu. Ehem... kabar kaburnya, keduanya sedang deketan saat itu.

Kabar rencana "duet" mereka pada pertengahan 2019

Akhirnyaaa... Setelah menunggu puluhan purnama, cita-cita Hyun Bin itu terlaksana. Selamat, Bang! Dia dan Son Ye Jin pun resmi menjadi pemain utama Crash Landing On You yang menceritakan kisah cinta tak biasa antara konglomerat cewek dari Korea Selatan dan tentara dari Korea Utara. Wah, berani juga nih si penulis naskah drama mengangkat isu yang cukup sensitif ini.



Terbukti, di kemudian hari saat Crash Landing On You sedang asyik mengudara, ada sebuah partai politik Korea Selatan yang melaporkan drama ini ke kepolisian karena dianggap melanggar Undang-undang Keamanan Nasional yaitu terlalu mengagungkan Korea Utara. Maksud yang saya tangkap sih: mana ada tentara Korea Utara dan warga sana yang baik dan suka menolong? Aih, si partai kok baper amat! 🙄 Bukankah berbuat baik itu adalah hak segala bangsa?

Hoho, ternyata writernim-nya adalah Park Ji Eun. Jangankan perjodohan antara orang Korsel-Korut, penulis ini bahkan pernah menjodohkan manusia dengan alien, juga manusia dengan putri duyung. 😛 Yes, dia juga lah yang menulis naskahnya My Love From The Star (2013) dan Legend of The Blue Sea (2016). Sungguh manusia yang berimajinasi tinggi!

Kutipan-kutipan Tak Terlupakan

Apa yang menarik dari Crash Landing On You? Hampir semuanya bagus; akting pemain, alur cerita, latar tempat, dan juga Original Soundtrack-nya. Saya bisa menangis, merasakan ketegangan, lalu tertawa geli saat menyaksikannya. Paket komplit! Rekomendid buat mereka yang menyukai genre komedi romantis dipadukan dengan intrik di dunia militer.

Nah, sebagai pecinta quotes alias kutipan, saya ingin mengulas Crash Landing On You dari segi kutipan yang berasal dari dialog ataupun monolog para pemainnya. Teman-teman yang tidak/belum menonton drakor ini, saya kira tetap bisa mengambil pelajaran kehidupan yang mungkin hampir serupa. Ini dia!

"Kenapa angin bertiup? Angin bertiup untuk bergerak, bukan tetap diam. Angin harus tetap bergerak agar aku bisa terbang." (Yoon Se Ri)


Ig: @tvndrama.official

Yoon Se Ri adalah putri ketiga pemilik kerajaan bisnis The Queens yang dikenal cerdas, pemberani, dan tidak ingin dikalahkan. Suatu hari, dia ingin menguji coba sendiri pakaian sport yang diproduksi perusahaannya (Seri's Choice) dengan melakukan paralayang. Asisten pribadinya sempat mencegah karena khawatir akan cuaca buruk, tapi Se Ri mengucapkan kalimat optimis seperti di atas.

"Aku sudah berjanji pada Kapten Selatan bahwa kita akan melakukan investigasi ini. Aku ingin memegang janji." (Ri Jeong Hyeok)


Ig: @binnielovers

Ri Jeong Hyeok sebagai kapten kompi lima Polisi Militer Korea Utara yang saat itu bertugas di area perbatasan dekat dengan Demilitary Zone (DMZ) melaporkan hasil operasi yang dilakukan pasukannya pada atasannya, Letnan Cho Cheol Gang. Ada komplotan pencuri artefak yang menyusup ke selatan yang awalnya ingin dieksekusi oleh pasukan militer Korsel, tapi Ri Jeong Hyeok meyakinkan pasukan militer Korsel agar kasus itu ditangani di Korut saja karena pelakunya adalah warga negaranya. Cho Cheol Gang bilang agar "jangan galak-galak" dengan warga sendiri, sementara Ri Jeong Hyeok tetap ingin kasus pencurian itu ditangani secara hukum. Bertanggung jawab sekali nih, Kapten Ri!

