My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Keindahan Batu-batu di Pantai Gigi Hiu

Ig: @potretlampung

To escape and sit quietly on the beach - that's my idea of paradise.
-Emilia Wickstead

Ya, ya. Saya kira pantai memang menjadi salah satu destinasi wisata yang paling dicari. Letaknya yang jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya tempat yang ampuh untuk mengubur lara, mengempas pedih, dan mengembalikan semangat hidup ke tempatnya semula. Keindahan pantai memang layak disebut sebagai potongan surga yang jatuh ke dunia.

Setidaknya, hal-hal di atas itulah yang saya rasakan setiap kali berada di tepian pantai dan menjejakkan kaki di pasirnya. Pantai manapun itu. Apalagi jika pantainya memiliki keeksotisan tersendiri. Wah, bisa-bisa saya betah di sana.

Nah, salah satu pantai eksotis dan unik yang sering saya stalking-i adalah Pantai Gigi Hiu di Lampung. Iyes, saya belum pernah ke sana tapi sudah merasa jatuh cinta. Boleh dong menulis tentang pantai ini duluan dan ke sana belakangan. Hehe... 


Sebenarnya, nama asli Pantai Gigi Hiu adalah Pantai Pagadungan. Terletak di Desa Pagadungan, Kecamatan Kalumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Untuk sampai ke pantai ini, diperlukan waktu sekitar 4 jam dari Bandar Lampung. Cukup jauh, makanya Pantai Gigi Hiu ini masih alami karena letaknya cukup tersembunyi alias jauh dari pemukiman penduduk. 

Medan yang harus kita tempuh untuk menuju ke sana pun cukup menantang dan hanya bisa dilalui dengan naik motor. Ada jasa ojek di sana. Menurut info dari pantainesia, kita harus membayar sekitar 200 ribu untuk ongkos naik ojeknya. Lumayan, tuh :P

It's okay. Lelahnya perjalanan dan ongkos yang sedikit mahal akan tergantikan dengan kelegaan begitu kita sampai di Pantai Pagadungan yang dijuluki sebagai Pantai Gigi Hiu itu. Dinamakan begitu bukan karena banyak hiu di sana. Hiii... takut dong kalau ada hiu-nya. Tak lain karena di sana terdapat banyak gugusan batu karang menjulang yang sedap dipandang. Unik dan menarik. 


Yaa, karang dan tebing yang menjulang tersebut seakan-akan runcing sehingga dianggap mirip dengan gigi hiu, gitu. Tinggi gugusan batu itu bervariasi, mulai dari 1 meter hingga mencapai 10 meter. Hmm... Setahu saya memang jarang deh pantai yang berbatu karang tinggi seperti itu.

Saat matahari mulai terbit di pagi hari atau terbenam di sore hari, keindahan batu-batu yang menjulang itu semakin nampak. Sinar matahari mulai menyusup di sela bebatuan itu. Sungguh sebuah pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Kalau perlu, diabadikan dengan kamera ponsel, dong. Cekrek!


Hal menarik lain dari Pantai Gigi Hiu adalah mudahnya mendapatkan Lobster di sini. Dengan catatan: cuacanya harus baik. Lalu jika yang tertangkap adalah Lobster yang masih kecil atau sedang bertelur, sebaiknya kita lepaskan lagi ke laut agar populasinya tetap terjaga. 

Dari pemaparan di atas, yang "minus" dari pantai ini adalah ia tidak family friendly. Lha wong medannya cukup menantang, gitu. So, Pantai Gigi Hiu ini pas sekali dikunjungi oleh para traveller, pasangan yang sedang berbulan madu, ataupun juga berbulan madu kedua.

Aah, semakin ditulis, semakin penasaran nih jadinya. Harus menabung dari sekarang! Siapin tenaga, siapin sunblock dan sunscreen plus siapin bahu untuk bersandar karena perjalanannya menantang. Hehe... 

Memori kita tentang laut akan tetap bertahan walau jejak kaki di pasir pantai telah lama menghilang
- Anonymous






Salam,







#ODOPDay17

No comments:

Post a Comment