My Lifestyle, My Journey, My Happiness

October 24, 2019

Bicara Gizi: Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan dan Cegah Malnutrisi

by , in

"Tidak selalu ada jawaban untuk pertanyaan mengapa, atas apa yang Tuhan ciptakan. Hanya Tuhan yang tahu dan aku hanya mampu berusaha untuk mencari tahu, tanpa pernah benar-benar tahu."
(Hingga Detak Jantungku Berhenti, Nurul F. Huda, halaman 34)

Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Hmm... Saat ada orang yang mengucapkan itu, tiba-tiba saja saya teringat tentang kisah hidup dan perjuangan salah seorang penulis fiksi Islami yang namanya cukup tenar di sekitar tahun 2000-an, Mbak Nurul F. Huda. Ya, di balik keaktifan beliau menulis, berorganisasi, berbisnis, dan mengurus dua buah hatinya, ternyata ada perjuangan panjang terkait dengan salah satu organ penting dalam tubuhnya: jantung.

Sejak kecil, Mbak Nurul F. Huda adalah anak yang lincah bergerak dan ceria. Namun, ada yang berubah padanya saat beliau berusia 11 tahun alias duduk di kelas 5 SD. Beliau jadi merasa cepat sekali lelah, napasnya sering memburu, tubuhnya semakin kurus, dan bibirnya membiru. Kondisi itu pun diperiksakan ke dokter dan ternyata Mbak Nurul divonis menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Sejak saat itu, ada yang berubah dengan hidup beliau. Tentu saja Mbak Nurul harus menjalani rangkaian pengobatan yang panjang. Mulai dari berobat di RSUD Purworejo, RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, hingga harus menjalani operasi pemasangan katup platina di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Efek dari pemasangan katup mekanik ini, Mbak Nurul harus selalu rutin check-up setiap bulan. Juga, beliau harus minum obat koagulan (pengencer darah) seumur hidupnya.

Namun, di balik ujian tersebut, ritme hidupnya seakan tidak berubah. Mbak Nurul memilih tidak menyerah dan terus bergerak dengan segala keterbatasan kondisi kesehatannya. Saya sendiri mengenal beliau sebagai Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Batam yang terus aktif memberi edukasi seputar dunia kepenulisan. Ya, saya beberapa kali menghadiri talkshow Mbak Nurul saat saya masih berdomisili di Batam.

Inilah salah satu pernyataan yang menunjukkan rasa optimis beliau, "Aku hanya mencoba mengambil pelajaran dari kisah yang kudengar tentang perempuan ayan yang datang menemui Rasulullah. Ia datang meminta doa agar sembuh. Rasulullah pun memberikan pilihan, bahwa Rasul bisa mendoakannya agar sembuh. Namun, jika ia bersabar atas sakitnya yang tentu saja menahun, bahkan selamanya, maka Allah menjanjikan surga. Perempuan itu memilih bersabar dan minta didoakan agar ketika ayannya kambuh, tidak tersingkap bajunya sehingga terlihat auratnya. Rasul pun mengabulkannya."

Masya Allah.


Lalu bagaimana kondisi Mbak Nurul F. Huda sekarang? Teman-teman penggemar fiksi Islami di sekitar tahun 2000-an pasti sudah tahu. Allah SWT berkenan "memanggil pulang" penulis kelahiran 5 Oktober 1975 itu pada tanggal 18 Mei 2011. Sudah lama sekali. Tetapi, jejak karya dan semangat hidupnya selama 34 tahun -termasuk saat harus bercerai dengan suaminya- tetap terkenang hingga kini. Bahkan, sebelum menutup mata untuk selamanya, beliau masih sempat menulis buku dengan judul seperti di awal postingan ini: Hingga Detak Jantungku Berhenti.

Kepedulian Danone dengan Menyelenggarakan Agenda Bicara Gizi


Adalah sebuah kesempatan baik saat saya bisa menghadiri agenda "Bicara Gizi" yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 kemarin. Bertempat di Hotel Savana & Convention, Kota Malang, saya bisa mengetahui lebih jauh tentang hal ikhwal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang telah mewarnai kehidupan Mbak Nurul F. Huda di atas.


Tepat pukul sembilan pagi, saya bersama teman-teman narablog Kota Malang (ada juga yang datang dari beberapa daerah) segera memasuki Ruangan Cempaka, setelah melakukan registrasi. Sambil menunggu acaranya dimulai, para peserta -yang terdiri juga dari awak media dan Komunitas Pejuang Jantung- dipersilakan untuk menikmati snack dan minuman. Saya cukup menyeruput kopi pahit saja, deh ;)

Setelah penyampaian safety briefing oleh pihak Hotel Savana, agenda pun dimulai. Ada pembukaan dari pihak Digital & Internal Communications Danone Indonesia yang diwakili oleh Mbak Indah Tri Novita. Beliau berkata bahwa agenda "Bicara Gizi" adalah program rutin sebagai bentuk kepedulian Danone untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya peran nutrisi dalam masa-masa penting kehidupan. Ini sesuai dengan portofolio bisnis Danone yang terdiri dari nutrisi awal kehidupan (early life nutrition) dan nutrisi medis khusus (medical nutrition).

Mbak Indah Tri Novita dari Danone Indonesia

Nah, dalam rangka peringatan World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September 2019 yang lalu, Danone Indonesia pun mengadakan agenda "Bicara Gizi" di Kota Malang pada bulan Oktober ini. Istimewa nih karena Malang adalah kota pertama di luar Jakarta yang dipilih untuk menyelenggarakan agenda "Bicara Gizi" ini. Yeay!

Kali ini, tema yang diambil adalah edukasi tentang pentingnya pencegahan malnutrisi untuk anak dengan PJB. Diharapkan, para hadirin bisa mengenali ciri-ciri PJB sebagai langkah deteksi dini sekaligus manajemen nutrisinya, langsung dari ahlinya. Jadi, penanganan PJB ini bukan lagi dari "konon katanya". Mantap!

