My Lifestyle, My Journey, My Happiness

9 Pesan dari #2018BestNine


Tahun 2018 baru saja berlalu. Bermacam cara dilakukan orang untuk mengenang rangkaian peristiwa sepanjang tahun. Misalnya, para blogger yang membuat ulasan tentang segala pencapaian ngeblognya. Mulai dari tantangan ngeblog, berbagai lomba yang diikuti, sampai penghasilan yang didapatkan dari blog-nya.

Saya awalnya ingin menulis hal serupa, tapi ternyata tidak kesampaian. Keasyikan liburan, hehe. It's okay. Karena ulasan serupa sudah pernah saya tuliskan saat Hari Blogger Nasional 2018 yang lalu. Bisa dibaca pada postingan Sebuah Catatan Spesial di Hari Blogger Nasional , ya.

Walaupun sedikit terlambat, saya tetap ingin sih mengulas seputar dunia blogging yang sudah saya jalani dengan sudut pandang yang berbeda. Ya, melalui #2018BestNine. Teman-teman yang aktif di instagram pasti sudah ngeh dengan kolase yang bersumber dari instagram ini. Yang belum tahu? Yuk, saya bisikin ^^

Nah, #2018BestNine ini bisa diperoleh dengan mengunjungi situs 2017bestnine.com. Iya sih, nama situsnya belum di-update, gitu. Tapi kita sudah bisa mendapatkan layanan kolase berupa 9 foto instagram terbaik kita sepanjang tahun 2018. Mudah dan gratis!

Langkah pertama, jangan gembok akun instagram kita, ya. Karena si 2017bestnine.com memerlukan akses untuk memindai foto-foto yang sudah terunggah di akun instagram kita. Dilanjutkan dengan klik situs di atas, isi nama akun kita. Tunggu sebentar. Jadi, deh.


Ada dua pilihan hasil kolase: original atau square. Saya sih memilih yang original karena ada penampakan jumlah like keseluruhan sepanjang tahun dan jumlah unggahan foto kita sepanjang tahun. Kalau yang square, hanya berisi 9 kolase saja. Lebih besar penampakannya, sih. Nah, kita bisa membagikan hasil itu di Facebook dan tentu saja di instagram.


Yups, sembilan foto terbaik itu didapatkan dari jumlah like terbanyak. Dimulai dari pojok kiri atas sebagai foto paling banyak disukai, sampai pojok kanan bawah yang paling sedikit. Bagi saya sih ini menarik. Tidak hanya tentang yang disukai 'pemirsa', tapi juga ada pesan-pesan di baliknya yang berusaha saya tangkap. 

Seperti yang saya sebutkan di atas, ini saya kaitkan dengan dunia blogging dan kepenulisan. Sejak menjalani keduanya, saya berusaha aktif mengunggah foto di instagram. Mayoritas memang berisi seputar ngeblog dan menulis. Saya mulai dari yang paling sedikit, ya.

1. Membaca Buku adalah Modal Bermutu

Ini pasti sudah sama-sama kita pahami. Penulis atau blogger yang jarang membaca, ibarat orang maju berperang tanpa senjata. Tanpa sarapan pula. Lemes, dong.

Saya sendiri berusaha membaca buku dari berbagai genre, mulai novel young adults sampai buku non fiksi tentang sosial budaya. Rasanya saya masih miskin diksi, padahal diksi ibarat bumbu-bumbu pada masakan. Ia juga ibarat magnet yang bisa membuat pembaca makin lengket. ^^


Saya pun ingin memperluas sudut pandang dengan membaca berbagai pengalaman, kreatifitas, dan opini para penulis buku tersebut. Selagi yang mereka paparkan tersebut tidak bertentangan dengan syariat dan kebenaran universal, justru itu memperkaya wawasan saya walaupun hal-hal itu mungkin belum umum beredar di 'pasaran'. I tried to know wider, then I found wisdom.

Nah, foto ini mengingatkan saya bahwa beberapa PR resensi masih menunggu untuk dituliskan, hiks. Baik itu resensi buku-buku orang lain yang sudah selesai saya baca atau resensi buku-buku antologi yang sudah saya hasilkan sepanjang 2018. 