"Kapanpun aku terkejut atau ketakutan, aku akan menyebut kata ini: Ibu! Lucu sekali 'kan? Padahal aku tidak punya ibu." (Yoon Se Ri)


Ig: @fglyfe

Rencana ujicoba Se Ri gagal total karena angin tornado menerbangkannya keluar dari Korea Selatan dan dia malah nyangkut di sebuah pohon di kawasan hutan perbatasan yang saat itu dijaga oleh Ri Jeong Hyeok dan pasukannya. Se Ri bertemu Ri Jeong Hyeok, terjadi dialog. Se Ri meyakinkan Si Kapten bahwa dia bukan mata-mata dan ingin kembali ke negaranya. Terjadi kesalahpahaman sehingga Se Ri diburu oleh para tentara. Dia pun berusaha melarikan diri. Dalam pelariannya, tanpa sadar dia menyebut ibunya.

"Kenapa kita punya dua mata di depan? Karena kita harus terus menatap ke depan. Lupakan masa lalumu dan pikirkan masa depan." (Jenderal Go Myeong Sok)


Ig: @tvndrama.official

Ada luka di masa lalu Ri Jeong Hyeok yang masih belum sembuh: kehilangan kakak tercintanya, Ri Moo Hyeok. Kakaknya adalah tentara yang tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di area tempat Ri Jeong Hyeok bertugas sekarang. Jenderal Go Myeong Sok yang mengenal Ri Jeong Hyeok menyuruhnya untuk melupakan kasus itu tapi Ri Jeong Hyeok merasa kecelakaan itu tidak wajar dan sampai sekarang terus berusaha menyelidikinya.

"Koleksi buku seseorang biasanya mengungkap kepribadian, sifat, dan selera seseorang." (Yoon Se Ri)

Se Ri tersesat dalam pelariannya dan malah "terdampar" di sebuah desa yang menjadi pemukiman militer Korea Utara. Dia hampir tertangkap mobil patroli tapi Ri Jeong Hyeok menyelamatkannya, masuk ke rumah dinasnya. Membiarkan Se Ri tertangkap atau menyembunyikannya sama-sama berisiko. Ri Jeong Hyeok memilih pilihan kedua. Rahasia itu hanya diketahui oleh empat orang anak buahnya: Pyo Chi Su, Kim Ju Meok, Park Gwang Beom, dan Geum Eun Dong.

Ig: @vast.ent

Se Ri sungguh ingin pulang. Ri Jeong Hyeok ingin membantu kepulangannya secara aman. Se Ri harus tinggal sementara di rumah Si Kapten. Di sana, Se Ri menjumpai rak buku milik Ri Jeong Hyeok dan berkas-berkas yang menunjukkan bahwa Si Kapten dulunya pernah belajar piano di Swiss.

"Hanya ada dua tipe orang dengan rambut berantakan: orang asing atau wanita gila." (Ri Jeong Hyeok)


Ig: @crashlandingonyou

Keberadaan Se Ri akhirnya diketahui Cho Cheol Gang dan warga desa karena adanya geledah rumah secara mendadak. Terpaksa Ri Jeong Hyeok berbohong dengan mengatakan bahwa Se Ri adalah tunangannya yang berprofesi sebagai mata-mata yang baru kembali dari penugasan ke Korsel. Ri Jeong Hyeok lantas menjelaskan kebiasaan perempuan di desanya yang wajib menguncir rambutnya, tidak boleh tergerai. Ini tergolong budaya umum di Korea Utara.

"Kesepian lebih baik daripada kesakitan." 
(Yoon Se Ri)



Se Ri menolong seorang anak desa bernama Jung U Pil yang mengalami perundungan. U Pil memilih diam karena manut dengan titah ayahnya. Sementara Se Ri menyarankan agar U Pil berani melawan jika diganggu. Itu adalah prinsip hidup yang dijalani Se Ri selama ini. Perlawanannya membuat dia dijauhi orang, tetapi Se Ri jadi terhindar dari rasa sakit alias aman dari gangguan.

Tanpa diketahui oleh Se Ri, U Pil yang ditolongnya itu adalah anak dari "musuh" yang tidak disadarinya, Jung Man Bok.