Tangguhnya Para Ibu di Komunitas Pejuang Jantung


Apa hal paling membahagiakan buat kita para orang tua? Tak lain adalah menyaksikan tumbuh kembang anak secara normal dan melihat tawa canda mereka dalam kondisi sehat wal afiat. Tapi jika kondisinya tidak demikian, apakah lantas hidup kita sudah berakhir?

Jawabannya ada pada kisah nyata yang ditampilkan oleh dua orang ibu yang anak-anaknya diuji dengan PJB sejak lahir. Yang pertama diundang untuk tampil ke atas panggung adalah Ibu Mirna, ibunda dari Aqeila, seorang anak perempuan berusia 2 tahun 5 bulan. Ibu Mirna pun berkisah tentang awal mula Aqeila terdeteksi menderita PJB.

Ibu Mirna (kiri)

Diawali dengan sakit batuk saat Aqeila berusia 2 bulan yang menyebabkan berat badannya menyusut 200 gram. Padahal Aqeila "hanya" lahir dengan berat badan 2,2 kilogram. Setelah dibawa ke dokter, Aqeila harus dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Di sana, Aqeila dinyatakan mengalami kebocoran jantung. Itu adalah sebuah kondisi yang tidak terbayangkan sama sekali oleh Ibu Mirna yang menyangka bahwa permasalahan jantung itu hanya akan "menyerang" orang dewasa.

Ibu Mirna pun disarankan untuk memastikan diagnosa itu dengan menemui seorang dokter spesialis anak yang juga seorang konsultan kardiologi anak. Beliaulah dr. Dyahris Koentartiwi, Sp.A(K). Dokter Dyahris lantas memeriksa Aqeila dan mendapati bahwa ada gejala bising jantung pada si kecil itu. Harus opname besok! Begitu kata dokter Dyahris.

Akhirnya, Aqeila harus dirawat di rumah sakit selama 15 hari untuk perbaikan nutrisi dan menjalani beberapa tindakan medis. Saat itu pertengahan puasa Ramadan sehingga Ibu Mirna harus beribadah puasa sekaligus berlebaran di rumah sakit. Setelahnya, Aqeila dibawa pulang ke rumah namun tak lama kemudian dia rewel lagi. Maka, Aqeila pun kembali menjadi pasien di IGD. Begitu seterusnya, pulang-pergi ke rumah sakit sampai usia Aqeila 1 tahun.

Setelah 1 tahun itu, dokter Dyahris menyarankan agar Aqeila dioperasi jantungnya di Jakarta. Ini adalah tindakan medis yang tepat agar permasalahan jantung Aqeila teratasi sehingga dia bisa tumbuh seperti anak yang lainnya. Awalnya, Ibu Mirna ragu-ragu terhadap saran dokter itu: apakah operasi itu benar-benar akan membawa hasil? Bagaimana kalau gagal?

Di usia 1 tahun itu, Aqeila belum.bisa tengkurap, apalagi duduk. Dengan berat badan hanya 5 kilogram, Aqeila hanya bisa terbaring saja. Akhirnya, Ibu Mirna membulatkan tekad untuk pergi ke Jakarta sebagai upaya kesembuhan buah hatinya. Selama 42 hari kemudian, Ibu Mirna berada di Jakarta untuk mendampingi Aqeila.

Alhamdulillah, pasca operasi jantung tersebut, kondisi Aqeila berangsur membaik bahkan si kecil itu akhirnya bisa duduk sendiri. Sungguh itu adalah sebuah kondisi yang amat menggembirakan Ibu Mirna setelah sebelumnya dilanda kecemasan bertubi-tubi, dan harus berkorban tenaga, pikiran serta biaya.

Menurut Ibu Mirna, selain mendapat advise dari dokter Dyahris, dia juga berkonsultasi ke dokter Anik Puryatni, Sp.A(K) dalam hal pemenuhan nutrisi untuk Aqeila. Dokter Anik menyarankan penyajian menu tinggi kalori untuk perbaikan nutrisi bagi Aqeila dan itu juga sangat membantu proses kesembuhan Aqeila.

Sekarang, Aqeila dinyatakan dalam kondisi sehat. Anak ketiga dari Ibu Mirna itu telah mengajarkan kepada kedua orang tuanya tentang arti bersyukur, bersabar, dan ikhlas. Ketiga senjata yang akhirnya membuat Ibu Mirna bisa lebih tegar menghadapi kehidupan sehari-harinya. 

Kondisi yang sama juga dialami oleh Zhaffran, bocah laki-laki berusia 4 tahun. Melalui kisah Ibu Iis yang juga dipanggil ke atas panggung, kami semua kembali disuguhi sebuah fragmen kehidupan tentang arti terus berjuang.

Ibu Iis (kiri)

Saat masih berusia 7 bulan dalam kandungan, Zhaffran dinyatakan dalam kondisi gawat janin dan kemungkinan besar akan meninggal dunia. Namun, Ibu Iis yakin bahwa anaknya akan bisa bertahan hidup. Benarlah firasat seorang ibu itu. Nyatanya, Zhaffran lahir dengan selamat dan sehat via operasi sesar, dengan berat badan 2,3 kilogram.

Zhaffran yang lahir prematur ini bisa tumbuh seperti bayi-bayi lain dengan normal. Namun, ada gejala tumbuh kembang yang berbeda saat dia berusia 8 bulan. Ibu Iis pun memeriksakan kondisi Zhaffran ke rumah sakit di Surabaya. Menurut dokter yang menanganinya, dengan kondisi seperti itu, Zhaffran hanya tinggal "menunggu waktu". Diagnosa yang sama pun diberikan oleh 5 rumah sakit lain yang didatangi Ibu Iis.

Dalam kondisi pasrah, Ibu Iis dipertemukan dengan dokter Dyahris yang memberikan semangat baru untuknya. Menurut dokter Dyahris, umur itu bukan di tangan dokter dan tugas manusia memang terus berusaha. Alhasil, Ibu Iis seakan mendapatkan suntikan semangat baru. Dia mulai bersabar lagi mengikuti bermacam treatment dari dokter demi kesembuhan anaknya.