2. Senyuman itu Meringankan

Saya tiba-tiba berpikir untuk menuliskan caption seperti ini pada foto berikut, "This afternoon, when the artificial flowers bloomed next to my genuine smile."

Begitulah. Kadang datangnya ide menuliskan caption berawal dari penampakan foto. ^^ Ini adalah swafoto yang saya ambil buru-buru saat mengikuti event blogger menjelang akhir tahun lalu.


Kata Rasulullah, senyuman kepada saudara kita itu sedekah. Menjadi blogger itu harus banyak tersenyum, dong. Lebih bagus lagi kalau senyum yang asli, yang tulus. Apalagi saat seorang blogger harus keluar kandang, bertemu dengan banyak orang. Yekan?

Untuk saya sendiri, senyuman akan membuat rileks. Dikejar deadline, senyum. Ada banyak draft tapi anak rewel, senyuuum. Pokoknya, senyum aja, dah! :D

3. Influencer Makes Bigger

Ini adalah kenangan saat pertama kalinya saya mencoba menjadi seorang influencer. Berawal dari keikutsertaan saya di grup komunitas blogger. Ada agency yang mencari blogger yang tinggal di Malang dengan follower instagram minimal 1000. Cuzz, daftar!


Alhamdulillah, saya terpilih. Asyik juga, lho. Kebetulan saya adalah konsumen produk yogurt tersebut. Senang dong bisa mendapatkan produknya secara gratis. Selanjutnya, tentu saja harus menjalankan tugas untuk mempromosikan produk itu dengan gambar dan caption yang menarik. 

Yeah, influencer makes bigger. Membuat (kesempatan) saya lebih besar dalam memperoleh pengalaman dan penghasilan.^^

4. Kalah bukan Akhir Segalanya

Nah, gambar keempat ini unik. Hanya berupa tulisan ber-background hijau, warna kesukaan saya. Tapi kok bisa di-like banyak orang, ya?


Ini adalah cover untuk tulisan yang saya ikut sertakan dalam sebuah lomba menulis via blog bertema stunting. Hasilnya? Tulisan saya tidak terpilih. Ada rasa sedih, dong. Tapi seperti biasanya, saya segera menyadari bahwa tulisan saya itu banyak kurangnya dibandingkan dengan belasan tulisan yang dipilih juri lainnya. Legowo.

Ya, kalah bukan akhir segalanya. Setidaknya, caption yang terdapat di foto ini telah dibaca banyak orang. Mungkin juga mereka melanjutkan dengan membaca blog saya. Manfaat dari tulisan yang tersebar luas adalah hadiah lain yang tidak tampak, bukan?

Lagipula, sejak awal saya lebih menikmati indahnya kolaborasi daripada kompetisi. Bisa mengikuti lomba bersama teman-teman blogger lain dan saling menyemangati itu nikmat sekali bagi saya, lho. 

5. Berkomunitas Agar Berkualitas

Sejak masih menjadi buruh muda dan mahasiswi, rasanya saya memang suka berkomunitas. Saya bukan orang yang rame, tapi juga bukan orang yang pendiam sekali. Tengah-tengah, lah. Dengan berkomunitas, peegaulan pun menjadi lebih luas. Pastinya,  hobi yang saya tekuni bisa lebih enjoy dijalani.


Berbagai komunitas pernah saya masuki, baik offline ataupun online. Saya banyak belajar memahami orang lain dan pemikiran mereka saat menjadi bagian dari komunitas tersebut. Tentu saja ada komunitas yang sudah saya tinggalkan. Tidak selamanya saya berada di sana, dengan alasan yang... biar saya saja yang tahu, ya. ^^

Nah, sekarang saya sedang menikmati berada dalam komunitas blogger Malang Raya, di daerah saya. Menyesal, sih. Kenapa tidak dari dulu bergabung, hihi...