"Saat segalanya tidak sesuai dugaanku, aku jadi kecewa." (Ri Jeong Hyeok)



Usaha kepulangan Se Ri gagal. Ri Jeong Hyeok berusaha membantu lagi dengan rencana kedua yang mengharuskan Se Ri membuat paspor. Dia harus ke Pyongyang untuk membuat foto paspor, ditemani Ri Jeong Hyeok. Keduanya menaiki kereta api yang ternyata "mogok" selama lebih dari sepuluh jam. Para penumpang harus tinggal di tempat sampai malam hari dan mereka memilih menghangatkan diri di luar kereta dengan membuat api unggun. Di sana, Ri Jeong Hyeok jadi mengingat cita-cita masa kecilnya yang tidak tercapai karena sebuah musibah.

"Terkadang kereta yang salah membawamu ke stasiun yang tepat." (Yoon Se Ri)



Se Ri menghibur Ri Jeong Hyeok dengan kata mutiara dari India seperti tersebut di atas. Dia berharap agar Ri Jeong Hyeok yang kecewa dengan rencana hidupnya yang gagal tetap memikirkan masa depannya. Se Ri membandingkan dengan dirinya sendiri yang salah mendarat di negeri orang tetapi jadi bisa banyak mengambil pelajaran hidup yang belum pernah dirasakannya. Felt the same, they smiled together. 🙂

"Kita tidak perlu saling mengingat atau menyimpan kenang-kenangan." (Ri Jeong Hyeok)


Mereka akhirnya tiba dengan selamat di Pyongyang dan segera menuju Hotel Pyongyang, tempat resmi yang ditunjuk untuk pengambilan foto paspor. Se Ri menyarankan agar Ri Jeong Hyeok mau berfoto berdua dengannya sebagai kenang-kenangan karena mereka tidak akan bertemu lagi. Ri Jeong Hyeok menolaknya dengan mengatakan hal di atas. Are you serious, Captain Ri? 😉

"Saat kau muak dengan kompetisi, kau berharap kompetitormu menghilang." (Yoon Se Ri)

Tak seperti Ri Jeong Hyeok yang sangat dekat dengan mendiang kakaknya, Se Ri dan kedua kakaknya (Yoon Se Jun dan Yoon Se Hyung) justru tidak akur. Mereka adalah keluarga pebisnis yang kompetitif. Ketiganya jadi harus berlomba menjadi yang terbaik di mata orang tuanya. Persaingan itu bahkan pernah membuat Se Ri ingin bunuh diri. Maka Se Ri menganggap hilangnya dirinya justru adalah kabar gembira bagi kedua kakaknya. Ri Jeong Hyeok meyakinkan bahwa Se Ri pasti sangat dirindukan kakaknya. Bagaimanapun, mereka adalah keluarga.

"Kau akan aman selama kau dalam pandanganku." (Ri Jeong Hyeok)



Tak disangka, Se Ri bertemu dengan Gu Seung Jun di lobi hotel. Dia adalah orang yang melarikan uang perusahaan The Queens dan sedang bersembunyi di Korea Utara. Se Ri dan Seung Jun nyaris bertunangan di masa lalu, namun Se Ri menolaknya. Ri Jeong Hyeok yang tak paham situasi tentu saja ingin melindungi Se Ri dari orang asing. Se Ri kali ini berbohong pada Seung Jun bahwa Ri Jeong Hyeok adalah bodyguard-nya.

"Ini salju pertama? Astaga. Kita dalam masalah. Ini gawat. Melihat salju pertama dengan seseorang, cintamu akan terwujud." (Yoon Se Ri)

Keberadaan Se Ri dan Ri Jeong Hyeok ternyata juga diketahui oleh Seo Dan, tunangan Ri Jeong Hyeok yang baru kembali dari belajar di Rusia selama tujuh tahun. Seo Dan marah dan memaksa untuk mengadakan pertemuan keluarga di restoran hotel. Pertemuan itu membahas rencana pernikahan Ri Jeong Hyeok dan Seo Dan. Ri Jeong Hyeok tidak menolak rencana itu, tapi juga tidak gembira. Hmm...

Usai pertemuan, Ri Jeong Hyeok kembali mencari Se Ri. Keduanya sepakat untuk makan malam di sebuah resto di tepi Sungai Taedong. Tiba-tiba salju turun.

