My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Boleh Hiatus Asal Jangan Putus!


I think any kind of hiatus one takes in an artistic journey is going to make a huge difference. The pause will inform the choices that you make.
- Mel Gibson

Postingan blog sebelum ini merupakan postingan perdana saya pasca hiatus selama dua bulan. Ya, hiatus. Berhenti sejenak dari aktivitas blogging, baik menulis postingan baru ataupun blogwalking. Pernahkah teman-teman melakukannya?

Kalau saya sih pernah banget, hehe. Sebelum aktif ngeblog lagi pada pertengahan 2017, saya telah membiarkan blog saya didiami laba-laba yang membuat sarang di sana. Mengenal blog sejak 2010, lalu ngeblog seadanya sampai 2016. Begitu seterusnya. Bolong-bolong seperti saringan cendol, hehe.

Barulah pada pertengahan 2017, saat saya mulai mengenal komunitas blogger, aktivitas ngeblog saya menjadi lebih sering dari sebelumnya. Ngeblog jadi asyik dan hidup jadi lebih ceria. Saya mulai mendapatkan job dari ngeblog maupun dunia influencer yang merupakan aktivitas yang sangat bersinggungan dengan dunia blogging.

Namun, dalam perjalanan tersebut saya pernah juga kok hiatus alias tidak ngeblog sama sekali dalam sebulan. Tepatnya saat saya menyelesaikan naskah novel perdana dan mengikuti rangkaian proyek buku antologi.

Harusnya gak hiatus, atuh!
Masa' ngerjain secara multitasking gak bisa?

Hehe. Baiklah. Saya mau meminjam lagunya Bang Haji Rhoma Irama dulu. Begini:

Hiatus jangan hiatus, kalau tiada artinya. Hiatus boleh sajaaa, kalau ada perlunya.

😜

So, ini dia alasan di balik hiatus ala saya:

1. Saya Belum Seorang Full Time Blogger

Sejak saya resign dari pekerjaan, pastinya saya resmi menyandang gelar sebagai full time mom a.k.a stay at home mom. Saya tidak ragu menyebut dan mengakui hal itu. Tapi kalau full time blogger? Hmm... Nanti dulu.

Saat ini saya belum memenuhi 100% syarat untuk menjadi seorang full time blogger. Tak lain dan tak bukan karena sebagian besar waktu saya sekarang adalah untuk si bocah tiga tahun yang sedang lincah-lincahnya. 


Draft tulisan saya sering mengendap berhari-hari karena minim waktu untuk menyentuh laptop. Sering juga saya tidak bisa hadir di event blogger karena memang belum bisa meninggalkan si kecil. Mengeluh? Tentu tidak! Justru saya amat menyadarinya.

Makanya saya mengakui bahwa saat ini saya belumlah seorang full time blogger. Pun belum mau ngoyo untuk sampai pada predikat itu. Kalau progress untuk lebih rajin ngeblog sih iyesss... dengan segala yang saya bisa saat ini.

Itu kalau saya lho, ya. Kalau ada full time mom lain yang anaknya seusia anak saya dan bisa sukses menjadi full time blogger, saya ikut senang, dong. Orang lain juga boleh kok membanding-bandingkan, tetapi saya tentu tidak bersedia memakai sepatu orang lain di kaki saya. Saya hanya ingin ngeblog dengan bahagia. Simpel, bukan?

So, untuk ukuran blogger seperti saya yang harus membagi-bagi waktu, hiatus adalah sebuah kebolehan. Don't try this atau home untuk para blogger profesional atau teman-teman blogger yang sedang berniat gaspoll, hehe..

2. Saya Juga Menulis Buku

Sejak awal bergabung dengan komunitas blogger, saya juga bergabung dengan komunitas kepenulisan lain. Selain mengikuti training menulis ini-itu, kami juga mengerjakan proyek buku antologi baik melalui lomba atau proyek nulis bareng.