6. Impian dan Kenyataan Kadang Berdekatan

Sebelum bulan Oktober 2018, saya benar-benar belum pernah menghadiri blogger gathering di Malang. Ya, karena saat itu saya belum nyemplung di komunitas blogger di kota saya, sih. Maka saat ada ajakan blogger meet-up, saya tentu saja antusias menghadirinya. Thanks to Mbak Eni dan Mbak Erny 😘

Alhamdulillah, akhirnya bisa bertatap muka dengan para blogger keren di Malang Raya. Hijup Bloggers Meet-Up, event perdana yang saya hadiri, juga keren abiz. Ditambah dengan terpilihnya saya sebagai juara ketiga pada blog competition yang digelar, it was so complete! 


Sebagai blogger pemula, saat itu saya baru saja memimpikannya di awal bulan. Eh, mimpi itu menjadi nyata di pertengahan bulan. So, just never stop dreaming!

7. Jangan Lupa Menuliskan Kisah Perjalanan

Selama mengikuti berbagai proyek antologi, -baik lomba atau nulis bareng- saya biasanya mendapatkan sertifikat. Itu tentu saja sebagai bukti resmi partisipasi saya dalam proyek tersebut. Semua sertifikat itu berharga buat saya. Ya, sejatinya setiap kali berhasil menyelesaikan tulisan, itu adalah sebuah prestasi.


Tapi kalau boleh memilih mana yang paling berkesan, maka sertifikat ini salah satunya. Saya tidak menjadi juara 1, 2, dan 3 tapi sebagai penulis terpilih 'saja.' Tulisan yang saya lombakan itu sungguh tak terlupakan, yaitu pengalaman berharga saya saat mengunjungi Museum Radya Pustaka Surakarta.

Saya sekeluarga hampir saja tidak bisa ke sana. Saat di sana pun, ponsel saya sudah lowbat dan akhirnya saya mengandalkan  kamera digital tua. Asal ada bukti dokumentasi, pikir saya saat itu. Saya pun berjanji akan menuliskan kisah perjalanan saya itu di blog, saat tiba di Malang nanti.

Ternyata ada kesempatan lain yaitu menuliskan kisah itu pada lomba penulisan wonderful cagar budaya, yang terselenggara atas kerja sama Wonderland Family dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alhamdulillah, hasilnya seperti yang saya sebutkan di atas.

Lebih istimewa lagi, hadiah uangnya hadir saat saya sedang 'kanker', hehe... Allah Swt Maha Kaya, saya tidak pernah meragukan itu. Saya pun semakin menyadari bahwa setiap perjalanan sebaiknya memang diabadikan melalui tulisan. 

8. Mari Menasihati Diri Sendiri

Foto yang menjadi runner-up #2018BestNine ini awalnya iseng-iseng saja. Rasanya saya sudah jarang menulis menggunakan pena, hiks. Padahal dulu saya rajin sekali. Sekarang, saya hanya sesekali mencoret-coret buku agenda.

Maunya sih saya menggambar lalu hasilnya saya unggah di instagram. Bisa sih kalau hanya menggambar hewan-hewan dengan bentuk aneh, saat si kecil me-request-nya. Selain itu, belum pede lah. Hehe ... Jadi, saya memilih untuk menulis qoute saja.


Jadilah quote seperti itu. Sekadar nasihat sederhana untuk diri sendiri. Menjadi blogger dan penulis pastinya diniatkan untuk kebaikan dong, ya. Pun dalam kehidupan sehari-hari, berbuat baik itu adalah kebutuhan. Tapi, merasa paling baik sehingga meremehkan yang lain bisa membuat amal-amal kebaikan kita tergerus. 

9. Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga

Maaf, kali ini saya mencontek potongan Original Soundtrack-nya Keluarga Cemara. Yang hapal OST-nya pasti seumuran dengan saya. ^^ Dan saya sih iyes dengan lirik-lirik yang ada di dalamnya. 

Begitulah. Secinta-cintanya saya menulis dan ngeblog, keluarga saya adalah yang paling utama. Makanya saya selalu bangga menyebutkan 'profesi utama' saya sebagai ibu rumah tangga, sebelum menyatakan diri sebagai blogger, writer, ataupun influencer.