"Jangan ukir cintamu di hati. Ukirlah di otakmu. Jika kau ukir di hati, kau tak bisa hidup. Itu menyakitkan." (Ma Young Ae)

Seiring waktu, Se Ri jadi akrab dengan empat orang ibu-ibu tetangga di kawasan pemukiman militer: Ma Young Ae, Na Wol Suk, Hyun Myun Suk, dan Yang Ok Geum. Keempat ibu itu akhirnya tahu bahwa Ri Jeong Hyeok sebenarnya sudah bertunangan dengan Seo Dan. Keempatnya mengira Se Ri (menyamar dengan nama Choi Sam Suk) sedang patah hati sehingga Young Ae pun berusaha menghiburnya.

"Tapi karena kau akan pergi, tolong lakukan ini. Jagalah dirimu, jangan sampai terluka.
Hiduplah dengan bahagia. Jangan lupakan kami." (Pyo Chi Su)



Keempat anak buah Ri Jeong Hyeok pun terlanjur akrab dengan Se Ri. Sebelum rencana kepergian Se Ri yang kedua, keempatnya pergi berpiknik bersama Se Ri tanpa ditemani Ri Jeong Hyeok. Pyo Chi Su walaupun biasanya tampak sinis pada Se Ri, sebenarnya sedih juga saat Se Ri hendak pergi. Dia membacakan puisi yang membuat suasana jadi haru.

"Mungkin kau tak merasa tapi kukira aku akan merindukanmu. Terkadang aku akan mengingatmu. Tidak. Aku akan memikirkanmu. Tapi kita tidak bisa menanyakan kabar satu sama lain. Itu agak menyedihkan." (Yoon Se Ri)

Hari-H kepergian pun tiba. Se Ri akan pergi ke bandara dengan ditemani anak buah Ri Jeong Hyeok, Park Gwang Beom. Se Ri jujur tentang apa yang dirasakannya selama ini karena begitu baiknya Ri Jeong Hyeok padanya.

"Begitu kau pergi dari tempat ini, semoga kau melupakan tempat ini dan aku. Kembalilah jalani hidupmu sebelumnya dan tetap jaga kesehatan. Anggaplah kau sedang bermimpi buruk." (Ri Jeong Hyeok)

Sebenarnya Ri Jeong Hyeok juga merasa sedih tapi dia terlihat berusaha realistis. Bagaimanapun Se Ri harus benar-benar pergi kali ini. Perpisahan mengharukan pun terjadi di sebuah pagi yang masih buta.

"Biasanya aku tidak mudah merasa ketakutan, tapi kini aku agak takut. Aku takut terjadi sesuatu padamu. Apakah berarti kau telah menjadi orang yang spesial bagiku?" (Yoon Se Ri)


Ternyata usaha kepergian Se Ri yang kedua juga tidak berjalan mulus. Ada orang yang berusaha mencegahnya agar tidak bisa pulang ke Korsel. Diam-diam, Ri Jeong Hyeok tetap mengawal kepergian Se Ri dari jarak jauh. Ri Jeong Hyeok terkena tembakan demi melindungi Se Ri. Sebuah pilihan berat bagi Se Ri: ke bandara atau membawa Ri Jeong Hyeok ke rumah sakit? Se Ri memilih yang kedua.

"Kau harus menangkap hatinya sebelum menetapkan tanggalnya." (Gu Seung Jun)



Gu Seung Jun akhirnya berkenalan dengan Seo Dan pada pertemuan ketiga mereka di rooftop Hotel Pyongyang. Seung Jun bisa menebak bahwa Seo Dan sedang dikecewakan seorang pria. Seo Dan tidak peduli. Baginya, yang penting akhirnya dia bisa menikah dengan Ri Jeong Hyeok. Itu adalah jawaban yang dianggap lucu oleh Seung Jun: kok bisa cepat menetapkan tanggal pernikahan padahal calon suami Seo Dan sama sekali tidak mencintainya?

"Kukira bisa menikahimu walaupun aku tidak punya perasaan padamu. Tapi kurasa kita tidak bisa menikah jika aku menyukai orang lain." (Ri Jeong Hyeok)

Ri Jeong Hyeok dioperasi dan dirawat di Rumah Sakit Sariwon. Se Ri yang khawatir menungguinya sampai siuman pasca operasi. Seo Dan akhirnya juga tahu kondisi Ri Jeong Hyeok dan mengunjunginya di rumah sakit. Di sanalah Ri Jeong Hyeok berterus terang pada Seo Dan bahwa sebenarnya dia menyukai Se Ri.

