My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Pecahan Surga di Pantai Tiga Warna

keindahan-pantai-3-warna 

Pecahan Surga di Pantai Tiga Warna
Oleh: Tatiek Purwanti

Sebentuk nama pengusik sukma
kuukir di atas putih pasir
Tak kuasa aku halanginya
terhapus pupus oleh
tarian menawan ombak penghuni pesisir

Ah, biarlah…
Bukankah riak-riak itu yang kurindu?
Segarkan dua batang kakiku
Belai gemulai helai-helai rambutku
Karena hadirnya membawa serta
tiupan kesegaran angin surga

Merah, hijau, biru
Tiga warna nirwana
Terhidang membentang di pantai ini
Seandainya aku bisa
Ingin kutahan kedipan mata
Lalu salur ulurkan kenikmatan itu
ke seluruh sudut hatiku
Agar tak kudapati lagi pedihnya nestapa

Telentang tenang aku kini
Beralaskan butir-butir pasir sejuk
Merah, hijau, biru itu tak nampak lagi
Beralih tatapanku ke atas ufuk

Aku tertawan kilauan emas rembulan
Jua terpana kerlipan bintang bercahaya
Kurasai luka hati terobati
sempurna, sebab mereka

Larut jiwaku pada
harmoni berseri pantai Tiga Warna
Gemuruh ombak berdebur, lambaian nyiur
Paduan suara alam penghias malam
Maka wajah dan namamu tenggelam

Lalu aku kembali rangkai bait puisi
Bukan untukmu lagi, Rani
Tapi demi sejuta pesona pantai ini
Sungguh, andai ia seorang dara
Tak akan ragu aku menyebutnya
yang paling jelita di penjuru semesta

Malang, 27 September 2017

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Saat menyaksikan trailer film terbaru karya Bunda Helvy Tiana Rosa, Duka Sedalam Cinta, tiba-tiba saja saya teringat akan pantai Tiga Warna. Film religi yang berlatar keindahan pantai di Halmahera Selatan itu lalu mengingatkan saya pada sebuah cita-cita. Ya, saya ingin mengunjungi pantai Tiga Warna yang terletak di Malang Selatan itu. Maka tulisan ini memang bukan tentang pengalaman travelling saya, tapi tentang sebagian dari mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan nanti.

Seperti yang saya sebutkan dalam puisi di atas, air di pantai ini memiliki tiga warna yang berbeda. Biru, seperti laut pada umumnya, juga hijau dan merah. Ini disebabkan karena perbedaan kedalaman air laut dan pembiasan cahaya matahari. Lalu jika kita menyelam di dalamnya, ada terumbu karang indah yang masih terjaga kealamiannya.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, pantai Tiga Warna yang terletak di  Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang ini tidak bisa sembarangan dimasuki. Untuk bisa menikmati pesonanya, para pengunjung harus melakukan booking terlebih dahulu. Bahkan untuk mengunjunginya di hari Ahad atau hari libur nasional, booking tiketnya harus satu bulan sebelumnya. Intinya, ada batasan pengunjung yang diizinkan untuk menikmati isi pecahan surga. Istimewa!


bersih-pantainya 
Aturan yang diberlakukan itu memang untuk menjaga kelestarian pantai yang termasuk area rehabilitasi dan konservasi Mangrove, terumbu karang, sekaligus hutan lindung itu. Selain itu, edukasi untuk menjaga kebersihan area pantai juga dilakukan sehingga kawasan pantai tetap terjaga kebersihannya. Bukankah akan terasa mengganggu pemandangan jika pantainya cantik tapi banyak sampah berceceran?

Ah, kembali teringat akan film Duka Sedalam Cinta. Sebuah quote yang disampaikan oleh Mas Gagah di dalam film itu berkata, "Segala sesuatu yang indah, mahal, dan berharga di dunia ini, Allah letakkan di tempat yang sukar dijangkau, terjaga, tertabiri. Di mana kau temukan emas dan permata? Nun jauh di lapis bawah petala bumi, tertutup, dan terlindungi. Di mana kaudapati mutiara? Nun jauh di kedalaman lautan, terpelihara oleh cangkang yang cantik. Begitupun seharusnya dirimu, kehormatanmu."

Ya, untuk mencapai pantai Tiga Warna yang cantik ini butuh perjuangan tersendiri. Dan kecantikannya terus dilindungi. Maka ia menjadi salah satu tujuan wisata idaman yang dirindukan. Ia menjadi salah satu mimpi saya, seperti mimpi menonton film itu yang tanggal 19 Oktober kemarin diluncurkan.



Selamat merajut mimpi,

Tatiek Purwanti

⚫⚪⚫⚪⚫⚪⚫⚪

#ODOPOKT18

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia



Referensi: iqbalazhari.com

No comments:

Post a Comment