Kalau disuruh memilih antara fokus menulis buku atau fokus ngeblog, saya belum bisa. Maunya sih "jalan" dua-duanya. Mungkin ada yang menyalahkan pilihan ini karena seperti tidak memiliki satu tujuan khusus, gitu.

Sudah tahu waktunya terbatas, kenapa gak milih salah satu?

Hehe, lha piye. Wong saya masih nyaman menjalani keduanya, tuh. Memang ada konsekuensinya, sih. Apalagi saya termasuk orang yang saat menulis dan self editing termasuk yang agak perfeksionis. Jadilah saya memang butuh waktu lebih lama.

Maka terjadilah hiatus saat saya menyelesaikan novel perdana kurang lebih satu bulan dan saat tergabung sebagai kontributor buku antologi yang waktu menulis dan deadline-nya dalam bulan yang sama. Saya memang meniatkannya dan saya tidak menyesal. Sekali lagi, saya realistis saja.

3. Saya Ingin Mengetahui Lebih Banyak

Poin ketiga ini berkaitan dengan hiatus saya selama dua bulan kemarin. Seperti yang sudah saya sebutkan pada postingan sebelumnya bahwa saya sekarang resmi menjalani Ketofastosis Lifestyle, sebuah gaya hidup yang mempunyai 5 pilar dengan tujuan menjadi pribadi yang lebih sehat. Catat, ini bukan sekadar diet!

Adapun 5 pilar Ketofastosis Lifestyle itu adalah:

a. Menjalani jam puasa lebih banyak daripada jam makan. Minimal "berpuasa basah" selama 16 jam dan hanya memiliki 8 jam untuk makan. 

b. Menyantap makanan tinggi lemak dari sumber lemak yang baik dan harus sangat rendah karbohidrat.

c. Harus banyak aktif bergerak dan rutin berolahraga.

d. Harus rendah stress dengan lebih banyak beribadah, rekreasi, relaksasi, dan berpikiran positif.

e. Harus tidur sebelum jam 22.00 dengan tidur yang berkualitas.

Sekilas saja deh, ya. Bagaimana menurut teman-teman? Pastinya bagi teman-teman yang belum tahu tentang lifestyle ini, akan bilang bahwa hal di atas antimainstream banget. Khususnya yang di bagian makan lemak. Kok malah disuruh makan banyak lemak? :D

Naah, awalnya saya pun begitu. Makanya saya sangat butuh waktu untuk mempelajari lebih jauh tentang Ketofastosis Lifestyle. Tidak cukup hanya sehari dua hari tapi rasa penasaran saya menghajatkan untuk lebih banyak membaca protokol lifestyle tersebut, bergabung dalam grup Ketofastosis Indonesia, menonton banyak video referensi, dan akhirnya menjalaninya sebagai bagian dari ikhtiar saya menuju sehat.

Sekarang, setelah sebulan lebih saya menjadi Ketofastosis Warrior, saya siap kembali lagi ke dunia blogging dengan banyak oleh-oleh cerita. Hehe. So, harap maklum kalau ke depannya saya akan banyak berkisah tentang gaya hidup Low Carb High Fat (LCHF) ini di blog ini.

Ini mirip seperti quotes yang disebutkan oleh Pakdhe Mel Gibson pada awal tulisan ini bahwa saat saya kembali dari hiatus, saya akan menginformasikan hal yang telah saya pilih :) 


Jadi, menurut saya, hiatus itu boleh-boleh saja jika kita punya alasan dan tujuan yang tepat. Tentunya bagi teman-teman yang sudah bisa leluasa ngeblog setiap hari dan tanpa kendala, jangan hiatus, atuh. Keep on blogging and reach your dream!

Jangan Putus! 

Oh ya, saat hiatus pun sebaliknya kita tetap menulis dan banyak membaca. Itu yang saya lakukan saat hiatus. Tidak menulis di blog bukan berarti berhenti menulis. Saya tetap aktif di instagram dengan menulis caption-caption panjang. Tiga buah buku yang dulu tertunda dibaca juga bisa saya selesaikan. Alhamdulillah.