"Kau menyukainya? Silakan, tentu saja. Saat dia pergi, perasaan itu akan menghilang." (Seo Dan)

Seo Dan masih teguh pendirian dan tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya. Pengakuan Ri Jeong Hyeok bukan sebuah masalah baginya karena toh sebentar lagi Se Ri akan pergi dan Ri Jeong Hyeok pasti akan melupakannya.



Kalau diteruskan, niscaya saya baru selesai menulis ini sampai akhir bulan, hehe. So, rasanya kutipan-kutipan di atas sudah cukup untuk mewakili sebagian alur cerita drama yang tidak membuat saya menyesal mengikuti kelanjutannya setiap akhir pekan.


Ig: @nicoleashley.design

Kok bisa Ri Jeong Hyeok dan Yoon Se Ri saling menyukai dalam waktu yang cukup singkat? Bagaimana nasib Seo Dan? Apa rencana Gu Seung Jun sebagai penipu yang tengah bersembunyi? Bagaimanakah cara Se Ri agar bisa pulang kembali ke Korsel? Berhasilkah misi Ri Jeong Hyeok dalam mengungkap misteri kematian kakaknya? Happy ending kah?

Semua akan terjawab jika teman-teman menontonnya sendiri. 😉


ig: @kdramanews.id

Selamat untuk para pemain Crash Landing On You dan seluruh kru yang terlibat. Drama ini akhirnya mencatat sejarah sebagai drama yang tayang di tvN dengan rating tertinggi. Akan lebih bagus lagi kalau Hyun Bin dan Son Ye Jin beneran jadi real couple di dunia nyata, hehe. Aamiin.




Salam pemanen tomat, 🍅

Tatiek
January 12, 2020

Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, The Campus of Technology

by , in

Salah satu momen paling membahagiakan dan ditunggu-tunggu bagi para mahasiswa adalah momen wisuda. Itu adalah saat belajar dan kerja keras mereka menampakkan hasil akhirnya. Lega dan bahagia. Pasti itu yang dirasakan oleh para wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) yang menghadiri momen spesial mereka yaitu Wisuda XIV di awal tahun 2020 ini.

Agenda Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2020 kemarin. Acara tersebut bertempat di Harris Hotel & Conventions, Jalan Peta No. 241, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Ada sejumlah 209 wisudawan yang menghadiri momen indah mereka tersebut.

Venue acara Wisuda XIV STT Bandung

Nah, para narablog dari Joeragan Artikel (JA) juga mendapatkan undangan khusus untuk hadir meliput agenda wisuda STT Bandung seperti tahun kemarin. Teman-teman narablog JA yang di Bandung tentu saja bisa hadir di sana, sedangkan kami yang di luar Bandung tetap bisa bertugas meliput secara online via siaran langsung di akun instagram @sttbandung. Tak kalah seru, lho!

Kampus Teknologi yang Terus Meningkatkan Prestasi


Tepat pukul 08.00 WIB, acara wisuda pun dibuka. Para wisudawan yang mengenakan toga berpadu warna biru segera memasuki venue megah yang didominasi warna ungu dan keemasan tersebut. Mereka, 209 wisudawan itu terdiri dari:

1. Wisudawan Prodi Teknik Industri sebanyak 113 orang

2. Wisudawan Prodi Teknik Informatika sebanyak 70 orang

3. Wisudawan Prodi Desain Komunikasi Visual sebanyak 26 orang

Setelah pembacaan aturan wisuda selama lebih kurang 5 menit, Senat Perguruan Tinggi, undangan VVIP, Keynote Speaker, dan Pasukan Penari pun memasuki tempat wisuda. Selanjutnya selama sekitar 10 menit, tergelarlah Tarian Selamat Datang yang merupakan persembahan dari Unit Seni Tari STT Bandung. Keren!

Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T melakukan Pembukaan Rapat Senat Terbuka

Acara dilanjutkan dengan Pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. Berlanjut lagi dengan agenda menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta yang diisi oleh Unit Paduan Suara STT Bandung yang diikuti juga oleh segenap hadirin. Ditampilkan pula Mars STT Bandung yang dibawakan dengan cukup apik oleh paduan suara kampus yang berdiri sejak tahun 1991 itu.