Menurut dokter Dyahris, kasus PJB yang terjadi pada Zhaffran itu cukup kompleks dan rumit. Ibu Iis sempat merasa sedih dan terpukul, tapi dia berkata bahwa sedih, menangis, dan merasakan "sakit" karena tahu kenyataan tentang anaknya itu tidak apa-apa. Asal dia jadi tahu hal yang sebenarnya dan tahu harus bertindak apa.

Ya, kasus PJB pada Zhaffran ternyata hanya ditemukan pada 7 anak di seluruh Indonesia. Ada anak yang sudah berpulang, ada yang masih terus bertahan seperti Zhaffran. Ibu Iis sempat juga mendatangi dokter ahli dari Malaysia dan India, tapi jalan keluarnya belum berhasil ditemukan. Satu-satunya harapan adalah berobat ke dokter di Jepang dan itu masih akan terus diusahakannya. 

Lelah lahir batin itu pasti. Tapi menurut Ibu Iis, dia tidak menyesal menjalani itu semua karena telah berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya. Ibu Iis juga berharap kelak anaknya akan bangga memiliki seorang ibu tangguh yang pantang menyerah. Masya Allah!

Benar-benar livingproof yang harus kita teladani, bukan? Dua buah kisah hidup yang menjadikan saya saat itu merenung tentang nikmat sehat dan amanah berupa anak-anak yang tak ternilai harganya.

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan beserta Deteksi Dininya


Setelah para hadirin mendapatkan "suntikan" semangat untuk bersyukur dan bersabar, agenda inti pun dimulai dengan menghadirkan dr. Dyahris Koentartiwi, Sp.A(K). Dokter ramah yang biasa disapa dengan dokter Risty ini memulai dengan memperkenalkan tentang definisi PJB.

dr. Dyahris Koentartiwi, Sp.A(K)

Dokter Dyahris menyebutkan bahwa PJB adalah penyakit jantung yang diderita anak yang memiliki kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung. Nah, kelainan ini terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin yaitu sejak janin berusia 20 bulan. PJB ini merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir.

PJB ada lebih dari 34 jenis berdasarkan letak atau tingkat keparahannya. Namun secara umum, PJB bisa dibagi dalam 3 kategori yaitu:
  1. Kelainan pada katup jantung
  2. Kelainan pada dinding jantung
  3. Kelainan pada pembuluh darah

Kelainan pada katup jantung berarti katup di dalam jantung yang bertugas untuk mengalirkan darah mengalami masalah fungsi pembukaan dan penutupan atau mengalami kebocoran sehingga dapat mengganggu aliran darah. 

Kelainan pada dinding jantung terjadi ketika dinding jantung yang ada di antara sisi kiri dan kanan, serta bilik jantung atas dan bawah tidak berkembang dengan semestinya yang menyebabkan darah kembali ke jantung atau menumpuk di tempat-tempat yang tidak semestinya sehingga sirkulasi darah terganggu.

Kelainan pada pembuluh darah terjadi ketika pembuluh arteri dan vena yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh tidak berfungsi dengan semestinya dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan untuk anak.

Menurut konsultan kardiologi anak tersebut, angka kejadian PJB di Indonesia diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup. Sederhananya, ada 7-8 bayi yang mengidap PJB diantara 1000 kelahiran setiap tahun. 


Ig @nutrisibangsa

Gejala PJB dapat berupa: 

1. Penurunan toleransi aktifitas fisik

Bayi tidak dapat menghisap susu dengan baik, antara lain terlihat capek, napas memburu, dan berkeringat saat mengisap susu sehingga sering berhenti-henti mengisap. Pada anak yang lebih besar, dia terlihat cepat capek atau sesak napas bila bermain, berlari atau berjalan agak jauh.

2. Infeksi saluran pernapasan berulang

Anak/bayi sering mengalami sakit infeksi paru. Hal ini disebabkan oleh aliran darah ke paru-paru yang berlebihan pada jenis PJB tertentu dan daya tahan tubuh yang rendah akibat asupan susu dan makanan yang tidak adekuat.

3. Gagal tumbuh kembang

Pertambahan berat badan anak tergolong lambat atau tidak ada sama sekali akibat asupan susu atau makanan yang tidak adekuat dan kerja jantung yang meningkat. Bila dibandingkan, riwayat perkembangan anak juga lebih lambat daripada anak pada umumnya.

4. Sianosis (kulit, bibir, dan kuku berwarna kebiruan)

Warna kebiruan tersebut menetap sejak lahir atau sejak usia bayi. Kebiruan tersebut mungkin akan bertambah secara progresif dengan bertambahnya usia. Biru akan terlihat makin nyata saat menangis atau melakukan aktivitas fisik. Anak terlihat cepat capek dan napas memburu saat berjalan agak jauh sehingga harus jongkok istirahat beberapa saat.

5. Episode serangan biru akut

Pada PJB biru yang berat dapat terjadi episode serangan biru akut (spelhipoksia) dengan gejala sebagai berikut: anak tiba-tiba terlihat bertambah biru, gelisah, pernapasan cepat dan selanjutnya menjadi lemas, kesadarannya menurun dan kadang disertai kejang. Episode serangan biru akut ini dapat bersifat fatal, baru kemudian setelahnya dapat berjalan atau bermain kembali.



Jika gejala-gejala seperti di atas terdapat pada bayi dan anak-anak kita, segera periksakan ke dokter yang berkompeten, ya. Deteksi dini terhadap PJB itu penting agar bayi/anak segera bisa ditangani dengan baik. Deteksi dini PJB punya andil menyelamatkan nyawa pasien hingga 50% pada bulan pertama kehidupan bayi lho.

