My Lifestyle, My Journey, My Happiness

Boneka Teddy Bear dan Kisah di Baliknya



"Mi, boneka Teddy-nya gak dibawa sama Mbak?" tanya si kecil Akmal suatu hari. 

Saat itu kakaknya sudah berada di pondok pesantren. Dilihatnya tiga buah boneka Teddy Bear milik Afra masih menghuni rak di kamar.

"Tidak, Nak. Boneka Teddy-nya main di sini saja bersama Adek," jawab saya.

Ah, tiga buah boneka Teddy itu termasuk boneka kesayangan Afra. Salah satu diantaranya adalah hadiah dari sahabatnya. Sebenarnya sih boleh membawa boneka ke pondok pesantren. Tapi saat itu mungkin barang bawaan Afra sudah banyak, jadi tidak terpikirkan olehnya untuk membawa serta salah satu dari Teddy-nya.

Saya jadi teringat saat dulu memperkenalkan dan menceritakan sejarah Teddy Bear padanya. Ya, boneka Teddy Bear termasuk boneka yang paling disukai oleh anak-anak di penjuru dunia. Bahkan, boneka beruang lucu itu juga menjadi sahabat Mr. Bean. Tetapi, Teddy yang di serial Mr. Bean itu adalah Teddy Bear yang sedang diet, hehe... 

Berawal dari Hobi Presiden

Ada sumber yang menyebutkan bahwa nama Teddy Bear itu berasal dari kisah Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Saat itu, beliau punya hobi berburu binatang termasuk beruang.

Suatu hari, Presiden Roosevelt mendapatkan undangan dari Gubernur Mississippi, Andrew H. Longino, untuk berburu beruang. Dia harus berkompetisi dengan para pemburu lain. Mereka pun mulai berburu beruang di kawasan Glenwood Springs, Colorado.

Sayangnya, Sang Presiden tak kunjung mendapatkan buruannya. Dia pulang dengan tangan hampa. Sesampainya di hotel, seorang pegawai hotel memberinya sebuah hadiah berupa boneka beruang yang ternyata membuatnya terhibur.

Akhirnya, boneka beruang itu diberikan kepada anak Presiden yang bernama Alice. Oleh Alice-lah lantas boneka beruang itu diberi nama Teddy.

Kartun yang Menginspirasi

Pada harian The Washington Post edisi 16 November 1902 terdapat sebuah gambar kartun hasil karya Clifford Berryman. Kartun itu menggambarkan seekor beruang hitam yang terikat, juga sosok Theodore Roosevelt yang membelakangi si beruang berwarna hitam itu.

Kartun itu membuat Morris Michtom terinspirasi. Ia mendapat ide untuk membuat sebuah boneka beruang yang akan diberi nama "Teddy's Bear" alias Beruang-nya Teddy, nama panggilan Theodore Roosevelt. Sebelumnya, Michtom tentu saja meminta izin kepada Sang Presiden dan hal itu disetujui.

Ternyata, boneka dengan label "Teddy's Bear" itu mendapatkan sambutan yang baik dari anak-anak. Mereka begitu menyukainya. Maka Michtom pun mendirikan perusahaan mainan bernama Ideal Novelty and Toy Co. di New York untuk memproduksinya secara massal.

Sejak saat itulah boneka Teddy's Bear diproduksi dimana-mana di seluruh dunia. Dia disukai dari generasi ke generasi. Lama-lama sebutannya menjadi Teddy Bear.

Harga boneka Teddy Bear tentu saja bervariasi. Namun ada boneka Teddy Bear paling mahal yang pernah terjual 176 ribu dollar atau setara 1 miliar rupiah jika di-kurs-kan sekarang. 

Nah, boneka-boneka Teddy Bear milik Afra kini diwarisi si Adek. Tidak dibuat mainan sebagaimana anak cewek, sih. Sesekali saja dijadikan sebagai "murid-murid" atau "penonton" saat Adek dan saya bermain-main. Asyiknya!

Kira-kira, boneka apalagi ya yang melegenda seperti Teddy Bear ini? 


Salam, 
Tatiek









#ODOPDay30

No comments:

Post a Comment