Qadarullah, sedang ada job influencer juga sehingga ada "kesibukan tambahan". Pun saya juga ambil bagian dalam sebuah proyek buku antologi lagi. Tuh, kan.

So, saat hiatus kita jangan sampai putus! Jangan sampai putus mengerjakan hal-hal lain yang berhubungan dengan dunia literasi. Bukankah napas dari blogging itu memang menulis dan membaca?


Kita juga jangan putus asa dan merasa berdosa saat memutuskan hiatus. Kita sendiri 'kan yang tahu alasannya? Kapan saja kita tetap boleh kembali lagi. Produktifitas blogging pasti terhitung lebih rendah saat kita hiatus, tapi masih terbuka kesempatan luas untuk meningkatkan produktifitas itu.

Selamat ngeblog lagi buat saya sendiri :D
Happy blogging, everybody!


Salam,
Tatiek



Postingan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post (ODOP) September 2019 by Estrilook Community. 

#ODOPDay2

Sumber gambar: Canva

10 comments:

  1. Kok sama mbak, semenjak dari bulan puasa baik ngeblog sana blogwalking itu rasanya berat sekali. Baru mulai kembali energi itu semenjak pertengahan agustus. Mulai dikejar lagi, plus qadarallah dapet beberapa job event yang makin bikin tegang karena ngerasain lagi dikejar deadline. Nah, sekarang aku gak mau lagi terlalu lama hiatus. Ayo semangat lagi ngeblog

    ReplyDelete
  2. Baru tahu Hiatus itu begitu, secara sejak ngebloging walking-walking benar-benar memotivasi untuk terus menulis tuh mbak

    ReplyDelete
  3. Belum pernah sih hiatus. Hehe...Paling rutin update blog 1 atau 2 artikel per minggu. Belum smp tiap hari nulis. Nulis buku memang agak keteteran sih...
    Memang harus milih sih...Hehe...

    ReplyDelete
  4. Hiatus boleh, tetapi jangan lama-lama, hehehe. Saya beberapa kali hiastus karena kondisi. Alhamdulillah, kini kembali nulis lagi dan semoga semangat tuk menebar kebaikan lewat tulisan itu tak pernah redup lagi.

    ReplyDelete
  5. Kalau aku bukan hiatus sih, tapi memang sedang menurunkan kecepatan blogging. Lebih banyak menikmat dunia nyata dan membaca. Selain itu, aku sedang rajin olahraga, jadi memang setelah olahraga biasanya aku gak maksain kejar deadline. Aku pilih tidur awal kemudian bangun dalam kondisi lebih prima.

    ReplyDelete
  6. Hihi ini pas banget sama kondisi saya sekarang. Baru pekan ini lagi isi blog dan ikut bw setelah hiatus 2 bulan abis pindahan, merantau lagi ke Borneo. Selain memang lagi hectic, sama juga alasannya karena sedang coba fokus dalam menulis (buku). Hoho tapi setuju banget nih walau hiatus jangan sampai putus! Semangaaat.

    ReplyDelete
  7. Wah..pantesan jarang nongol..ternyata lagi hiatus tho
    Selamat ngeblog lagi mbak
    Jangan lama-lama hiatusnya, sebentar aja, mosok ngaku blogger tapi enggak ngeblog..
    Apa kata dunia!!
    :)

    ReplyDelete
  8. Meski hiatus otak kita tetap kudu diasah dengan membaca ya mbak. Saya kalau udah hiatus, wes lah males segalanya. Jadi nggak beres kerjaan deh. Tapi baca ini agak nampar saya mbak. Hahaha

    ReplyDelete
  9. Wahh diet keto ya mbak? Mantaapp. Ehh bukannya Mbak Tatiek sudah langsing?
    Btw dulu saya pernah ikut mbak, terus badan gatal2, jadi break dan kembali makan nggak terkontrol lg. ��

    ReplyDelete
  10. Hehehe,, Yuni juga belum full time ngeblog. masih jadi jongos di perusahaan orang lain. Semangat ngeblog lagi kakak....

    ReplyDelete