Nutrisi untuk Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan


Pembicara selanjutnya adalah seorang konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak yaitu dr. Anik Puryatni, Sp.A(K) yang menyampaikan tentang pentingnya asupan nutrisi yang intensif bagi anak dengan PJB. Ini sangat penting karena anak dengan PJB memiliki resiko gangguan intake sehingga si anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan, gagal tumbuh, gizi kurang, gizi buruk, dan mudah terkena infeksi. Maka, anak dengan PJB harus diberi makanan yang sesuai untuk mendukung keberhasilan pengobatannya.

dr. Anik Puryatni, Sp.A(K)

Dokter Anik mengingatkan tentang pentingnya orang tua memperhatikan aspek pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas kesehatan di awal kehidupan anak yang menentukan kualitas kesehatannya di masa depan. Nah, nutrisi termasuk faktor yang menyumbang kurang lebih 80% terhadap kualitas kesehatan tersebut.

Seperti disebutkan di awal bahwa anak dengan PJB berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan (malnutrisi) karena:
  • Penurunan intake
  • Intake makanan kurang karena kesulitan makan (feeding difficulties)
  • Gangguan penyerapan makanan karena hipoksia lama ke mukosa saluran cerna
  • Cepat kenyang karena pembesaran organ (hepato megali)
  • Cepat lelah saat makan
  • Restriksi cairan membuat kalori tidak mencukupi kebutuhan
  • Gangguan koordinasi mengisap dan menelan makanan
  • Peningkatan kebutuhan energi
  • Penyakit jantung dengan hipoksia lama menyebabkan gangguan metabolisme dan pertumbuhan sel
  • Infeksi paru berulang menyebabkan peningkatan kebutuhan metabolisme
  • Kelainan kromosom/genetika akan mengurangi potensi pertumbuhan
  • Perubahan faktor pertumbuhan dan hormon pertumbuhan

Nah, jika sampai anak dengan PJB mengalami malnutrisi, akan timbul dampak sebagai berikut:
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang menetap
  • Meningkatkan resiko infeksi tertentu, misalnya: pneumonia
  • Kekurangan vitamin dan mineral, serta gangguan elektrolit akan berefek pada fungsi jantung
  • Sering dirawat di rumah sakit
  • Hasil tindakan operasi kurang optimal
  • Kemampuan sekolah yang buruk dan mengurangi potensi kepandaian
  • Meningkatkan resiko kematian

Hiks, cukup menyedihkan, bukan? Namun -sekali lagi- mengidap PJB bukanlah akhir dunia. Harus ada tindakan nyata berupa tata laksana nutrisi pada anak dengan PJB tersebut.

Ada lima langkah yang bisa diambil dalam rangka asuhan nutrisi, yaitu:
  • Diagnosis (assessment) nutrisi berupa status gizi dan masalah nutrisi
  • Menentukan kebutuhan: kalori, protein, jumlah cairan, dll
  • Menentukan rute pemberian nutrisi
  • Menentukan jenis makanan
  • Monitoring keberhasilan: peningkatan BB, apakah ada muntah, kembung, diare

Nah, pada poin pertama tentang status gizi anak, cara menentukannya harus dipandu oleh dokter, berupa:
  • Pengukuran antropometri (Berat Badan (BB), Panjang Badan/Tinggi Badan (PB/TB), Lingkar Lengan Atas (LILA)
  • Di-plot-kan pada kurva pertumbuhan
  • Status gizi (BB menurut PB/TB)

Sedangkan pada poin kedua tentang menentukan kebutuhan nutrisi, berupa:
  • Nutrisi tinggi kalori dan tinggi protein untuk tumbuh kejar
  • Jenis dan bentuk makanan disesuaikan dengan umur, kemampuan makan, dan kondisi penyakitnya
  • Jumlah cairan perlu ada pembatasan (kecuali TOF)
  • Jumlah garam perlu diperhatikan, terutama saat edema dan hipertensi
  • Kadang diperlukan suplementasi formula tinggi kalori



Sebagai penutup, dokter Anik memberikan kesimpulan bahwa status gizi amat berperan penting dalam penatalaksanaan PJB.

Bergaya bareng Mbak Erny :)

Tak terasa, waktu terus bergulir hingga memasuki tengah hari. Ada sesi tanya jawab juga yang digunakan dengan baik oleh para hadirin untuk bertanya lebih lanjut pada ahlinya. Ini betul-betul agenda padat yang penuh manfaat.

Berfoto bersama di akhir acara

Pun saya senang sekali bisa menyaksikan sendiri semangat para orang tua yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Jantung yang tetap menebar senyum sambil membawa anak-anak hebat mereka. Ah, jadi kangen dengan si kecil yang sedang dijagain oleh suami saya di rumah. Jadi ingin membaca ulang buku Mbak Nurul F. Huda lagi.

Terima kasih, Danone!




Salam sehat,
Tatiek
October 11, 2019

Mudah Didapat, 5 Makanan Penurun Kolesterol Paling Ampuh Ini Patut Dicoba

by , in

Tidak hanya ada terdapat di tubuh orang dewasa saja, bahwasanya kandungan kolesterol ternyata ada di dalam tubuh setiap manusia. Namun, kandungan kolesterol yang ada di tubuh manusia memiliki dua jenis. Dimana diantara jenis kolesterol tersebut, ada yang berbahaya bagi tubuh. Sehingga, jika Anda salah makan, dan kandungan kolesterol menjadi tinggi, maka sangat disarankan untuk menurunkannya. Tidak sulit, Anda hanya cukup mengonsumsi makanan penurun kolesterol paling ampuh yang biasa direkomendasikan dokter.

Pasalnya, batas normal kolesterol dalam tubuh biasanya ada pada angka 160-200 mg saja, sehingga jika kadar kolesterol dalam tubuh Anda melebihi angka tersebut, artinya Anda harus waspada. Karena, memiliki kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit dan juga menyumbat aliran darah. 

Maka dari itu, sangat penting bagi Anda yang sering mengalami kolesterol tinggi, untuk rutin mengonsumsi makanan penurun kolesterol paling ampuh. Namun, ternyata kolesterol tidak hanya menyerang orang tua saja, bahkan anak-anak pun bisa terserang, jika tidak memperhatikan pola makan dan jenis makanan.

Pasalnya makanan yang memiliki kandungan lemak yang tinggi, akan memperbesar kadar kolesterol dalam tubuh Anda, seperti makan gorengan, daging kambing, susu, dan makanan yang mengandung lemak tinggi lainnya. 