Tim paduan suara STT Bandung

Selanjutnya, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. menyampaikan laporannya selaku Ketua STT Bandung. Beliau merasa bangga terhadap keberhasilan 209 wisudawan yang hadir kemarin. Bapak Naseer juga menyampaikan laporan tentang prestasi para dosen STT Bandung yang saat ini berjumlah 170 orang.

Menurut beliau, para dosen STT Bandung yang sudah bergelar S2 dan S3 sudah mencapai 96%. Ini berarti sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ditambah lagi, ada 10 orang dosen tetap yang sedang menempuh pendidikan doktoral serta beberapa dosen yang berhasil menerima hibah penelitian sejumlah ratusan juta rupiah. Great!


Tak heran, setiap tahun selalu ada peningkatan jumlah mahasiswa baru. Untuk tahun 2019 kemarin, jumlah mahasiswa baru mencapai 1500 orang. Dari jumlah tersebut, 75% adalah mahasiswa yang berasal dari Jawa Barat. Sedangkan sisanya berasal dari luar Jawa Barat, termasuk dari luar negeri.

Dua sambutan berturut-turut lainnya disampaikan oleh Ketua Yayasan LPBIB, Bapak Dr. Dadang Hermawan. Juga sambutan dari perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV.

Wisuda Istimewa Dihadiri Ilham Habibie


Salah satu agenda istimewa yang dinantikan adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh putra sulung Alm. BJ Habibie, Dr. Ing. Ilham Habibie, M.B.A. Beliau yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional (Wantiknas) Republik Indonesia itu memaparkan tentang "Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0".


Masya Allah. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Sebuah kesempatan emas bagi saya nih untuk ikut menyerap ilmu yang disampaikan oleh Chairman PT. Ilthabi Rekatama yang kecerdasan dan wajahnya amat mirip dengan ayahnya tersebut.

Ya, dunia saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain-lain. Hal ini disebut juga dengan dengan fenomena disruptive innovation.

Nah, terkait dengan pola ekonomi digital, Bapak Ilham menyebutkan bahwa ekonomi di masa depan harus mengandalkan inovasi. Keharusan mengandalkan inovasi ini merupakan satu diantara empat hal yang dipersiapkan oleh semua negara dalam menyambut tantangan masa depan.

Lengkapnya, semua negara di dunia ini hendaknya menitikberatkan pada:

1. Berinvestasi ke Human Capital
2. Berinvestasi ke Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
3. Membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan
4. Meminimalkan kemiskinan

Poin ke-4 akan bisa tercapai jika target pada poin 1, 2, dan 3 tercapai dengan baik.

Ilham Habibie, like father like son

Menurut Bapak Ilham, ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi, dan kewirausahaan sebagai jawaban atas timbulnya lima megatrends yang mengubah dunia. Apa saja megatrends itu?

1. Urbanisasi cepat
2. Perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya 
3. Pergeseran kekuatan ekonomi global
4. Perubahan demografi dan sosial
5. Gebrakan teknologi 

Proses inovasi ini diwujudkan melalui ide yang akhirnya melahirkan produk atau jasa yang baru. Di sinilah inovasi berperan sebagai penghubung antara teknologi dan kewirausahaan. Nah, generasi muda yang biasanya kaya ide adalah para inovator itu!


So, para wisudawan STT Bandung yang berjuluk Campus of Technology ini diharapkan bisa ambil bagian dalam barisan yang aktif di UKM rintisan (Start-Up) yang diberdayakan dengan Teknologi (Informasi & Komunikasi).

Tentunya proses inkubasi perusahaan rintisan itu akan menghadapi berbagai tantangan sehingga memerlukan SDM unggul (terutama di bidang teknologi) dan perlunya kesabaran akan kurang adanya mentor dan pendanaan di fase awal.


Ya, pendidikan berkualitas adalah kunci untuk melahirkan SDM unggul. Sungguh, Indonesia berharap banyak pada SDM unggul yang mengerti dan menguasai rincian dan proses Teknologi - Inovasi - Kewirausahaan. Jadi wahai para wisudawan STT Bandung, inilah saat yang tepat untuk menunjukkan kiprah Anda semua!