Keduanya bisa seiring sejalan, kok. Buktinya saya dan banyak emak blogger lain tetap bisa beraktifitas (mayoritas) di rumah sembari menulis dan ngeblog. Tapi, saya tentu saja akan mengutamakan anak jika di saat yang sama aktivitas menulis/ngeblog tidak bisa saya jalani. Anak bangun tidur dan nangis, selamat tinggal laptop! Hehe...


Nah, foto ini entah kok paling banyak disukai. Padahal proses mengambilnya hectic banget. Saat itu hanya ada saya dan si kecil, jadi saya memakai mode swafoto. Berkali-kali jepret, hasilnya aneh-aneh. Hanya ini yang terlihat natural dan... saya tampak lebih putih. 😆 Thanks ya, kamera jahat! 😁

Ini juga saya ikutkan dalam sebuah lomba blog. Belum ada pengumumannya. Apapun hasilnya nanti, saya sungguh menikmati usaha menuliskanya. Terutama karena kebersamaan dengan si kecil dan keluarga saya sudah terekam dalam jejak tulisan. Alhamdulillah.

Fiuhh... Cuma 9 foto saja ternyata kalau dijabarkan lumayan panjang juga, ya. Yang jelas, #2018BestNine ini berharga untuk saya. Tidak hanya sekadar foto atau gambar, tapi juga pesan-pesan yang akan terus saya kenang sepanjang tahun 2019 ini.

Nah, teman-teman sudah mencoba #2018BestNine atau belum?


Salam,






Postingan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post (ODOP) bersama Estrilook Community.


#ODOPEstrilookCommunity
#ODOPJanuary2019
#Day2

33 comments:

  1. Keren-keren nih fotonya mbak...sukses selalu ya....Jadi penasaran bestnineku apa ya....

    ReplyDelete
  2. Saya belum buat #bestnine2018. Suka dengan tulisan mencari follower 1000 gimana caranya mak? Ajari saya dong

    ReplyDelete
  3. Wah.... Penasaran cara buatnya gimana, Bu?

    ReplyDelete
  4. Menurutku medsos yang terus berinovasi itu fb dan instagram. Keren ya ada situs bestnine ini jadi tahu kita tipikal follower sukanya postingan yg kaya apa.

    ReplyDelete
  5. Foto-fotonya menarik dan cerita dibaliknyapun tak kalah oke. saya yang baru mulai aktif ngeblog jadi bisa belajar banyak dari postingan ini.
    paling suka yang pertama. Dingatkan untuk selalu rajin membaca jika ingin jadi penulis blog yang berwawasan luas.

    ReplyDelete
  6. Wah terimakasih sudah berbagi informasi mbak. Masih newbie butuh banyak belajar ��

    ReplyDelete
  7. Mba Tatiek, aku bintangin. Aku kudet banget. Kirain teh, bestnine itu dr IGnya langsung. Ternyata bukan ya...tp aku baru buka akun IG aku. Selama ini digembok. Dan ternyata klo mau jadi blogger dan influencer harus punya byk follower dan follow yg yg lain juga. Terlepas dr info ttg best nine, poin lainnya pun sangat bermanfaat. Thanks for sharing 😊

    ReplyDelete
  8. Aku juga pikir awalnya itu IG kasih surprise ke kita macam di FB gitu. Eh ternyata nggak hahaha. Jadilah saya selancar hanya untuk cari tahu gimana caranya dapetin kolase bestnine wkwkwkwk. Asik juga ya mba. Btw itu foto paling bawah emang lucu dan natural makanya banyak yang sukak

    ReplyDelete
  9. Masyaallah, semoga tahun ini semakin banyak hal baik ya mba. Aamiin. Foto-nya bagus-bagus banget, pas jadi bestnine hihi.

    ReplyDelete
  10. Saya sudah coba tapi postingan yang ala ala yang jadi bestnine nya. Jadi enggak saya publish deh kwkwkwk

    Masya Allah keren pencapaiannya lewat bestnine Mbak Tatiek. Semoga makin sukses ya

    ReplyDelete
  11. Belum best nine-an aku. Mba Tatiek keren banget nih perjalanan dan pencapaiannya. Semoga tahun ini semakin sukses

    ReplyDelete
  12. Saya pernah tuh ke Museum Radya Pustaka. Rada takut saya pas di ruangan belakang. Hehe...
    Punya juga di IG, best nine. Seneng yaah...ternyata yg muncul keluarga...