Nah, daripada khawatir memikirkan penyakit yang akan ditimbulkan dari kolesterol, lebih baik Anda simak ragam makanan penurun kolesterol paling ampuh sekaligus yang mudah didapat berikut ini:

1. Jeruk nipis

Makanan penurun kolesterol paling ampuh yang pertama adalah jeruk nipis. Kaya dengan kandungan flavonoid, jeruk nipis disebut bisa melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas, dimana flavonid yang ada dalam jeruk nipis ini sangat berperan aktif sebagai anti-oksidan. 


Nah, bagi Anda yang merasa kadar kolesterol di tubuh Anda tinggi, Anda bisa rutin mengonsumsi perasan jeruk nipis yang dicampur dengan segelas air hangat di pagi hari setelah bangun tidur. 

2. Biji-bijian utuh

Makanan penurun kolesterol paling ampuh selanjutnya ada biji-bijian utuh, dimana biji-bijian utuh dapat meningkatkan kemampuan sel di dalam tubuh, agar bisa berkembang dengan baik. Sehingga bisa mencegah efek dari radikal bebas baik dari luar atau dalam tubuh. Biji-bijian utuh tersebut diantaranya adalah seperti kacang almond, kuaci, mete dan lain-lain. 


Tidak hanya itu, biji-bijian utuh juga menyediakan berbagai nutrisi seperti protein, fiber, zat besi, magnesium, fosfor, seng tembang, mangan, selenium, dan vitamin B. Sehingga, biji-bijian utuh sangat dibutuhkan sebagai makanan penurun kolesterol tinggi paling ampuh. 

3. Brokoli

Tidak hanya buah jeruk nipis dan biji-bijian, sayuran brokoli juga disebut sebagai makanan penurun kolesterol paling ampuh. Pasalnya, brokoli mengandung serat yang tinggi, sehingga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh. 


Selain itu, brokoli juga membantu proses detoksifikasi tubuh secara alami. Anda bisa mengonsumsi brokoli dengan cara direbus atau dikukus. Disarankan juga jangan memasak brokoli menggunakan minyak dan bahan yang mengandung lemak lainnya. 

4. Cokelat hitam

Jika makanan penurun kolesterol paling ampuh di atas mungkin rasanya kurang nikmat, namun berbeda dengan cokelat hitam ini. Cokelat hitam juga disebut ampuh untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi sekaligus menikmati rasanya yang enak.


Alasan lain mengapa cokelat hitam bisa menurunkan kolesterol adalah, karena adanya kandungan theobromine, yang berkhasiat untuk menurunkan kolesterol jahat dan menambah kolesterol baik.

5. Salmon

Meski tidak disarankan makan daging, namun tidak untuk daging ikan salmon ini. Karena salmon dipercaya sebagai makanan penurun kolesterol paling ampuh. Memiliki kandungan minya Omega-3 membuat salmon bermanfaat untuk kesehatan, karena mampu menangkal penyakit jantung, demensia, dan penyakit lainnya. 


Nah, itu dia beberapa makanan penurun kolesterol paling ampuh, yang sering dijadikan bahan rekomendasi. Tidak hanya ada 5, ternyata beberapa makanan yang sering dianggap remeh ini juga bisa menurunkan kadar kolesterol loh. Penasaran? Untuk informasi lengkapnya bisa Anda baca di link artikel berikut ini: https://www.cekaja.com/info/ini-daftar-makanan-penurun-kolesterol-cek-yuk/


Salam sehat,






Sumber gambar: pixabay
October 07, 2019

Boneka Teddy Bear dan Kisah di Baliknya

by , in


"Mi, boneka Teddy-nya gak dibawa sama Mbak?" tanya si kecil Akmal suatu hari. 

Saat itu kakaknya sudah berada di pondok pesantren. Dilihatnya tiga buah boneka Teddy Bear milik Afra masih menghuni rak di kamar.

"Tidak, Nak. Boneka Teddy-nya main di sini saja bersama Adek," jawab saya.

Ah, tiga buah boneka Teddy itu termasuk boneka kesayangan Afra. Salah satu diantaranya adalah hadiah dari sahabatnya. Sebenarnya sih boleh membawa boneka ke pondok pesantren. Tapi saat itu mungkin barang bawaan Afra sudah banyak, jadi tidak terpikirkan olehnya untuk membawa serta salah satu dari Teddy-nya.

Saya jadi teringat saat dulu memperkenalkan dan menceritakan sejarah Teddy Bear padanya. Ya, boneka Teddy Bear termasuk boneka yang paling disukai oleh anak-anak di penjuru dunia. Bahkan, boneka beruang lucu itu juga menjadi sahabat Mr. Bean. Tetapi, Teddy yang di serial Mr. Bean itu adalah Teddy Bear yang sedang diet, hehe... 

Berawal dari Hobi Presiden

Ada sumber yang menyebutkan bahwa nama Teddy Bear itu berasal dari kisah Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Saat itu, beliau punya hobi berburu binatang termasuk beruang.

Suatu hari, Presiden Roosevelt mendapatkan undangan dari Gubernur Mississippi, Andrew H. Longino, untuk berburu beruang. Dia harus berkompetisi dengan para pemburu lain. Mereka pun mulai berburu beruang di kawasan Glenwood Springs, Colorado.

Sayangnya, Sang Presiden tak kunjung mendapatkan buruannya. Dia pulang dengan tangan hampa. Sesampainya di hotel, seorang pegawai hotel memberinya sebuah hadiah berupa boneka beruang yang ternyata membuatnya terhibur.

Akhirnya, boneka beruang itu diberikan kepada anak Presiden yang bernama Alice. Oleh Alice-lah lantas boneka beruang itu diberi nama Teddy.

Kartun yang Menginspirasi

Pada harian The Washington Post edisi 16 November 1902 terdapat sebuah gambar kartun hasil karya Clifford Berryman. Kartun itu menggambarkan seekor beruang hitam yang terikat, juga sosok Theodore Roosevelt yang membelakangi si beruang berwarna hitam itu.

