My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Hidup Lebih Berkah


Pada tanggal 22 Mei 2019 yang lalu -bertepatan dengan tanggal Ramadan 1440 Hijriyah- K.H. Muhammad Arifin Ilham meninggal dunia. Pimpinan Pondok Pesantren Az-zikra ini pergi menghadap Allah SWT setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening dan kanker nasofaring. Innalillahi wa Inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.

Kepergian beliau adalah kehilangan yang amat sangat bagi umat Islam di Indonesia. Ustaz yang terkenal dengan kelembutannya saat menyampaikan nasihat dengan suara beliau yang sedikit parau itu akan selalu dikenang. Begitu juga dengan saya. Beliau adalah salah satu figur ulama yang saya kagumi. Di awal-awal saya berhijrah, saya sering mendengarkan nasihat yang beliau selipkan dalam album religi yang didendangkan oleh Opick, Tombo Ati.

Ada sebuah nasihat terakhir yang beliau sampaikan pada tanggal 18 Mei 2019 yang lalu, 4 hari sebelum beliau pergi. Kini nasihat itu beredar dimana-mana. Saya yakin, hati kaum muslimin akan bergetar karenanya. Ustaz Arifin Ilham Allahuyarham berkata, "Ketika seorang mengalami sakaratul maut, berandai-andai kembalikan kami ke muka bumi sedetik saja, pasti bersedekah."


Ayahanda dari Muhammad Alvin Faiz itu lalu menjelaskan tentang 5 keutamaan sedekah. Pertama, sedekah sangat meringankan sakaratul maut. Kedua, sedekah adalah lampu yang paling terang di alam kubur. Ketiga, pintu surga yang paling besar terbuka adalah Assakhaya, yang bisa dilewati oleh orang dermawan. Keempat, tanda ibadah seseorang diterima oleh Allah SWT adalah gemarnya bersedekah. Kelima, hisab yang paling sulit dihadapi adalah hisab harta.

Jazaakallahu khair, Ustaz... Sungguh itu adalah sebuah nasihat yang tepat. Sekarang adalah bulan Ramadan, bulan paling baik untuk bersedekah. Bukankah segala amal baik di bulan mulia ini akan dilipatgandakan hingga 70 kali lipat? Saya kira bersedekah uang setiap hari selama Ramadan itu tidak berat. Tidak harus banyak tetapi rutin dan ikhlas. Namun jika banyak dan ikhlas, pastinya lebih baik. Alhamdulillah, biasanya isi kotak amal masjid dan musalla meningkat selama bulan Ramadan. 

Jika dirasa sulit sekali untuk bersedekah harta karena memang kondisi keseharian serba kekurangan, jangan khawatir. Sedekah sebenarnya tidak hanya berupa mengeluarkan harta. Bahkan senyum yang tulus kepada saudara dan teman-teman kita bisa dianggap sedekah. Juga usaha kita untuk menyingkirkan duri atau benda apapun yang membahayakan sesama. 


Lalu apa bedanya sedekah dan infaq? Nah, kalau infaq memang khusus pemberian yang berhubungan dengan harta. Jadi ada istilah sedekah senyum, tapi tidak ada istilah infaq senyum. Persamaannya adalah keduanya dihukumi sunnah: dikerjakan mendapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa. Keduanya juga boleh dilakukan oleh seluruh golongan umat Islam, baik mereka yang kaya maupun miskin. Orang miskin berinfaq? Banyak kok! 

Satu lagi pemberian yang berhubungan dengan harta yaitu zakat, yang juga merupakan rukun Islam ke-3. Bedanya dengan infaq dan sedekah, zakat ini hanya wajib bagi golongan umat Islam yang memenuhi syarat. Berikut ini syarat-syarat zakat:

1. Syarat Muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) yaitu orang Islam dan merdeka. 

2. Syarat Harta yaitu: 
  • Harta tersebut dimiliki secara sempurna
  • Harta tersebut adalah harta yang berkembang
  • Harta tersebut telah mencapai nishab
  • Harta telah mencapai haul (harta tersebut bertahan selama setahun)
  • Harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok.
Nah, harta yang wajib kita keluarkan zakatnya yaitu:
  • Atsman (emas, perak dan mata uang).
  • Hewan ternak (unta, sapi, dan kambing).
  • Pertanian dan buah-buahan (gandum, kurma, dan anggur).
Bedanya lagi antara zakat dan infaq/sedekah yaitu zakat itu diperuntukkan bagi orang-orang tertentu. 

Ada 8 golongan penerimanya yaitu:
  1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)
  2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)
  3. Riqab (hamba sahaya atau budak)
  4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)
  5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
  6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)
  7. Ibnu Sabil (musafir dan para pelajar di perantauan)
  8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

Sementara, infaq/sedekah boleh diberikan kepada siapa saja, tidak hanya 8 golongan yang tersebut di atas.

Pada bulan Ramadan ini, umat Islam juga diingatkan tentang zakat fitrah atau disebut juga zakat diri. Zakat fitrah diwajibkan atas diri setiap individu laki-laki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. 

Saya sekeluarga terbiasa berzakat fitrah dengan beras, makanan pokok kami. Lebih afdhal. Bagaimana dengan teman-teman? 


Salam, 
Tatiek Purwanti



Referensi:
https://rumaysho.com/1156-syarat-syarat-zakat.html

Sumber gambar: instagram, pexels

#bpnchallenge2019 
#bpnramadhanchallenge 
#BPNetwork 
#bpnblogpostchallenge 
#bpn30dayblogpost 
#bpn30dayblogpostchallenge
#Day16

No comments:

Post a Comment