    ReplyDelete
  13. Nah, ini yg tempo hari sy tanya di IG. Kali ini jawabannya super lengkap. Makasih atas penjelasannya yak. Rasanya jadi tak sabar ingin mencoba. Karena 2018 adalah tahun luar biasa bagi saya

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah bun bestnine nya bener-bener amazing story..bestnine aku banyaknya foto OOTD bun, maklum saya suka banget sama fashion dan OOTD.. gimana atuh jadi malu sama cerita bunda wehehehe

    ReplyDelete
  15. Quote nya keren, fotonya keren, semoga terpilih mb. Duh, kapan ya, iso ketemu ya mb, hehe.

    ReplyDelete
  16. Waww keren mba... 9 foto keren ala IG dan uraiannya yg mnfukung banged. Sy coba lihat dehh... Thx yaa artikelnya bermnfaat...

    ReplyDelete
  17. Langsung deh mencoba di 2017bestnine.com. Awalnya kupikir bawaan IG, eh ternyata beda. Terima kasih informasinya. Jadi tahu the best my photo in IG.

    ReplyDelete
  18. Makjleb banget yak setelah berbuat baik merasa paling baik paling segalanya duh bukan akuh banget tapi emang itu godaannya

    ReplyDelete
  19. Saya sudah coba best nine nih mbak, nggak kepikir buat ditulis di blog. Eh, sekarang jadi pengin ikutan publish. Hehehe...makasih idenya ya mbak. Btw..foto-foto mbak emang keren bingit yang best nine

    ReplyDelete
  20. Keren mbak, banyak Info baru buat aku, mampir lagi aah nanti, makasih info2 dan foto2 menariknya mbak

    ReplyDelete
  21. setujuu banget nih mb
    berkomunitas agar berkualitas
    sejujurnya ini kegiatan blogger
    yang saya juga sukaaa

    bisa berinteraksi
    bisa belajar langsung
    dari blogger yang udah pengalaman

    suksesss teruss ngeblognya mbaa

    ReplyDelete
  22. Semoga semakin sukses bun di tahun ini ya, tahun lalu sudah berlalu, saatnya kembali membuat hal-hal yang positif di tahun ini.

    ReplyDelete
  23. Fotonya bagus-bagus Mbak. Dah kayak iklan gitu..hehe

    ReplyDelete
  24. Kemarin saya juga udah coba bestnine ini. Tahu gak, foto apa yang paling banyak muncul? Foto makanan! Tahu aja kalau saya doyan makan, hehehe.

    ReplyDelete
  25. Masyaallah, menulis yang terjadi setahun terakhir pasti bikin kita berbenah ya mba. Btw, ntar coba ah yg bestnine nya, hihi

    ReplyDelete
  26. Suka banget saya baca ini. Belum coba best nine. Benar, ya, godaan merasa lebih baik itu harus kita hindari jauh-jauh. Makasih sharingnya, Mbak 😊

    ReplyDelete
  27. Belum coba nih bestnine
    Jadi tertarik juga untuk mencobanya

    Terimakasih mbak

    ReplyDelete
  28. Samaan Mbak, saya juga senang menyimpan kenangan indah seperti ini. Bisa menjadi magnet positif untuk menjalani hari esok dengan semangat dan menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  29. keren mbak keren, salut sama pencapaiannya. semoga sukses selalu ya mbak ;)

    ReplyDelete
  30. Waduuhh, sayanya baru 3 hari yang lalu bikin ig, Mbak. Hiks. Keren dah ah, sukses terus mbaakkk

    ReplyDelete
  31. mau cobain ah....masih bisa nggak ya?

    ReplyDelete
  32. Kudet saya klo bestnine itu ada webnya. Kirain itu yg milih instagram kayak lomba foto gitu qkwkwk..
    *balada emak gaptek

    ReplyDelete
  33. Kita sama2 malang mbaa
    Kalau ada event2 lagi mau dong diinfoo hehe

    ReplyDelete