Kartun itu membuat Morris Michtom terinspirasi. Ia mendapat ide untuk membuat sebuah boneka beruang yang akan diberi nama "Teddy's Bear" alias Beruang-nya Teddy, nama panggilan Theodore Roosevelt. Sebelumnya, Michtom tentu saja meminta izin kepada Sang Presiden dan hal itu disetujui.

Ternyata, boneka dengan label "Teddy's Bear" itu mendapatkan sambutan yang baik dari anak-anak. Mereka begitu menyukainya. Maka Michtom pun mendirikan perusahaan mainan bernama Ideal Novelty and Toy Co. di New York untuk memproduksinya secara massal.

Sejak saat itulah boneka Teddy's Bear diproduksi dimana-mana di seluruh dunia. Dia disukai dari generasi ke generasi. Lama-lama sebutannya menjadi Teddy Bear.

Harga boneka Teddy Bear tentu saja bervariasi. Namun ada boneka Teddy Bear paling mahal yang pernah terjual 176 ribu dollar atau setara 1 miliar rupiah jika di-kurs-kan sekarang. 

Nah, boneka-boneka Teddy Bear milik Afra kini diwarisi si Adek. Tidak dibuat mainan sebagaimana anak cewek, sih. Sesekali saja dijadikan sebagai "murid-murid" atau "penonton" saat Adek dan saya bermain-main. Asyiknya!

Kira-kira, boneka apalagi ya yang melegenda seperti Teddy Bear ini? 


Salam, 
Tatiek









#ODOPDay30
October 07, 2019

Air Terjun Coban Baung, Indah dalam Novel dan Kenyataan

by , in

"Ah, air terjun baginya selalu memesona. Meskipun ia terlihat tinggi, justru pesonanya karena ia tak pernah lupa untuk mengaliri dan berbaur dengan sungai di bawahnya. Ia memang selalu terjatuh dari atas. Tapi ia tak bosan menjatuhkan dirinya demi sebentuk keindahan."

(The Fear Between Us, My Novel, page 40)

Adalah air terjun Coban Baung yang saya jadikan salah satu latar tempat dalam novel pertama saya, The Fear Between Us. Semata karena saya sendiri begitu menyukai air terjun walaupun belum banyak sih air terjun yang saya kunjungi. Yang penting, sukai dulu. Hehe.


By the way, Coban adalah sebutan umum untuk air terjun yang ada di kawasan Malang sini.

Saat menulis novel tersebut, sebenarnya saya belum pernah mengunjungi Coban Baung. Informasi tentang destinasi wisata itu saya dapat dari teman dan googling. Tak harus ke sana untuk mendeskripsikan tempat yang saya tuliskan, pikir saya saat itu. Tetapi, diikuti oleh keinginan bahwa suatu saat nanti saya harus melihat si air terjun dengan mata kepala sendiri.

Coban Baung, The Hidden Paradise

Coban Baung terletak di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari Kota Malang, masih harus menuju arah selatan sekitar 10 kilometer, lantas melewati Jalur Lintas Barat (Jalibar) menuju arah Kecamatan Ngajum yang berada di sebelah barat.

Saya sekeluarga sebenarnya bertujuan pergi ke rumah adik yang berada di Desa Plaosan, Kecamatan Ngajum. Setelah puas bersilaturahmi di sana, kami pun menuju lokasi air terjun yang sebelumnya tidak begitu dikenal itu. Ya, sampai sekarang pun saya kira orang-orang lebih mengenal Coban Rondo yang terletak di Kecamatan Pujon sana.

Untuk menuju ke Coban Baung, kami memilih meminjam motor dan meninggalkan mobil di rumah adik saya. Lebih leluasa karena jalan menuju ke sana naik turun, walaupun beraspal halus, sih.


Sekitar lima belas menit kemudian, rombongan kami sampai di gerbang Coban Baung. Ada banner besar yang menunjukkan lokasi air terjun setinggi 71 meter itu. Seorang penjaga yang sudah berisi lanjut menginformasikan harga tiket masuk yang harus saya bayar. Cukup murah. Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang, dengan biaya parkir Rp 2.000 untuk motor.

Kami berfoto sejenak di gang kecil menuju lokasi air terjun. Memang, suasana sekitar tampak masih alami sekali. Kami mulai melangkah menuruni jalan setapak yang lumayan sempit. Sebaiknya sih memakai sandal gunung atau sepatu kets karena jalannya masih berupa tanah tidak rata. Kalau terkena air hujan pasti jadi licin, tuh.

Walaupun demikian, si kecil Akmal tidak minta gendong. Dia dengan riang berjalan dengan digandeng Si Abi. Anak pinter 😘 Sementara Afra dan Azka, sepupu kecilnya, berjalan bergandengan juga dengan gembira. Saya sendiri berjalan santai beriringan dengan ibu dan adik saya. Sesekali saya memotret sekitar. 


Entah kami berjalan menuruni jalan setapak selama berapa menit. Beberapa saat kemudian, gemuruh air terjun mulai terdengar. Alhamdulillah, sedikit lagi! Ada sungai kecil yang harus diseberangi sebelum mencapai air terjun yang letaknya agak mendaki.

Potensi Wisata yang Harus Dipromosikan

Masya Allah. Coban Baung memang cantik. Tidak kalah cantik dari Air Terjun Grojogan Sewu ataupun Air Terjun Jumog. Ia hanya kurang dipromosikan. Mungkin juga letaknya yang jauh dari destinasi wisata yang lain, tidak seperti Coban Rondo. Terbukti, saat itu tidak banyak pengunjung lain yang berada di sana.

Beberapa saat lamanya kami bermain hujan-hujanan dengan siraman air Coban Baung yang segar itu. Saya memilih tidak turun ke sungai. Hanya Si Abi dan si kecil yang bermain-main dengan aliran air sungai. Mereka asyik saja walaupun bagian bawah celananya basah. 


