My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Es Krim Afra dan Food Combining

IMG_20150624_171844
Sekitar dua bulan tidak corat-coret di sini. Sesuai dengan keinginan saya pada tulisan sebelumnya, maka coretan kali ini akan membahas sedikit tentang es krim. Lebih tepatnya adalah kegiatan Market Day Afra pada Ramadhan 1436 H kemarin. Ya, berjualan es krim di rumah.

Berawal dari ide seorang sahabat saya yang tinggal di Batam sana bersama keluarga kecilnya. Seorang ibu rumah tangga yang rajin belajar, menurut saya. Selalu tertarik hal-hal baru termasuk mencoba berwirausaha karena dua putranya sudah beranjak besar. Bisnisnya itu tak lain dan tak bukan adalah berjualan homemade ice cream. Laris manis dan sangat serius ditekuninya. Walaupun tidak seperti teman-teman yang lain yang senantiasa mengaplod jualannya di pesbuk, bisnisnya berjalan mulus lurus terus.

Jelang Ramadhan, terbetik keinginan untuk menirunya. Walaupun belum ada keinginan untuk langsung membeli kulkas freezer, lemari pendingin yang isinya freezer tok! Hanya ingin memanfaatkan freezer yang sering nganggur plus menuruti rengekan Afra yang ingin menjual makanan kecil pas Ramadhan. Alhamdulillah, membuatnya tak begitu susah. Karena di kampung belum ada yang menjual es krim rumahan seperti itu, maka pembeli-pembeli cilik segera berdatangan setiap jelang berbuka. Afra pun sigap melayani mereka. Mondar-mandir dari depan ke belakang karena kulkasnya tetap berada di ruang makan. Capek tapi seneng, katanya. Ini berlangsung terus sampai bulan-bulan berikutnya. Hasil jualannya, lumayan lah. Alhamdulillah.

Belakangan, resep es krim rumahan itu beredar luas di sebuah grup memasak di pesbuk. Seorang bapak menshare 'resep rahasia' es krim rumahan yang murah meriah itu. Akhirnya resep itu menjadi hits dan merubah sebagian member grup menjadi bakul es krim rumahan juga. Sementara itu sahabat saya, si juragan es krim, tetap gigih melakukan eksperimen agar es krimnya punya cita rasa yang berbeda walaupun resepnya sekilas sama seperti yang beredar. Saya? Ngikut aja hasil eksperimennya, hehe. Dan akhirnya terciptalah sebuah resep modifikasi yang tanpa menggunakan SP. Lebih uenakk! Berawal dari mikir-mikir tentang jejak si SP yang meninggalkan sedikit rasa aneh di tenggorokan. Good job, Nda!

Tapi kini, kisah es krim rumahan saya tinggal kenangan. Selain karena sudah memasuki musim penghujan, juga karena 'hidayah' untuk ber-Food Combining sudah datang 😊 Sebenarnya konsep tentang makan buah di saat perut kosong, minum air putih berkualitas minim delapan gelas sehari, perbanyak makan sayur, dll sudah saya kenal sebelumnya. Hanya saja masih berupa potongan-potongan puzzle yang belum terangkai utuh. Nah, bagi Anda yang mengetahui tentang pola makan yang menyehatkan ini, pasti paham bahwa susu -bahan utama pembuat es krim- adalah jenis minuman yang harus dihindari karena termasuk pembentuk asam bagi tubuh. Jadi, tidak minum susu sama sekali? Yapz, katakan tidak untuk susu sapi! Tapi welcome untuk susu kambing. Widiih, jadi milih-milih gitu ya? Iya lah. Sebenarnya kan kebiasaan Rasulullah minum susu itu adalah susu kambing segar, bukan susu sapi. Memang selama ini iklan susu sapi benar-benar membombardir konsumen dengan warbyasak! Termasuk saya sekeluarga, hiks. Tentang ini, bisa dibaca di kultwit #KibulanSusu oleh bang Erikar Lebang, salah seorang pakar Food Combining di Indonesia.

Mengarahkan Afra pelan-pelan agar sesekali saja mengkonsumsi es krim memang butuh perjuangan. Dari yang setiap hari tinggal comot es krim di kulkas gratis, menjadi melongo karena tak ada es krim lagi. Sabar, ya Nak! Lalu bagaimana caranya? Alhamdulillah, saya (lagi-lagi) dikirimi resep es puter oleh sahabat saya itu. Nah, ini lebih aman karena memakai santan. Lho, bukannya santan itu mengandung kolesterol? Iya, jika santannya dimasak sampai matang. Tidak, jika santannya diperas dengan air matang hangat.

Walaupun di resep berikut, santannya tetap direbus sih 😢 Masih belum nemu caranya biar tidak usah direbus. Tapi setidaknya sudah bisa menghindar dari susu sapi dan menjadikan hidangan es sejenis ini sebagai sajian rekreasional alias sesekali saja, bukan konsumsi harian.

Resep Es Puter

Bahan:
500 ml santan kental
120 gram gula pasir
2 lembar daun pandan, ikat simpul
2 sdt tepung maizena, yang dilarutkan dengan 3 sdm air
1 buah kelapa muda, kerok dagingnya memanjang
½ sdt garam halus

Cara Membuat:
1. Siapkan wadah untuk merebus santan, gula, daun pandan, dan sedikit garam sampai mendidih. Aduklah sampai benar-benar melebur semua.
2. Tambahkan tepung maizena ke dalam rebusan santan tadi dan aduk terus sampai mengental dan rata, angkat dan sisihkan.
3. Bila adonan sudah dingin, tambahkan serutan daging kelapa muda, aduk lagi.
4. Masukan adonan yang sudah jadi ke dalam wadah bertutup yang sudah disiapkan, lalu masukan wadah ke dalam freezer kurang lebih 3 jam.
5. Kemudian keluarkan wadah yang berisi es puter, haluskan dengan menggunakan mixer, pelan saja
agar halus merata.
6. Masukan lagi es puter ke dalam freezer sampai benar-benar membeku. Es puter siap dinikmati.

Jazaakillahu khairan katsiir untuk sahabat saya yang telah mentraining saya selama ini 😘 Sayangnya saya tidak bisa melanjutkan bisnis es krim ini 😌 Idealis kah saya? Begitulah. Setelah mengetahui seluk beluk kuliner sehat, jadi mikir jika ingin jualan yang tidak sreg di hati. Lalu bagaimana dengan market day Afra? Jualan yang lain aja ya, Nak! Mungkin produk selain makanan. Belum dimulai lagi, sih. Sejak dua bulan belakangan sedang membiasakan Afra sarapan buah dan minum air putih lebih banyak dari biasanya. Pada dasarnya Afra suka buah. Tapi dulu sebelum tahu banyak tentang FC, makan buahnya di sembarang waktu. Bismillah, hijrah! Dan tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

IMG_20151121_054015.png 

Pakisaji, 27 Desember 2015
Ditulis saat tak bisa tidur, saat si debay Insya Allah sudah 8 weeks 😍

Tatiek Ummu Hamasah Afra

No comments:

Post a Comment