Calon-calon SDM Unggul dari STT Bandung


Setelah orasi ilmiah mengesankan dari keynote speaker di atas, tibalah pada acara inti yaitu pelantikan wisudawan yang dilakukan oleh Ketua STT Bandung, Pembantu Ketua I, beserta Ketua Program Studi. Saya bisa membayangkan kelegaan para wisudawan yang maju satu per satu untuk menyandang gelar sarjana mereka secara resmi itu.

Pengumuman Wisudawan Terbaik

Selanjutnya adalah agenda pemberian penghargaan kepada wisudawan dan skripsi terbaik dari masing-masing Program Studi. Mereka adalah:

Prodi Teknik Industri

Wisudawan terbaik diraih oleh Dheyu Laksmi Wulandari, S.T

Skripsi terbaik diraih oleh:

1. Virgiawan Chandra Bakti, S.T
Judul skripsi: Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed dengan Pendekatan Karakuri

2. Indra Rukmana, S.T
Judul skripsi: Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integer Linear Programming

3. Zaenal Uyun, S.T
Judul skripsi: Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering

Prodi Teknik Informatika

Wisudawan terbaik diraih oleh Muhammad Rizal Mutaqin, S.Kom

Skripsi terbaik diraih oleh:

1. Deri Hermawan, S.Kom
Judul skripsi: Aplikasi 3D Virtual Reality sebagai Media Bantu Terapi Acrophobia Berbasis Android

2. Regina Sukma Citra, S.Kom
Judul skripsi: Klasifikasi Ujaran Kebencian dengan Metode Naive Bayes Classification di Sosial Media Facebook Berbasis Web

3. Yasti Aisyah Primianjani, S.Kom
Judul skripsi: Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik KWH Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler

Prodi Desain Komunikasi Visual

Wisudawan terbaik diraih oleh Tiffani Zeta, S.Ds

Skripsi terbaik diraih oleh:

1. Andri Setiawan, S.Ds
Judul skripsi: Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah

2. Bagus Arya Suseno, S.Ds
Judul skripsi: Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung

3. Luthfi Alfaritzi, S.Ds
Judul skripsi: Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Selamat dan sukses untuk calon-calon SDM unggul di atas dan segenap wisudawan, ya! Kalian keren!


Setelahnya, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STT Bandung dan para mitra yaitu PT. Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma.

Wisuda Bukan Garis Finish!


Acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan yang disampaikan oleh perwakilan wisudawan, dilanjutkan dengan janji wisudawan. Momen mengharukan terjadi kemudian karena pembacaan apresiasi dan puisi untuk orang tua. Ya, keberhasilan para wisudawan pasti tidak terlepas dari kerja keras dan doa orang tua. Tanpa mereka, kita memang bukan siapa-siapa.

Tim paduan suara kampus kembali hadir dengan membawakan lagu Bagimu Negeri dan Syukur. Menunjukkan bahwa kiprah para wisudawan sedang dinanti untuk kemajuan negeri ini. Sungguh, momen wisuda bukanlah garis finish tetapi justru adalah garis start yang harus segera dilewati.

Selanjutnya adalah pembacaan doa, sebagai wujud rasa syukur dan penuh harap kepada Allah Yang Maha Kuasa. Tanpa izin-Nya, keberhasilan itu hanyalah angan-angan semata. Tanpa takdir baik-Nya, senyum dan kelegaan pada momen wisuda tidak akan terwujud nyata.

Penutupan Rapat Senat Terbuka pun dilakukan oleh Ketua STT Bandung, pertanda agenda wisuda sudah menjelang berakhir. Ya, acara hiburan penutup segera menyusul kemudian yang kembali dibawakan oleh tim paduan suara. Dilanjutkan dengan persembahan dari tim kesenian angklung. Bagus sekali!


Sekitar pukul 12.30, Senat Perguruan Tinggi meninggalkan tempat wisuda. Agenda Wisuda XIV STT Bandung pun selesai dengan baik dan lancar sesuai rencana.

Sekali lagi, selamat dan sukses kepada para wisudawan dan panitia penyelenggara!



Salam,
Tatiek Purwanti





Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
Jl. Soekarno Hatta No.378 Bandung 40235 
Phone. (+6222) 522 4000 
Fax. (+6222) 520 9272 
Hp. +6281 2222 55 777 
Email: info@sttbandung.ac.id
Instagram: @sttbandung