Ingin rasanya berlama-lama di sana. Tentu saja itu tidak mungkin karena hari semakin beranjak sore. Alhamdulillah, niat saya untuk berkunjung ke salah satu latar novel saya sudah terlaksana. Ada sebuah kelegaan tersendiri. Bagi orang lain mungkin itu momen biasa saja, tapi bagi saya hal tersebut begitu bermakna.

So glad to see you, Coban Baung!



Salam, 
Tatiek





#ODOPDay29
October 07, 2019

Mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan yang Menawan

by , in


Adalah sebuah kebiasaan bagi keluarga kami untuk melaksanakan prinsip "sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui" saat bepergian. Setelah sampai di tempat tujuan, -kalau memungkinkan- kami berusaha mampir di tujuan lain yang searah. Tak lain agar perjalanan kami bisa full manfaat dan full pengalaman. Hemat juga, dong. 😉

Begitu pula saat saya sekeluarga mengunjungi Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan. Saya dan suami berencana berangkat pagi-pagi agar tidak terkena macet. Kawasan Malang Utara begitu terkenal dengan kemacetannya jika tidak disiasati dengan berangkat pagi-pagi. Selain itu, kami ingin mampir dulu ke sebuah masjid cantik yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pandaan, Pasuruan.

Alhamdulillah, strategi yang pas karena mobil kami bisa melaju bebas hambatan karena kami sudah berangkat dari rumah sejak pukul 6 pagi. Lancar jaya. Bahkan saat kami memasuki area Singosari dan Lawang di Malang Utara, tidak ada kemacetan sama sekali. Wah, senangnya. Padahal kawasan itu terkenal sebagai kawasan padat merayap.

Sempat berhenti sebentar di jalan untuk sarapan, kami pun meneruskan perjalanan ke tujuan kedua. Sebenarnya, Masjid Muhammad Cheng Hoo justru terletak di bagian utara Kebun Raya Purwodadi, tujuan pertama kami. Namun, acara kopdar komunitas di Kebun Raya Purwodadi masih berlangsung pukul 9. Cuzz dulu lah ke Pandaan.

Cukup mudah menemukan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang arsitekturnya mirip dengan klenteng itu. Masjid tersebut terletak di Jalan Raya Kasri nomor 18 alias di jalan raya utama pada pertigaan arah menuju Pasuruan, Malang, dan Surabaya. Tidak terlalu jauh dari Terminal Pandaan.

Masjid seluas 550 meter persegi ini dibangun dengan anggaran sekitar 3,2 milyar rupiah yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Diresmikan pada tanggal 27 Juni 2008 oleh Bupati Pasuruan saat itu, H. Jusbakir Aldjufri. Wah, saat itu saya masih berada di Batam.

Sesuai dengan namanya, masjid ini bertujuan untuk menghargai jasa Laksamana Muhammad Cheng Hoo dalam usahanya menyebarkan ajaran Islam di Jawa Timur. Masjid ini juga menjadi tempat berkumpul Komunitas Tionghoa Muslim Indonesia area Jawa Timur. Biasanya, mereka mengadakan acara di lantai satu masjid yang memang merupakan ruang pertemuan.

Langit begitu cerah saat kami tiba di sana. Terlihat para pesepeda melepas lelah di area gerbang masjid yang megah. Beberapa diantara mereka mengabadikan diri berlatar masjid. Harus bergantian karena pengunjung lain juga sikit berganti ingin berfoto di sana.

Suami saya memarkirkan mobil di sebelah kiri masjid. Lahan parkirnya cukup luas. Sip, deh. Kawasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan ini memang jauh lebih luas daripada Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada di Surabaya.

Kami melangkah perlahan ke pelataran masjid, menatap bagian atas pintu masjid bagian depan yang bertuliskan lafaz Allah. Masjid berwarna merah ini sebenarnya tidak hanya bergaya ala Tiongkok tapi juga ada unsur Jawa dan Arabnya juga. Lengkap, deh.

Ornamen ala Tiongkok tampak jelas pada lampion-lampion merah yang bergantung di dekat pintu masuk itu. Terdapat pula prasasti yang menjelaskan tentang Laksamana Muhammad Cheng Hoo dengan ukir-ukiran indah. Benar-benar instagramable! Di sebelahnya ada jam lonceng klasik yang menambah daya tarik bagian depan masjid.

Suami saya melangkah ke ruang wudhu, hendak menunaikan salat Dhuha. Saya menjaga si kecil yang tampak antusias naik turun tangga masjid yang berada di kiri dan kanan pintu masuk. Sesekali dia berguling-guling asyik. Hmm... Benar-benar harus dijagain, nih. It's okay sepanjang dia tidak mengacau di ruang utama salat.

Setelah suami saya selesai, giliran saya yang menuju kamar mandi masjid. Saat itu suasana cukup sepi. Wah, kamar mandinya bersih dan wangi. Ini yang saya suka. Takmir masjidnya rupanya cukup cermat. Ya, kadang keindahan sebuah masjid itu bisa berkurang gara-gara kamar mandinya yang kurang terjaga.

Nah, di luar kamar mandi wanita yang berbatasan dengan teras masjid lantai bawah itu ada lapak penjual beraneka asesoris yang berhubungan dengan Masjid Muhammad Cheng Hoo, seperti kaus, gantungan kunci, dll. Sayangnya, saat itu lapaknya belum dibuka.

Saya meneruskan langkah ke ruang salat wanita di lantai dua dengan menaiki tangga di sebelah kanan masjid. Ruangan salatnya berwarna dominan merah dihiasi emas. Tampak lega dan cantik. Adem rasanya salat di sana. Beberapa waktu lamanya memang saya habiskan untuk memandang sekitar terutama bagian atas langit-langit masjid.

Setelah merasa cukup, saya kembali turun ke bawah menemui si kecil dan suami. Sebenarnya saya ingin melihat-lihat juga koleksi perpustakaan yang ada di lantai satu. Tapi sepertinya belum dibuka, sama dengan lapaknya tadi.

Jadi? Kami memutuskan untuk duduk-duduk di pinggiran pelataran masjid. Suasana masih tampak ramai seperti tadi. Masih juga orang-orang berganti berfoto di depan gerbang atau depan masjid. Banyak juga rupanya yang sekadar singgah untuk melihat-lihat tanpa melakukan salat. It's okay.

Sebenarnya ingin berlama-lama di sana. Apalagi si kecil tampak betah karena areanya cukup luas. Tapi karena waktu terus bergerak, kami harus segera menuju Kebun Raya Purwodadi. InsyaAllah kapan-kapan saya ingin mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo itu lagi. 

Teman-teman, jika suatu saat melintasi Jalan Raya utama Pandaan, jangan lupa mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo ini, ya. Atau ada yang sudah pernah singgah?

Masjid Muhammad Cheng Hoo
Jl. Petung Sari, Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (67156)



Salam pecinta masjid, 
Tatiek



#ODOPDay28
October 07, 2019

Mengenal 5 Masjid Pertama di Negeri Minoritas Muslim

by , in

Pembicaraan tentang masjid selalu menarik perhatian saya, baik dari segi dakwah, bangunan, atau kisah-kisah di baliknya. Sebisa mungkin, saya ingin mengunjungi masjid yang menarik perhatian saya itu. Ingin meninggalkan jejak sujud saya di sana. Semoga lantai masjid itu kelak menjadi saksi sebagai bumi yang pernah saya pergunakan untuk menyembah Allah Swt. Aamiin.

Begitu mudah menemukan masjid di negeri ini. Namun ada PR yang merupakan tugas kita bersama yaitu memakmurkannya, tak hanya membangunnya semegah mungkin.

Lalu bagaimana dengan masjid di luar negeri sana? Khususnya masjid yang didirikan di negara dimana muslim menjadi minoritas?

Ini dia 5 masjid yang pertama berdiri di sana:

1. Masjid Raya Xi'an

Ini adalah masjid besar pertama yang berdiri di Cina. Letak masjid ini berada di Kota Chang'an yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kota Xi'an.

Masjid Raya Xi'an ini sudah didirikan sejak abad ke-8 Masehi. Tentu saja ada beberapa kali renovasi yang dilakukan pada masjid raya ini. Adapun renovasi terakhir Masjid Raya Xi'an terjadi pada abad ke-18 Masehi dengan mengubah bentuk masjid sesuai dengan gaya arsitektur Tiongkok.

Bentuk Masjid Raya Xi'an ini khas, berbeda dengan masjid-masjid di Cina bagian barat, misalnya di daerah Xinjiang. Di sana, bentuk masjid-masjidnya serupa dengan arsitektur Arab yaitu memiliki kubah dan menara.

2. Vienna Islamic Center

Masjid Islamic Center Wina di Austria dibangun pada tahun 1975 sampai tahun 1979. Raja Saudi Arabia saat itu, Raja Faisal bin Abdul Aziz, menyumbangkan dana untuk pembangunan masjid ini.

Sebelumnya, pada tahun 1968 ada 8 negara Islam yang melakukan "patungan" untuk membeli lahan yang akan didirikan masjid di atasnya. Hal ini tentu saja telah disetujui oleh pemerintah Austria.

Dalam prasasti pembangunan Vienna Islamic Center tertulis: "Vienna Islamic Center. Pembangunan atas inisiatif beberapa kedutaan besar negara-negara Islam, terutama Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Saudi Arabia. Peletakan batu pertumbuhan pada 28 Februari 1968. Diresmikan pada 20 November 1979 bertepatan 1 Muharram 1400 H oleh Presiden Austria, Dr. R. Kirschschlager."

3. Masjid Kobe

Masjid pertama di Jepang ini didirikan pada bulan Oktober 1935 di Kota Kobe. Dana untuk membangun masjid ini berasal dari sumbangan Komite Islam Kobe. Arsitek masjid ini adalah seorang berkebangsaan Ceko yaitu Jan Josef Svagr. Dia merancang Masjid Kobe dengan gaya arsitektur Turki tradisional.

Tercatat, ada dua peristiwa penting yang berkaitan dengan masjid ini. Pertama, pada tahun 1943, Masjid Kobe pernah ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang alias saat terjadi Perang Dunia II.

Kedua, Masjid Kobe memiliki ruang bawah tanah dan struktur bangunan yang kuat sehingga masjid ini tetap utuh saat terjadi gempa bumi Hanshin pada tahun 1995. Alhamdulillah.

4. Masjid Shah Jahan

Masjid pertama di Inggris ini dibangun pada tahun 1889 sehingga masjid ini sekarang tercatat sebagai bangunan bersejarah. Pencetus pembangunan Masjid Shah Jahan adalah seorang dokter berkebangsaan Hungaria yaitu Dr. Gottlieb Wilhelm Leitner.

Masjid yang terletak di Jalan Oriental, Woking, ini dibangun dengan arsitektur cantik bergaya India Mughal. Masjid ini pernah mengalami renovasi pada tahun 1995 dan bentuknya tetap cantik.

5. Masjid North Dakota

Inilah masjid pertama yang didirikan di tanah Amerika Serikat pada tahun 1929. Pendirinya adalah para imigran muslim dari Lebanon dan Suriah. Mereka adalah para pekerja yang berniat juga untuk berdakwah menyebarkan Islam di Amerika.

Awalnya, mereka membangun sebuah masjid di tengah padang rumput dengan bentuk seperti rumah pada umumnya. Tidak ada ornamen khas masjid. Sungguh sangat sederhana, dengan ukuran 33 meter persegi. Sekarang, bentuknya lebih menyerupai masjid dengan ada kubah di atasnya.

Wah, sungguh masjid-masjid bersejarah yang mengandung banyak kisah. Ada niat mulia dari para pendirinya. Juga ada semangat juang untuk mensyiarkan Islam dengan kondisi yang "semampunya". Allah Swt yang akan memberi balasan yang baik pada mereka.

Sungguh, ini adalah 5 masjid yang layak dikunjungi. Mungkin enggak, ya?



Salam pecinta masjid,
Tatiek



#ODOPDay27